Ade Armando Kupas Gerakan Islamis-Tarbiyah di Universitas Indonesia

M. Reza Sulaiman, Muhammad Yasir

Sabtu, 01 Juni 2019 | 06:33 WIB
Ade Armando Kupas Gerakan Islamis-Tarbiyah di Universitas Indonesia
Ilustrasi gerakan Islamis. (Shutterstock)

Suara.com - Peneliti dari Universitas Indonesia, Ade Armando mengungkapkan organisasi Islamis - Tarbiyah merupakan satu-satunya organisasi eksternal yang memiliki basis kokoh di kampus Universitas Indonesia. Organisasi yang disebut Ade memiliki afiliasi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu pun menurutnya terus berkembang.

Ade menerangkan Islamis adalah kalangan yang memiliki keyakinan bahwa suatu bangsa harus hidup dengan tunduk pada aturan-aturan yang ditetapkan Tuhan dalam kitab suci Al-Quran dan hadits. Sedangkan, Tarbiyah adalah gerakan yang menitik beratkan pendekatan kultural-pendidikan untuk membangun sebuah masyarakat yang patuh pada aturan-aturan Tuhan dalam kitab suci Al Quran dan Hadits.

"Mereka pada dasarnya adalah gerakan politik," kata Ade dalam rilis survei Setara Institut bertajuk Wacana dan Gerakan Keagamaan di Kalangan Mahasiswa: Memetakan Ancaman atas Negara Pancasila di PTN, di Hotel Ibis, Thamrin Jakarta Pusat, Jumat (31/5/2019).

Ade mengatakan secara kultural organisasi Islamis - Tarbiyah mencita-citakan sebuah masyarakat Islamis. Sementara secara politik, mereka menginginkan sebuah negara yang memastikan kepastian penegakan sistem syariah.

"Idealnya mendirikan sebuah negara Islam tanpa harus dinyatakan sebagai negara Islam. Contoh, yang sedang diperjuangkan soal penerapan perda Syariah di Depok. Contoh ekstrem, Aceh," ungkapnya.

Menurut Ade, gerakan Islamis - Tarbiyah percaya untuk mencapai cita-cita negara Islam untuk itu mereka harus menguasai lembaga-lembaga strategis di masyarakat. Adapun, kata Ade, salah satu lembaga strategis yakni lewat perguruan tinggi negeri yang nantinya akan melahirkan kader-kader yang akan menempati posisi strategis di tengah masyarakat.

Gerakan Islamis - Tarbiyah di kampus UI itu sendiri menurut Ade sudah terbangun sejak tahun 1990-an. Gerakan tersebut mulai mengalami percepatan luar biasa sejak era reformasi. Momentum terpenting kata Ade adalah ketika gerakan Islamis - Tarbiyah itu menjadi motor terpilihnya Gumilar Somantri sebagai rektor UI periode 2007-2012.

"Berbagai posisi kunci di tingkat universitas, fakultas dan kelembagaan diisi oleh kader Islamis - Tarbiyah," ungkap Ade.

Ade Armando mengupas perkembangan gerakan Islamis - Tarbiyah di Universitas Indonesia. (Suara.com/Muhammad Yasir)
Ade Armando mengupas perkembangan gerakan Islamis - Tarbiyah di Universitas Indonesia. (Suara.com/Muhammad Yasir)

Lebih lanjut, Ade mengatakan bahwasanya narasi yang dibangun oleh gerakan Islamis - Tarbiyah yakni mahasiswa diharuskan menjadi 'muslim kaffah' dalam arti mereka harus mejadi muslim yang sungguh-sungguh. Narasi lain yang dibangun yakni bahwa Islam berada di bawah ancaman kaum kafir, liberal, sekuler, non-muslim hingga Gazwul Fiktri (perang pemikiran).

baca juga

Ade menuturkan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Nuansa Islam UI atau SALAM UI ialah perwujudan dari gerakan Islamis - Tarbiyah. Salam UI itu sendiri merupakan unit kegiatan mahasiswa (UKM) resmi yang didanai oleh pihak kampus UI. Bahkan, pimpinan SALAM UI itu kata Ade adalah Ketua Majelis Syuro yang merupakan seorang mahasiswa senior yang dipilih oleh pengurus Tarbiyah.

"Gerakan islamis-Tarbiyah ini terkoordinasi baik. Majelis Syuro berkoordinasi dengan alumni dan dosen yang tergabung dengan Tarbiyah, dan memiliki hubungan dengan PKS wilayah dakwah Jawa Barat. SALAM UI tidak independen – mereka diarahkan oleh kaum senior dan PKS," tukasnya.

Ade menerangkan di bawah Majelis Syuro terdapat tiga divisi utama, yakni kaderisasi, keilmuan dan barisan muslimah. Selain itu, ada pula divisi-divisi yang bertanggung jawab atas kegiatan lapangan: syiar, aksi dan propaganda, sosial politik (urusan kegiatan BEM), dan koordinator fakultas.

"Majelis Syuro menentukan siapa yang akan maju menjadi Ketua BEM. Keputusan Majelis Syuro adalah final dan harus diikuti di semua fakultas. Karena sistem komando, dalam sejarah pemilihan BEM di UI sejak awal reformasi, hanya tiga kali pemilihan dimenangkan oleh bukan kader Tarbiyah," kata Ade.

Menurutnya, tidak hanya di tingkat mahasiswa, gerakan Islamis - Tarbiyah juga berusaha menguasai jajaran dosen, pimpinan fakultas, hingga tingkat kelembagaan di kampus UI. Gerakan Islamis - Tarbiyah juga berhasil menempatkan kader-kadernya sebagai Direktur Kemahasiswaan, Direktur Pendidikan, dan Direktur SDM.

"Ini mempermudah pengangkatan dosen-dosen muda, alokasi beasiswa, pendanaan kegiatan, atau aktivitas mahasiswa baru yang pro Tarbiyah," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Survei Setara: UI, UGM, IPB, dan 7 PTN Lainnya Terpapar Paham Radikalisme

Survei Setara: UI, UGM, IPB, dan 7 PTN Lainnya Terpapar Paham Radikalisme

News | Jum'at, 31 Mei 2019 | 18:28 WIB

Ade Armando: Mereka Berharap Kekacauan Terjadi, Terus Umat Islam Bergerak

Ade Armando: Mereka Berharap Kekacauan Terjadi, Terus Umat Islam Bergerak

News | Rabu, 22 Mei 2019 | 19:55 WIB

Alasan Anak Penyapu Jalan Ini Pilih Fakultas Kedokteran UI Bikin Baper

Alasan Anak Penyapu Jalan Ini Pilih Fakultas Kedokteran UI Bikin Baper

News | Rabu, 24 April 2019 | 14:29 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×