Kritik Sistem Demokrasi Indonesia Lewat Sebuah Buku

Iwan Supriyatna | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Jum'at, 17 Mei 2019 | 05:52 WIB
Kritik Sistem Demokrasi Indonesia Lewat Sebuah Buku
Peluncuran buku mengkritik sistem demokrasi Indonesia. (Suara.com/Fakhri)

Suara.com - Direktur Lembaga Kajian Strategis Bangsa (LKSB) Abdul Ghopur melayangkan kritiknya pada sistem demokrasi di Indonesia lewat sebuah buku. Buku tersebut berjudul Ironi Demokrasi, Menyibak Tabir dan Menggali Makna Tersembunyi Demokrasi.

Ghopur menganggap, demokrasi di Indonesia penerapannya tidak seperti makna demokrasi yang seharusnya. Demokrasi di Indonesia disebutnya belum dipahami rakyat secara menyeluruh.

"Demokrasi di Indonesia masih bersifat simbolis dan formal legalistik, masih berkutat pada demokrasi yang amat prosedural," ujar Ghopur saat acara peluncuran bukunya di Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jakarta Pusat, Kamis (17/5/2019).

Ghopur menganggap jika demokrasi bisa diimplementasikan sampai lapisan terbawah, maka Indonesia bisa memaknai arti demokrasi itu sendiri. Namun, ia menganggap model yang ada di Indonesia saat ini belum bisa mewujudkannya.

Buku tersebut juga dikatakan Ghopur mencoba membuka lagi bagaimana pembentukan sistem demokrasi Indonesia bisa terbentuk.

Menurutnya, jika menelisik lagi ke masa lalu, akan disadari nilai demokrasi di Indonesia yang semakin mundur.

Ia mencontohkan penanaman nilai-nilai luhur bangsa yang dilakukan melalui musyawarah oleh para pendiri bangsa. Mereka disebut Ghopur sudah sejak Indonesia berdaulat menjadikan demokrasi sebagai cita-cita bangsa.

"Itulah salah satu contoh bagaimana bangsa kita berdemokrasi yang mengedepankan asas musyawarah-mufakat, kebersamaan dan keutuhan bangsa," ujar Ghopur.

Peluncuran buku ini juga dihadiri beberapa tokoh. Diantaranya adalah Ketua Umum Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Said Aqil Siroj, Budayawan, Franz Magnis Suseno, Ketua PP. Muhammadiyah, Kyai Kusen Al-Cepu, Ketua Pusat Generasi Muda Perhimpunan Indonesia-Tionghoa, Krista Wijaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jelang Pencoblosan, Kubu Prabowo Minta Peretasan di Pemilu 2019 Dihentikan

Jelang Pencoblosan, Kubu Prabowo Minta Peretasan di Pemilu 2019 Dihentikan

News | Selasa, 16 April 2019 | 11:46 WIB

Nicky Hogan Luncurkan Buku Investasi untuk Penyandang Disabilitas

Nicky Hogan Luncurkan Buku Investasi untuk Penyandang Disabilitas

Press Release | Selasa, 09 April 2019 | 21:00 WIB

Cara Cashwagon Tingkatkan Pemahaman Literasi Keuangan Anak Yatim Piatu

Cara Cashwagon Tingkatkan Pemahaman Literasi Keuangan Anak Yatim Piatu

Press Release | Senin, 01 April 2019 | 22:46 WIB

Terkini

Intelejen Israel Bawa Kabar Buruk, Ambisi Trump dan Netanyahu Kuasai Iran Diprediksi Kandas

Intelejen Israel Bawa Kabar Buruk, Ambisi Trump dan Netanyahu Kuasai Iran Diprediksi Kandas

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 09:32 WIB

Karma Bunuh Anak-anak Gaza dan Iran, Keluarga Netanyahu Berantakan: Istri Stres, Putra-putri Dibully

Karma Bunuh Anak-anak Gaza dan Iran, Keluarga Netanyahu Berantakan: Istri Stres, Putra-putri Dibully

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 09:09 WIB

KPK Buka Suara Soal Tahanan 'Naik-Turun' Status: Ini Alasan Pengalihan Penahanan Eks Menteri Agama

KPK Buka Suara Soal Tahanan 'Naik-Turun' Status: Ini Alasan Pengalihan Penahanan Eks Menteri Agama

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 09:09 WIB

Korlantas Siapkan One Way Lokal Jelang Puncak Arus Balik 2829 Maret 2026

Korlantas Siapkan One Way Lokal Jelang Puncak Arus Balik 2829 Maret 2026

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 09:04 WIB

Indonesia Tak Masuk Daftar, Begini Cara Militer Iran Seleksi Kapal yang Boleh Lewati Selat Hormuz

Indonesia Tak Masuk Daftar, Begini Cara Militer Iran Seleksi Kapal yang Boleh Lewati Selat Hormuz

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 08:46 WIB

AS Ditinggal Sekutu, Jerman Sebut Agresi Militer Amerika Serikat ke Iran Ilegal

AS Ditinggal Sekutu, Jerman Sebut Agresi Militer Amerika Serikat ke Iran Ilegal

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 08:27 WIB

Kala Prabowo Temui Rakyat di Permukiman Kumuh Bantaran Rel Senen

Kala Prabowo Temui Rakyat di Permukiman Kumuh Bantaran Rel Senen

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 08:21 WIB

Donald Trump Geram, Larang Iran Pungut Biaya dari Kapal Dagang Selat Hormuz

Donald Trump Geram, Larang Iran Pungut Biaya dari Kapal Dagang Selat Hormuz

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 08:15 WIB

Termakan Kesombongan Sendiri, Militer Israel Diambang Kolaps, Terpecah dari Dalam

Termakan Kesombongan Sendiri, Militer Israel Diambang Kolaps, Terpecah dari Dalam

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 08:08 WIB

BMKG Prakirakan Hujan Guyur Mayoritas Wilayah Indonesia pada Jumat

BMKG Prakirakan Hujan Guyur Mayoritas Wilayah Indonesia pada Jumat

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 07:35 WIB