Dirlantas Minta Pengendara Tak Pasang Stiker Provokasi di Kendaraan

Dwi Bowo Raharjo, Yosea Arga Pramudita

Rabu, 08 Mei 2019 | 12:20 WIB
Dirlantas Minta Pengendara Tak Pasang Stiker Provokasi di Kendaraan
Pengemudi mobil Toyota Innova bernopol BA 1664 AV yang memasang stiker bertuliskan 'Ampun Pak Polisi Uang Kami Habis' ditilang polisi di ruas tol dalam kota. (Instagram/Istimewa)

Suara.com - Warganet di Instagram dihebohkan dengan Mobil Toyota Innova bernopol BA 1664 AV dengan stiker bertuliskan 'Ampun Pak Polisi Uang Kami Habis' pada bagian kaca belakang.

Pengendara mobil tersebut pun akhirnya ditilang di Jalan Tol Dalam Kota arah Cawang menuju ke ancol tepatnya dekat outramp Sunter, Jakarta Utara, Senin (6/5/2019) sekitar pukul 14.30 WIB. Sopir tersebut ditilang lantaran Surat Izin Mengemudi telah habis sejak tahun 2014.

Terkait hal tersebut, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Yusuf meminta agar para pengendara tak memasang stiker provokatif.

"Ya kalau sifatnya memprovokasi stiker itu ya tidak boleh dong, mau siapa saja dan sebagainya itu tidak boleh," ujar Yusuf di Polda Metro Jaya, Rabu (8/5/2019).

Yusuf kemudian mengimbau para pengemudi untuk menciptakan suasana kondusif berkendara. Dirinya meminta agar stiker-stiker semacam itu untuk tidak dipasang di kendaraan.

"Imbauannya ya marilah kita ciptakan suasana yang kondusif lah, ciptakan persaudaraan saja gitu sih," jelasnya.

Saat ini pihak Ditlantas belum mendalami motif sopir mobil memasang stiker diduga berisi kalimat provokatif tersebut. Meski demikian, Yusuf berharap ada pihak lain yang mengusut maksud dari sopir memasang stiker tersebut.

"Oh itu belum kita dalami, nanti fungsi lain lah yang dalami bukan kita. Yang jelas dia melanggar kemudian di cek, rupanya SIM-nya sudah mati juga ya," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, polisi menilang sopir mobil tersebut bukan karena stiker yang tertera pada bagian kaca belakang.

baca juga

Kepala Sub Direktorat Pembinaan dan Penegakkan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Polisi M Nasir mengatakan, pihaknya memberhentikan mobil itu lantaran nomor polisinya telah usang sehingga diduga belum bayar pajak akhirnya dihentikan.

Alhasil mobil dihentikan dan yang didapat ternyata SIM pengemudinya sudah mati sejak lama.

"Jadi bukan karena stiker. Itulah gunanya polisi patroli mengetahui adanya sesuatu yang aneh dari pengendara," ujar Nasir, Selasa (7/5/2019).

Akhirnya, Surat Tanda Nomor Kendaraan yang bersangkutan disita sebagai barang bukti. Polisi meminta para pengendara bisa terus mematuhi peraturan lalu lintas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sopir Mobil Berstiker Ampun Pak Polisi Uang Kami Habis Tetap Ditilang

Sopir Mobil Berstiker Ampun Pak Polisi Uang Kami Habis Tetap Ditilang

News | Selasa, 07 Mei 2019 | 18:59 WIB

Ratusan Buruh di Bekasi Rela Antre Demi SIM Gratis Saat May Day 2019

Ratusan Buruh di Bekasi Rela Antre Demi SIM Gratis Saat May Day 2019

Jabar | Rabu, 01 Mei 2019 | 15:42 WIB

Pelayanan SIM di Jakarta Libur saat Pencoblosan 17 April

Pelayanan SIM di Jakarta Libur saat Pencoblosan 17 April

News | Selasa, 16 April 2019 | 12:11 WIB

Sangat Tidak "Mantul", Kembar Identik Pakai Satu SIM untuk Berdua

Sangat Tidak "Mantul", Kembar Identik Pakai Satu SIM untuk Berdua

Otomotif | Senin, 08 April 2019 | 08:00 WIB

Keren, Pengunjung IIMS 2019 Bisa Lihat Pameran Sambil Perpanjang SIM!

Keren, Pengunjung IIMS 2019 Bisa Lihat Pameran Sambil Perpanjang SIM!

Otomotif | Jum'at, 08 Maret 2019 | 13:14 WIB

Terkini

Bantu Lansia Tetap 'Ngebul', Presiden Prabowo Bagikan Becak Listrik Gratis di Bekasi

Bantu Lansia Tetap 'Ngebul', Presiden Prabowo Bagikan Becak Listrik Gratis di Bekasi

Bekaci | Kamis, 24 September 2026 | 11:44 WIB

Awas Konflik Agraria! Wakil Ketua DPRD Jateng Desak Percepatan Sertifikasi Lahan Sawah

Awas Konflik Agraria! Wakil Ketua DPRD Jateng Desak Percepatan Sertifikasi Lahan Sawah

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 11:44 WIB

Kenapa Sepatu Lari On Cloud Punya Sol Berongga? Alasannya Bukan Sekadar Estetika

Kenapa Sepatu Lari On Cloud Punya Sol Berongga? Alasannya Bukan Sekadar Estetika

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 11:41 WIB

Airlangga Dorong Simpanan Koperasi Dijamin LPS, UU Bakal Diamendemen

Airlangga Dorong Simpanan Koperasi Dijamin LPS, UU Bakal Diamendemen

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 11:38 WIB

Mahasiswi Keperawatan Tewas Misterius di Belakang Kamar Mandi, Badan Bonyok-bonyok

Mahasiswi Keperawatan Tewas Misterius di Belakang Kamar Mandi, Badan Bonyok-bonyok

News | Kamis, 24 September 2026 | 11:38 WIB

4 Resep Menu Sarapan Praktis, Mudah Dibuat Gak Pake Lama

4 Resep Menu Sarapan Praktis, Mudah Dibuat Gak Pake Lama

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 11:37 WIB

Nvidia Siapkan Rp80,5 Triliun Beli Lahan di Batam, Buru Bisnis Data Center AI

Nvidia Siapkan Rp80,5 Triliun Beli Lahan di Batam, Buru Bisnis Data Center AI

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 11:37 WIB

Review You Will Die in 6 Hours: Saat Kematian Mengajarkan Kita Cara Menjalani Hidup

Review You Will Die in 6 Hours: Saat Kematian Mengajarkan Kita Cara Menjalani Hidup

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 11:35 WIB

276 Korban MBG Dirawat, Pemkab Batang Minta SPPG Bertanggung Jawab

276 Korban MBG Dirawat, Pemkab Batang Minta SPPG Bertanggung Jawab

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 11:34 WIB

Tiga Produk Khas Dataran Tinggi Dieng Masuk Pelindungan Indikasi Geografis di Indonesia

Tiga Produk Khas Dataran Tinggi Dieng Masuk Pelindungan Indikasi Geografis di Indonesia

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 11:31 WIB

×