Sebut Revolusi dan Jihad, Inikah Video Permadi yang Berujung Dipolisikan?

Rendy Adrikni Sadikin | Suara.com

Jum'at, 10 Mei 2019 | 14:40 WIB
Sebut Revolusi dan Jihad, Inikah Video Permadi yang Berujung Dipolisikan?
[Twitter]

Suara.com - Politikus Partai Gerindra Permadi dilaporkan ke Kepolisian Daerah Metro Jaya pada Kamis (9/5/2019) malam gara-gara ucapannya yang menyebut kata 'revolusi'.

Pelapor adalah seorang pengacara bernama Fajri. Laporan bermula dari sebuah rekaman video yang beredar di situs berbagi Youtube dan dijadikan bukti untuk melaporkan Permadi.

Berdasarkan penelusuran SUARA.com, Jumat (10/5/2019), ada sebuah rekaman video yang diunggah oleh channel milik Muhammad Saleh pada Rabu (8/5/2019). Video itu diunggah dengan judul 'GNCP : Mbah Permadi " SIAP REVOLUSI " 8-5-2019'.

Dalam video tersebut, Permadi menyerukan revolusi. Menurut dia, persoalan kubu Prabowo Subianto melawan Joko Widodo tidak bisa diselesaikan dengan jalan perundingan maupun konstitusi, tapi dengan revolusi.

Permadi mengatakan Tuhan sedang menyaring manusia Indonesia. Menurut Permadi, ketika kedua kubu bertemu, pasti akan ada pertempuran. Korban pun, ujar Permadi, akan banyak yang berjatuhan.

"Kita sudah siap, sebagian rakyat sudah siap. Tapi saya ingatkan, musuh kita juga sudah siap. Siap mati mereka. Karena, jenderal yang mendukung Jokowi, kalau sampai Jokowi kalah, semua akan dipenjara dan akan dihukum mati. Jadi mereka dengan mengorbankan rakyat akan terus menganggu kita. Sekarang saya katakan, Tuhan sedang menyaring manusia indonesia. Seperti gabah den interi. Mana yang ikut angkara murka, mana yang ikut budi luhur," ujarnya.

"Sesudah terkristalisasi, pasti akan bertemu, bertempur! Korbannya sangat sangat banyak, tadi saya katakan apa yang dikatakan oleh bapak seluruhnya benar. tetapi tidak bisa diselesaikan dengan perundingan, dengan konstitusi, dengan apapun, kecuali dengan revolusi," kata Permadi.

Setelah Permadi mengucapkan kata revolusi, sejumlah orang yang berada di balik meja dan di ruangan tersebut riuh bertepuk tangan.

Permadi pun memastikan banyaknya korban karena revolusi tersebut. Dia kembali menegaskan bahwa tanpa revolusi, masalah di Indonesia tidak akan selesai.

"Karena itu korban pasti besar. Kita harus satu pendapat. Ada pendapat yang ingin mengikuti konsitusi, tapi saya ingin rubahlah pendapat itu. Sudah saya katakan, tanpa revolusi, kita tidak akan menyelesaikan masalah di indonesia ini," kata Permadi.

"Masalah di Indonesia ini bukan Jokowi, bukan Luhut, bukan Megawati, tetapi di belakangnya, C**a dengan 2 miliar penduduk yang siap menyerbu Indonesia," ujar Permadi.

"Kalau saja undang undang dasar yang dibuat oleh Megawati dan Amien Rais yang mengamandemen, tidak dirubah kembali ke Undang-undang dasar asli, sebentar lagi presiden kita C**a. Separuh menterinya juga C**a yang penting-penting. Kita cuma kebagian menteri perempuan dan menteri yang tidak penting-penting," tambah Permadi.

"Dan dalam waktu 10 tahun, kita akan menjadi bangsa yang terjajah, seperti Aborigin di Australia, seperti Indian di Amerika. Karena itu tidak ada jalan lain kecuali revolusi dan jangan menghitung korban. Korban pasti besar. Kalau kita mau tidak ada korban, mundur saja," kata Permadi.

"Sangat parah, tapi itu kehendak Tuhan. Tuhan akan mendukung budi luhur, karena tentara Allah ada di pihak kita. Dan Tuhan akan membantu kita dengan bencana yang mahadahsyat, yang belum pernah terjadi di dunia ini untuk menghancurkan angkara murka," tambah Permadi.

"Begitu tanggal 22 diumumkan, pasti terjadi benturan. Apakah memenangkan Jokowi atau memenangkan Prabowo, sama pasti akan benturan, karena mereka juga siap untuk mati. Kita pun siap untuk mati. Para ulama dan para habib sudah menyatakan jihad," ucap Permadi disambut takbir sejumlah orang di ruangan itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selain Bisa Bicara dengan Hewan, Rizky Juga Sebut Prabowo Bapak Pendidikan

Selain Bisa Bicara dengan Hewan, Rizky Juga Sebut Prabowo Bapak Pendidikan

News | Rabu, 01 Mei 2019 | 05:21 WIB

Rachel Maryam ke Mahfud MD: Paling Gampang Tuduh Radikal dan Garis Keras

Rachel Maryam ke Mahfud MD: Paling Gampang Tuduh Radikal dan Garis Keras

News | Senin, 29 April 2019 | 08:23 WIB

Setuju Usulan Perludem, Gerindra: Sentra Gakkumdu Harus Dibubarkan!

Setuju Usulan Perludem, Gerindra: Sentra Gakkumdu Harus Dibubarkan!

News | Sabtu, 27 April 2019 | 16:56 WIB

TKN Respons Klaim Gerindra Prabowo Lebih Diinginkan Keluarga Paspampres

TKN Respons Klaim Gerindra Prabowo Lebih Diinginkan Keluarga Paspampres

News | Kamis, 25 April 2019 | 19:42 WIB

Terkini

Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah

Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah

News | Kamis, 02 April 2026 | 00:08 WIB

9.401 Peserta BPJS PBI Tak Terlacak dan 3.934 Lainnya Telah Meninggal, Mensos Beri Penjelasan

9.401 Peserta BPJS PBI Tak Terlacak dan 3.934 Lainnya Telah Meninggal, Mensos Beri Penjelasan

News | Rabu, 01 April 2026 | 22:29 WIB

Efisiensi Anggaran, Gus Ipul Ajak Pegawai Kemensos Naik Kendaraan Umum hingga Sepeda Sekali Sepekan

Efisiensi Anggaran, Gus Ipul Ajak Pegawai Kemensos Naik Kendaraan Umum hingga Sepeda Sekali Sepekan

News | Rabu, 01 April 2026 | 21:54 WIB

Viral! Wartawan Diculik dan Diperas Oknum Mengaku Polisi di Bekasi, Saldo Rp13 Juta Ludes

Viral! Wartawan Diculik dan Diperas Oknum Mengaku Polisi di Bekasi, Saldo Rp13 Juta Ludes

News | Rabu, 01 April 2026 | 21:50 WIB

Menteri Hukum Serahkan 146 Sertifikat KI, Lindungi Warisan Budaya Bali

Menteri Hukum Serahkan 146 Sertifikat KI, Lindungi Warisan Budaya Bali

News | Rabu, 01 April 2026 | 21:43 WIB

Ketahuan Saat Bayar Utang! Begini Kronologi Penangkapan Mahfud Dukun Pengganda Uang Asal Cianjur

Ketahuan Saat Bayar Utang! Begini Kronologi Penangkapan Mahfud Dukun Pengganda Uang Asal Cianjur

News | Rabu, 01 April 2026 | 21:30 WIB

Program KNMP Dongkrak Produktivitas Nelayan hingga Dua Kali Lipat

Program KNMP Dongkrak Produktivitas Nelayan hingga Dua Kali Lipat

News | Rabu, 01 April 2026 | 21:08 WIB

Gugur dalam Misi Perdamaian PBB, Ini Rincian Penghormatan dan Santunan untuk 3 Prajurit TNI

Gugur dalam Misi Perdamaian PBB, Ini Rincian Penghormatan dan Santunan untuk 3 Prajurit TNI

News | Rabu, 01 April 2026 | 20:54 WIB

Naik 500 Persen! Program KNMP Sukses Ciptakan Belasan Lapangan Kerja Baru di Wilayah Pesisir

Naik 500 Persen! Program KNMP Sukses Ciptakan Belasan Lapangan Kerja Baru di Wilayah Pesisir

News | Rabu, 01 April 2026 | 20:30 WIB

Kemensos Desain Ulang Pola Kerja untuk Efisiensi dan Produktivitas Digital

Kemensos Desain Ulang Pola Kerja untuk Efisiensi dan Produktivitas Digital

News | Rabu, 01 April 2026 | 20:21 WIB