Geger! Presiden Filipina Rodrigo Duterte Mengaku Dulu Seorang Gay

Reza Gunadha | Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Suara.com

Selasa, 04 Juni 2019 | 11:24 WIB
Geger! Presiden Filipina Rodrigo Duterte Mengaku Dulu Seorang Gay
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte (AFP/Noel Celis).

Suara.com - Presiden Filipina Rodrigo Duterte membuat gempar publik karena pengakuannya tentang seksualitas dalam sebuah acara di Tokyo pada Kamis (30/5/2019) lalu.

Di hadapan orang-orang Filipina, ia mengaku telah 'menyembuhkan' diri dari homoseksualitas dengan bantuan 'wanita cantik'.

Duterte mengakhiri acara itu dengan mencium beberapa wanita penonton di atas panggung, meski tindakan tersebut pernah membuatnya dihujani kritik tahun lalu.

Diberitakan The New York Times, Senin (3/6/2019), dalam pidatonya, Duterte juga terdengar menghina Senator Antonio Trillanes dengan menyebutnya gay.

Trillanes memberikan tanggapan, yang disampaikan oleh juru bicaranya pada Senin (3/6/2019).

Ia mengatakan, "Dengan mengakui masa lalunya sebagai gay, saya mulai curiga sebenarnya Duterte tampaknya terobsesi pada saya."

"Sangat mungkin juga bahwa citranya sebagai orang kuat hanyalah kedok," tambah Trillanes. "Apa pun itu, komentar Duterte tersebut menunjukkan betapa sesat dan sakitnya pikirannya."

Dalam tiga tahun masa jabatannya sebagai presiden, Duterte semakin dikenal sebagai pemimpin negara yang suka berucap dan bertindak kontroversial.

Dia sering menyebut homoseksualitas sebagai penghinaan, yang ia gunakan untuk menggambarkan pemberontak Komunis, pastor Katolik, dan mantan duta besar Amerika Serikat untuk negaranya.

Namun Duterte juga sempat mengungkapkan pandangan lain, yang kemudian mendatangkan dukungan untuknya dari aktivis hak-hak gay Filipina. Meskipun di masa lalu menentang kelompok-kelompok penyuka sesama jenis, kini Duterte mendukung mereka.

Suara.com mengutip The New York Times, homoseksualitas tidak dilarang di Filipina. Orang-orang dengan homoseksualitas menjalani hubungan yang terbuka di sana.

Sejumlah aktivis hak-hak gay Filipina mengatakan, mereka telah terbiasa dengan pernyataan Duterte yang menghebohkan.

"Pernyataan Duterte licin seperti merkuri," kata Danton Remoto, kepala Ladlad, partai politik L.G.B.T. Filipina. "Pendapatnya tergantung pada yang mendengarnya."

Di sisi lain, Rhadem Camlian Morados, seorang aktivis hak-hak gay sekaligus pembuat film, mengatakan bahwa kali ini, tindakan Duterte keterlaluan.

"Lelucon gay-nya sangat kontraproduktif dan merendahkan," ujar Morados. "Seolah-olah orang-orang gay perlu didoakan dan homoseksualitas adalah penyakit yang perlu disembuhkan."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lagi Pidato, Presiden Filipina Rodrigo Duterte Digerayangi Kecoa

Lagi Pidato, Presiden Filipina Rodrigo Duterte Digerayangi Kecoa

News | Kamis, 09 Mei 2019 | 15:40 WIB

Dikirimi Sampah dari Kanada, Presiden Filipina Duterte Ancam Perang

Dikirimi Sampah dari Kanada, Presiden Filipina Duterte Ancam Perang

News | Kamis, 25 April 2019 | 15:31 WIB

Buron dari Brunei, Aksi Pria Gay ini Ternyata Bukan Terkait Hukum Syariat

Buron dari Brunei, Aksi Pria Gay ini Ternyata Bukan Terkait Hukum Syariat

News | Senin, 08 April 2019 | 16:30 WIB

Soal Hukum Rajam LGBT, Warganet Brunei : Itu Hoaks, Pelintiran Sana Sini

Soal Hukum Rajam LGBT, Warganet Brunei : Itu Hoaks, Pelintiran Sana Sini

News | Kamis, 04 April 2019 | 13:19 WIB

Pernikahan Sesama Jenis, Pria Ini Dipaksa Menyamar Jadi Wanita

Pernikahan Sesama Jenis, Pria Ini Dipaksa Menyamar Jadi Wanita

Lifestyle | Selasa, 05 Maret 2019 | 16:40 WIB

Terkini

WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi

WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi

News | Kamis, 02 April 2026 | 23:02 WIB

Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana

Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana

News | Kamis, 02 April 2026 | 22:15 WIB

Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan

Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:44 WIB

Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah

Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:30 WIB

Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo

Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:17 WIB

Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL

Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:13 WIB

KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan

KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:42 WIB

Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....

Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:39 WIB

Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan

Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:33 WIB

2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar

2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:29 WIB