Suhu Kutub Utara Meningkat Diduga Jadi Penyebab Kematian 58 Paus di Amerika

Bangun Santoso

Jum'at, 17 Mei 2019 | 11:54 WIB
Suhu Kutub Utara Meningkat Diduga Jadi Penyebab Kematian 58 Paus di Amerika
Ilustrasi ikan-ikan paus (Shutterstock).

Suara.com - Puluhan paus abu-abu ditemukan mati di sepanjang West Coast, Amerika Serikat dalam beberapa pekan belakangan dan sebagian ilmuwan percaya penyebabnya berada jauh di utara di perairan Kutub Utara yang menghangat.

Sebanyak 58 paus abu-abu telah ditemukan terdampar dan mati sepanjang tahun ini di beberapa tempat mulai dari California hingga Alaska, kata National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA).

Temuan paling akhir yang diumumkan pada Rabu (16/5) oleh NOAA ialah satu paus abu-abu yang mati di Turnagain Arm, saluran air kecil yang berhubungan dengan gletse di lepas pantai Anchorage --tempat paus abu-abu jarang menjelajah.

"Mereka bergerak ke utara dari lahan musim dingin mereka di Mexico dan tampaknya kehabisan udara," kata Michael Milstein, Juru Bicara Fisheries Service di NOAA, sebagaimana dilansir Antara dari Reuters, Jumat (17/5/2019).

Ikan paus mati yang diperiksa sejauh ini telah kekurangan gizi, dan hipotesis saat ini ialah hewan tersebut gagal makian cukup tahun lalu di lahan musim panas mereka di Laut Bering dan Chukchi di lepas pantai Alaska, kata Milstein.

Di sana lah mereka melakukan sebagian besar kegiatan makan tahunan mereka dan tempat mereka mengumpulkan lemak yang mencukupi mereka sampai musim panas tahun depan, katanya.

"Orang mengira bahwa sesuatu yang jelas terjadi di sana yang membuat ikan paus tidak memperoleh cukup banyak makanan," kata Milstein. "Mengingat bahwa mereka menimbun bobot pada musim panas di sana, kematian tersebut mungkin tak terelakkan."

Banyak ikan pau yang mati telah ditemukan di San Francisco Bay dan Puget Sound di lepas pantai Seattle. Hewan itu mungkin singgah di sana untuk mencari makanan, atau mereka "bisa jadi kelelahan dan mereka mencari tempat untuk istirahat", kata Mistein.

Pertambahan populasi

baca juga

Peraitran Kutub Utara yang menghangat bukan satu-satunya teori mengenai kematian ikan paus tersebut.

Populasi ikan paus abu-abu Eastern North Pacific telah tumbuh sangat banyak, jadi sebanyak 27.000 hewan. "Mereka mungkin bersaing untuk memperoleh makanan," kata Milstein. "Saat bertambah banyak populasi ikan paus, makin banyak pula ikan paus akan mati dari waktu ke waktu," ia menambahkan.

Banyak bukti menunjuk kepada masalah makanan di lahan musim panas ikan paus di Acrtic Circle.

Laut Bering dan Chukchi telah sangat hangat sejak 2016, dengan temperatur permukaan air laut mencapai rekor atau mendekati rekor tinggi dan sangat kurangnya laut es, kondisi yang tak pernah terjadi sebelumnya.

Es musim dingin pada 2018 di Laut Bering adalah paling rendah dalam catatan yang membentang lebih dari 150 tahun, dan lapisan es pada musim dingin lalu hampir sama rendahnya.

Kekurangan lapisan es laut dan sangat hangatnya temperatur berkaitan dengannya telah berkaitan dengan beberapa gangguan di Laut Bering dan Chukchi, termasuk kematian burun dan anjing laut, kata banyak ahli biologi dan ilmuwan iklim.

"Itu mempengaruhi jaringan makanan dari ganggang sampai udang kecil," kata Rick Thoman, ilmuwan iklim di Alaska Center for Climate Assessment and Policy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

NOAA Sebut Kutub Utara Magnet Bumi Sedang Bergerak Menuju Siberia

NOAA Sebut Kutub Utara Magnet Bumi Sedang Bergerak Menuju Siberia

Tekno | Senin, 13 Mei 2019 | 19:58 WIB

Ilmuwan Bingung, Kenapa Puluhan Ikan Paus Mati Kelaparan di Pasifik

Ilmuwan Bingung, Kenapa Puluhan Ikan Paus Mati Kelaparan di Pasifik

Tekno | Selasa, 07 Mei 2019 | 06:20 WIB

Ikan Paus Misterius Diduga Jadi Senjata Rahasia Rusia, Ini Tanda-tandanya

Ikan Paus Misterius Diduga Jadi Senjata Rahasia Rusia, Ini Tanda-tandanya

Tekno | Rabu, 01 Mei 2019 | 15:59 WIB

Seekor Paus di Filipina Mati Usai Telan 40 Kg Sampah Plastik Karung Beras

Seekor Paus di Filipina Mati Usai Telan 40 Kg Sampah Plastik Karung Beras

Lifestyle | Kamis, 21 Maret 2019 | 07:45 WIB

Resort Anti Gempa di Jepang, Bentuknya Mirip Rumah Iglo di Kutub Utara

Resort Anti Gempa di Jepang, Bentuknya Mirip Rumah Iglo di Kutub Utara

Lifestyle | Kamis, 14 Maret 2019 | 21:30 WIB

Terkini

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:09 WIB

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:08 WIB

×