Ahli IT KPU Beberkan Kekurangan Situng di Sidang Sengketa Pilpres 2019

Dwi Bowo Raharjo, Muhammad Yasir

Kamis, 20 Juni 2019 | 17:28 WIB
Ahli IT KPU Beberkan Kekurangan Situng di Sidang Sengketa Pilpres 2019
Saksi Ahli pihak KPU Prof Dr Ir Marsudi Wahyu Kisworo memberi keterangan saat sidang sengketa hasil pilpres yang digelar di Mahkamah Konstitusi, Kamis (20/6).[Suara.com/Muhaimin A Untung]

Suara.com - Saksi ahli KPU RI, Marsudi Wahyu Kisworo, saat memberikan keterangan di sidang keempat sengketa Pilpres 2019 membeberkan kekurangan yang ada pada Sistem Informasi Penghitungan Suara atau Situng KPU pada Pemilu 2019.

Marsudi mengatakan kelemahan yang ada dalam Situng adalah tercampurnya data yang sudah tervalidasi dan belum divalidasi dalam laman website Situng KPU RI.

"Harusnya Situng tampilkan antara data tervalidasi dan belum divalidasi ditempat terpisah," kata Marsudi dalam sidang PHPU Pilpres 2019, di Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Kamis (20/6/2019).

Terkait kekurangan Situng KPU, Marsudi mengatakan telah ditulis dalam blog pribadinya. Dampak dari tercampurnya data yang telah tervalidasi dan belum divalidasi itu mengakibatkan data yang salah dan benar menjadi satu dalam laman website Situng KPU.

"Sekarang antara data yang tervalidais dan belum masih menjadi satu," katanya.

Menurut Marsudi, Situng merupakan alat yang penting dan berguna untuk mengajak partisipasi masyarakat dalam memantau Pemilu. Justru, kata Marsudi, jika tidak ada Situng akan menimbulkan praduga di tengah masyarakat terkait perolehan suara Pemilu.

Untuk itu, Marsudi pun memberikan masukan kepada KPU agar memisahkan data tervalidasi dan data yang belum tervalidasi dalam laman website Situng KPU.

"Kalau boleh saya beri masukan untuk KPU berikutnya, kalau mau menampilkan Situng, tampilkanlah dua halaman yang berbeda, ini data sudah tervlidasi yang dicek semua valid, satu lagi yang belum tervalidasi," ujarnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Masalah soal Input Data Situng, Ahli IT KPU: Hanya Kesalahan Manusiawi

Masalah soal Input Data Situng, Ahli IT KPU: Hanya Kesalahan Manusiawi

News | Kamis, 20 Juni 2019 | 16:07 WIB

Tim Hukum Prabowo Hadirkan Terdakwa Sebagai Saksi di MK, BPN: Aduh...

Tim Hukum Prabowo Hadirkan Terdakwa Sebagai Saksi di MK, BPN: Aduh...

News | Kamis, 20 Juni 2019 | 15:30 WIB

Saksi Ahli KPU Beri Keterangan di MK, BW Tak Dampingi Tim Hukum Prabowo

Saksi Ahli KPU Beri Keterangan di MK, BW Tak Dampingi Tim Hukum Prabowo

News | Kamis, 20 Juni 2019 | 14:58 WIB

Saksi KPU Prof Marsudi Sempat Sebut 'Robot Ikhlas' Hairul Anas Sesat

Saksi KPU Prof Marsudi Sempat Sebut 'Robot Ikhlas' Hairul Anas Sesat

News | Kamis, 20 Juni 2019 | 14:53 WIB

Siapa Saksi KPU Marsudi Wahyu Kisworo, Ternyata Bukan Sosok Sembarangan

Siapa Saksi KPU Marsudi Wahyu Kisworo, Ternyata Bukan Sosok Sembarangan

News | Kamis, 20 Juni 2019 | 14:40 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×