Ini Sosok Anastasio Somoza, Eks Diktator Nikaragua yang Dikutip Tim Prabowo

Rendy Adrikni Sadikin | Chyntia Sami Bhayangkara | Suara.com

Jum'at, 14 Juni 2019 | 12:35 WIB
Ini Sosok Anastasio Somoza, Eks Diktator Nikaragua yang Dikutip Tim Prabowo
Eks diktator Nikaragua Anastasio Somoza Garcia (wikipedia)

Suara.com - Ketua Tim Kuasa Hukum pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Bambang Widjojanto membacakan gugatan dalam sidang perdana Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019.

Dalam pembacaan gugatan, pria yang kerap disapa BW sempat menyinggung mengenai sosok eks diktator Nikaragua Anastasio Somoza. Semasa memimpin Nikaragua, Anastasio Somoza menyatakan "Indeed, you won the elections but I won the count (Memang Anda memenangkan pemilihan, tetapi saya memenangkan hasil penghitungan)".

"Kalimat itu dimaknai bahwa kekuasaan diktator punya kekuatan dan otoritas untuk melakukan apa saja yang dikehendakinya dengan melakukan berbagai manipulasi, kecurangan, rekayasa seluruh fasilitas dan infrastruktur kekuasaan, untuk kepentingan dirinya sendiri dan kelompoknya guna memenangkan proses Pemilu," kata BW dalam persidangan di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jumat (14/6/2019).

Lantas, siapa sesungguhnya sosok Anastasio Somoza yang dikutip pernyataannya oleh BW?

Berdasarkan hasil penelusuran Suara.com dari berbagai sumber, Anastasio Somoza Garcia merupakan seorang pimpinan diktator yang sangat melegenda di Nikaragua. Ia lahir pada 1 Februari 1896.

Anastasio Somoza Garcia menjadi Kepala Garda Nasional (Guardia) Nikaragua. Ia memimpin gerakan kudeta dan berhasil menggulingkan pemerintahan Presiden Sacasa pada 1936 dengan perolehan suara yang sangat tinggi.

Ia menjadi salah satu orang terkaya di Amerika Latin dengan total kekayaan diperkirakan mencapai 60 juta dolar Amerika Serikat. Bahkan 40 persen perekonomian Nikaragua dan 30 persen lahan subur dikuasai oleh Anastasio Somoza.

Anastasio Somoza dikenal sebagai sosok yang antipati terhadap masyarakat kecil. Selama masa kepemimpinannya, ia hanya fokus dalam peningkatan kekuatan dan kekayaan pribadi dan politik.

Hampir seluruh institusi di Nikaragua mulai dari militer, polisi, pengadilan, kantor pos hingga transportasi dikuasai oleh keluarga Anastasio Somoza.

Sebagai sekutu Amerika Serikat, ia banyak mendapatkan keuntungan selama menjabat sebagai presiden. Berbagai perusahaan nasional pun berada di bawah kekuasaan Anastasio Somoza.

Selama kurun waktu 1946 hingga 1976, Anastasio Somoza menerima program bantuan militer dengan total lebih dari 29 juta dolar Amerika Serikat dan bantuan ekonomi sebesar 300 juta dolar Amerika Serikat. Bantuan yang diterima tersebut digunakan untuk memlei berbagai perlengkapan militer dari Amerika Serikat dan Israel.

Pada 21 September 1956, Anastazio Somoza ditembak orang tak dikenal. Ia menghembuskan napas terakhirnya sepekan kemudian. Posisi presiden dilanjutkan oleh anaknya, Luis Somoza Debayle kemudian dilanjutkan oleh Anastasio Somoza Debayle hingga 1979.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Pendapat Yusril dan Saldi Isra yang Dikutip Tim Prabowo di Sidang MK

Ini Pendapat Yusril dan Saldi Isra yang Dikutip Tim Prabowo di Sidang MK

News | Jum'at, 14 Juni 2019 | 12:31 WIB

Tim Prabowo: Jokowi Minta Pendukung Pakai Baju Putih ke TPS Membahayakan

Tim Prabowo: Jokowi Minta Pendukung Pakai Baju Putih ke TPS Membahayakan

News | Jum'at, 14 Juni 2019 | 11:11 WIB

Ini Hadis Nabi yang Dikutip Tim Hukum Prabowo saat Baca Gugatan di MK

Ini Hadis Nabi yang Dikutip Tim Hukum Prabowo saat Baca Gugatan di MK

News | Jum'at, 14 Juni 2019 | 11:10 WIB

Terkini

Dokter Magang di Jambi Meninggal Diduga Kelelahan, MGBKI Kritik Adanya Kegagalan Sistem

Dokter Magang di Jambi Meninggal Diduga Kelelahan, MGBKI Kritik Adanya Kegagalan Sistem

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 16:24 WIB

Wamendagri Bima: Generasi Muda Harus Siap Pimpin Indonesia Menuju Negara Maju

Wamendagri Bima: Generasi Muda Harus Siap Pimpin Indonesia Menuju Negara Maju

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 15:51 WIB

Wamendagri Bima Arya Nilai Pacitan Berpotensi Jadi Kota Wisata Unggulan

Wamendagri Bima Arya Nilai Pacitan Berpotensi Jadi Kota Wisata Unggulan

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 15:34 WIB

Groundbreaking Mapolda DIY, Kapolri Dorong Pelayanan Polisi Berbasis AI dan Data

Groundbreaking Mapolda DIY, Kapolri Dorong Pelayanan Polisi Berbasis AI dan Data

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 15:29 WIB

Siapa yang Salah? Polisi Periksa 31 Saksi Terkait Kecelakaan Beruntun KRL vs Argo Bromo

Siapa yang Salah? Polisi Periksa 31 Saksi Terkait Kecelakaan Beruntun KRL vs Argo Bromo

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 15:10 WIB

Dukung Asta Cita Prabowo, TNI dan Masyarakat Tanami Jagung Lahan 2 Hektare di Cibeber

Dukung Asta Cita Prabowo, TNI dan Masyarakat Tanami Jagung Lahan 2 Hektare di Cibeber

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 14:45 WIB

MBG Tak Boleh Anti Kritik, APPMBGI Usul BGN Bentuk Tim Independen Awasi Program

MBG Tak Boleh Anti Kritik, APPMBGI Usul BGN Bentuk Tim Independen Awasi Program

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 14:41 WIB

Meski Masih Macet, Jakarta Dinobatkan Jadi Kota Teraman Nomor 2 di ASEAN

Meski Masih Macet, Jakarta Dinobatkan Jadi Kota Teraman Nomor 2 di ASEAN

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 14:10 WIB

Bantargebang Dibatasi Mulai 1 Agustus, Pramono Segera Temui Menteri LH Bahas Sampah

Bantargebang Dibatasi Mulai 1 Agustus, Pramono Segera Temui Menteri LH Bahas Sampah

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 13:10 WIB

Cuma Jadi Penyerap Dampak Konflik, Indonesia dan ASEAN Dinilai Tak Punya Daya Tawar

Cuma Jadi Penyerap Dampak Konflik, Indonesia dan ASEAN Dinilai Tak Punya Daya Tawar

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 12:48 WIB