Dilarang Tutup Jalan di Bawaslu, Massa GNKR Ribut Mulut dengan Polisi

Selasa, 21 Mei 2019 | 14:51 WIB
Dilarang Tutup Jalan di Bawaslu, Massa GNKR Ribut Mulut dengan Polisi
Situasi demonstrasi di depan kantor Bawaslu RI. (Suara.com/Fakhri).

Suara.com - Massa Gerakan Kedaulatan Rakyat yang menggelar aksi unjuk rasa di kantor Bawaslu RI, Jakarta terlibat cekcok dengan aparat kepolisian. Pemicu keributan itu karena para pendemo menutup Jalan Thamrin arah Bundaran HI.

Awalnya massa melakukan aksi di depan pagar berduri yang dipasang di jalur Transjakarta atau busway. Tak lama, massa yang hadir semakin ramai bersama dengan mobil komando yang dipimpin oleh Ustaz Bernard Abdul Jabbar.

Setelah mau memulai orasinya, Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Harry Kurniawan menaiki mobil komando dan mematikan alat pengeras suara. Sontak massa ribut dan berteriak-teriak.

Massa aksi saat berdemo di depan kantor Bawaslu RI. (Suara.com/Fakhri).
Massa aksi saat berdemo di depan kantor Bawaslu RI. (Suara.com/Fakhri).

Harry terlibat adu mulut dengan beberapa perwakilan massa. Harry meminta agar massa aksi tidak menghalangi jalan Thamrin yang mengarah ke Bundaran HI. Ia menyebut lokasi massa sekarang yang berada di depan mall Sarinah tidak sesuai dengan lokasi yang disediakan.

"Kalian kami izinkan, ini hak kalian melakukan aksi damai. Tapi tolong jangan menghalangi jalan. Ini kendaraan sudah menumpuk," ujar Harry di lokasi.

Bernard lantas tidak terima begitu saja. Ia menyebut lokasi aksi yang disediakan oleh polisi bukan depan kantor Bawaslu, melainkan kantor Bank Mandiri.

"Kita sesuai izin aksinya di depan Bawaslu pak. Kalau di situ namanya kita demoin bank mandiri," ujar Bernard.

Tak lama kepolisian membentuk barikade yang melingkari massa aksi karena massa aksi mulai saling berteriak. Negosiasi berlangsung alot antara Harry dan perwakilan massa aksi.

Hingga pukul 14.32 massa aksi belum melangsungkan demonstrasi. Mereka masih mempermasalahkan lokasi aksi yang tidak sesuai. Massa GNKR menyerukan untuk menolak hasil rekapitulasi suara yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Baca Juga: Jansen Demokrat Gebrak Meja saat Rekapitulasi Akhir, Protes KPU dan Bawaslu

Massa aksi menyebut Pemilu kali ini telah dicurangi hingga menguntungkan salah satu pihak. Namun, massa hanya bisa demo di bagian luar jalan Thamrin karena sekitar Bawaslu sudah dipasangi kawat berduri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI