Manuver Demokrat, PKS Minta Rakyat Nilai Makna AHY Bertemu Jokowi

Pebriansyah Ariefana | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Senin, 06 Mei 2019 | 12:07 WIB
Manuver Demokrat, PKS Minta Rakyat Nilai Makna AHY Bertemu Jokowi
AHY dan Jokowi bicara 4 mata melakukan pertemuan tertutup di Istana Kepresidenan, Kamis (2/5/2019) sore. (Suara.com/Ummi Hadyah Saleh)

Suara.com - Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera atau PKS Hidayat Nur Wahid (HNW) menegaskan kalau partainya akan tetap berjuang bersama Capres - Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno untuk mencapai kemenangan di Pemilihan Presiden 2019.

Apabila ada partai lain yang kemudian bermanuver di tengah jalan, Hidayat pun memakluminya dan membiarkan masyarakat yang mencatat.

Maksud dari penyampaian Hidayat itu ialah Partai Demokrat yang kini tengah diisukan hendak berpindah koalisi. Hidayat menghormati langkah yang dipilih Demokrat apabila saat ini tengah melobi Capres - Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi - Maruf Amin untuk gabung ke dalam koalisi.

"AHY atau siapa saja, mereka buat keputusan politik kemudian mereka melakukan manuver apanpun, itu adalah hak masing-masing parpol," kata Hidayat di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senin (6/5/2019).

"Rakyat akan mencatat manuver ini apa maknanya," sambungnya.

Meskipun begitu, Hidayat memastikan jika PKS tidak akan ikut-ikutan seperti Demokrat. Dengan penuh tanggung jawab, Hidayat menegaskn bahwa PKS akan tetap mengawal penghitungan suara hingga Prabowo - Sandiaga dinyatakan menang kelak.

"Kami akan tetap konsolidasi dengan koalisi Pak Prabowo, secara bertanggung jawab, mengawal seluruh perolehan suara agar mendapat hasil terbaik yang kami harapkan, yaitu 2019 Prabowo dan Sandiaga jadi Presiden dan Wapres," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sahur Pertama di RS, Sekali Lagi AHY Minta Doa bagi Ani Yudhoyono

Sahur Pertama di RS, Sekali Lagi AHY Minta Doa bagi Ani Yudhoyono

Your Say | Senin, 06 Mei 2019 | 09:20 WIB

AHY Bertemu Jokowi, Andi Arief: Silakan Menuduh Partai Demokrat Abu-abu

AHY Bertemu Jokowi, Andi Arief: Silakan Menuduh Partai Demokrat Abu-abu

News | Sabtu, 04 Mei 2019 | 13:29 WIB

Batal Jenguk Ani Yudhoyono, Sandiaga Sebut Prabowo Tidak Ngambek

Batal Jenguk Ani Yudhoyono, Sandiaga Sebut Prabowo Tidak Ngambek

News | Sabtu, 04 Mei 2019 | 12:04 WIB

Usai Bertemu AHY, Jokowi Mungkin Temui Tokoh-tokoh Politik Lain

Usai Bertemu AHY, Jokowi Mungkin Temui Tokoh-tokoh Politik Lain

News | Jum'at, 03 Mei 2019 | 22:17 WIB

Heboh Sinyal Maju Pilpres, Ini Makna Mobil Putra SBY Bernopol B 2024 AHY

Heboh Sinyal Maju Pilpres, Ini Makna Mobil Putra SBY Bernopol B 2024 AHY

News | Jum'at, 03 Mei 2019 | 21:24 WIB

Terkini

Ekonom UGM: Pemindahan Ibu Kota ke IKN Masuk Fase Ketidakpastian, Berisiko jika Dipaksakan Pindah

Ekonom UGM: Pemindahan Ibu Kota ke IKN Masuk Fase Ketidakpastian, Berisiko jika Dipaksakan Pindah

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:36 WIB

Singgung Nasib Bambang Tri hingga Jonan, Sobary Beberkan Cara Jokowi Matikan Karier Politik Lawan

Singgung Nasib Bambang Tri hingga Jonan, Sobary Beberkan Cara Jokowi Matikan Karier Politik Lawan

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:14 WIB

Imigrasi Dalami Dugaan Tindak Pidana Keimigrasian 320 WNA Terduga Sindikat Judi Online Internasional

Imigrasi Dalami Dugaan Tindak Pidana Keimigrasian 320 WNA Terduga Sindikat Judi Online Internasional

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:02 WIB

Pakar Militer Minta Kemenhan RI Tak Asal Beli Kapal Tanpa Rudal, Sindir Tren Alutsista Ompong

Pakar Militer Minta Kemenhan RI Tak Asal Beli Kapal Tanpa Rudal, Sindir Tren Alutsista Ompong

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:02 WIB

Fix Tutup! Disparekraf DKI Cabut Izin B-Fashion dan The Seven Terkait Narkoba

Fix Tutup! Disparekraf DKI Cabut Izin B-Fashion dan The Seven Terkait Narkoba

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:47 WIB

Anggota DPRD Fakfak Digerebek Bersama Bidan Berstatus Istri Orang di Kamar Kos, Videonya Viral!

Anggota DPRD Fakfak Digerebek Bersama Bidan Berstatus Istri Orang di Kamar Kos, Videonya Viral!

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:37 WIB

Satpol PP DKI Jaring 8 PPKS di Mampang Usai Viral Pengemis Padati Trotoar

Satpol PP DKI Jaring 8 PPKS di Mampang Usai Viral Pengemis Padati Trotoar

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:37 WIB

Tuntutan 18 Tahun Nadiem Makarim Dinilai Wajar, MAKI Soroti Kerugian Negara Triliunan Rupiah

Tuntutan 18 Tahun Nadiem Makarim Dinilai Wajar, MAKI Soroti Kerugian Negara Triliunan Rupiah

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:25 WIB

96 Persen Penduduk Tinggal di Wilayah Rawan Bencana, Kemendagri Dorong BPBD Lebih Adaptif dan Siaga

96 Persen Penduduk Tinggal di Wilayah Rawan Bencana, Kemendagri Dorong BPBD Lebih Adaptif dan Siaga

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:22 WIB

DPR RI Terima Dubes Thailand, Bahas Dampak Perang hingga Nasib Myanmar yang Di-blacklist ASEAN

DPR RI Terima Dubes Thailand, Bahas Dampak Perang hingga Nasib Myanmar yang Di-blacklist ASEAN

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:14 WIB