Melihat Berkotak-kotak Bukti Tim Prabowo Jelang Sidang di MK

Bangun Santoso

Selasa, 18 Juni 2019 | 07:25 WIB
Melihat Berkotak-kotak Bukti Tim Prabowo Jelang Sidang di MK
Tim Hukum Capres Cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno kembali mengirimkan alat bukti tambahan sebanyak 4 unit truk ke Mahkamah Konstitusi. [Suara.com/Muhammad Yasir]

Suara.com - Mahkamah Konstitusi (MK), Selasa (18/6/2019) hari ini dijadwalkan kembali menggelar sidang Pilpres 2019. Selaku pemohon, tim Prabowo - Sandiaga membawa berkotak-kotak barang bukti yang dibawa menggunakan 4 unit truk.

Bukti-bukti dari tim hukum Prabowo itu tersimpan dalam puluhan boks kontainer. Alat bukti tambahan itu kekinian sudah tiba di Mahkamah Konstitusi.

Alat bukti tersebut berupa formulir hasil penghitungan suara di tingkat tempat pemungutan suara atau formulir C1, serta berita acara rekapitulasi hasil penghitungan suara.

Berdasar pantauan Suara.com, beberapa alat bukti tersebut berasal dari Provinsi Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Ada berita acara tentang rekapitulasi hasil penghitungan suara, dan berita lampiran C1," kata anggota tim hukum Prabowo - Sandiaga, Luthfi Yazid, di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (17/6/2019).

Lutfi mengatakan, selain alat bukti berupa form C1, turut diserahkan juga alat bukti kualitatif. Lutfi meyakini alat bukti yang diserahkan tersebut akan memperkuat dalil permohonan PHPU Pilpres 2019 yang diajukan ke MK.

Penampakan bukti tambahan dari Tim Hukum Prabowo yang diangkut 2 mobil boks. (Suara.com/Yasir)
Penampakan bukti tambahan dari Tim Hukum Prabowo yang diangkut 2 mobil boks. (Suara.com/Yasir)

"Baik kualitatif maupun kuantitatif tentu untuk memperkuat dalil-dalil kita dalam permohonan," ujarnya.

Selain itu, kata Lutfi, pihaknya akan kembali mengirimkan sejumlah alat bukti lainnya.

"Kami akan kordinasi dengan MK," katanya.

baca juga

Jalan Medan Merdeka Ditutup

Jelang digelarnya sidang sengketa Pilpres 2019, Jalan Medan Merdeka di depan Gedung MK sudah ditutup aparat kepolisian sejak Senin (17/6) malam.

Akibat penutupan itu sejumlah rute bus Transjakarta terpaksa dialihkan. Penutupan Jalan Medan Merdeka dilakukan untuk mengantisipasi dan menjaga keamanan serta ketertiban selama sidang sengketa Pilpres 2019 berlangsung di gedung Mahkamah Konstitusi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KPU Siap Tangkis Senjata Pamungkas Tim Prabowo di Sidang Gugatan MK

KPU Siap Tangkis Senjata Pamungkas Tim Prabowo di Sidang Gugatan MK

News | Selasa, 18 Juni 2019 | 07:19 WIB

4 Truk Alat Bukti Tim Prabowo - Sandiaga di MK, Ini Isinya

4 Truk Alat Bukti Tim Prabowo - Sandiaga di MK, Ini Isinya

News | Selasa, 18 Juni 2019 | 07:05 WIB

Hari Ini MK Kembali Gelar Sidang Gugatan Pilpres Prabowo Kedua

Hari Ini MK Kembali Gelar Sidang Gugatan Pilpres Prabowo Kedua

News | Selasa, 18 Juni 2019 | 06:54 WIB

30 Alat Bukti Tim Jokowi untuk Melawan Prabowo di Sidang Gugatan MK

30 Alat Bukti Tim Jokowi untuk Melawan Prabowo di Sidang Gugatan MK

News | Selasa, 18 Juni 2019 | 06:49 WIB

Catat, Ini Pengalihan Rute Transjakarta Saat Sidang Sengketa Pilpres di MK

Catat, Ini Pengalihan Rute Transjakarta Saat Sidang Sengketa Pilpres di MK

News | Selasa, 18 Juni 2019 | 06:48 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×