Kecewa Berat, Demokrat: Harusnya Menang Tapi Prabowo Salah Pilih Jalan

Reza Gunadha, Chyntia Sami Bhayangkara

Kamis, 27 Juni 2019 | 17:15 WIB
Kecewa Berat, Demokrat: Harusnya Menang Tapi Prabowo Salah Pilih Jalan
Pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. [Antara Foto/Wahyu Putro A/hp]

Suara.com - Kadiv Advokasi Dan Bantuan Hukum DPP Demokrasi Ferdinand Hutahaean mengakui merasa kecewa berat terhadap permohonan gugatan sengketa Pilpres 2019 yang diajukan oleh tim hukum Capres Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.

Ferdinand menilai, permohonan gugatan tersebut memiliki peluang besar dimenangkan oleh Prabowo Subianto.

Namun, ternyata ada faktor lain yang menyebabkan gugatan berpeluang besar ditolak dalam sidang putusan MK yang hingga berita ini diunggah masih berlangsung, Kamis (27/6/2019) pukul 17.00 WIB.

Hal tersebut disampaikan oleh Ferdinand Hutahaean melalui akun Twitter @ferdinandhaean2. Ferdinand Hutahaean menilai Prabowo-Sandi sudah memilih jalan yang salah.

"Kecewa berat saya..!! Mestinya Prabowo sangat bisa menang. Tapi Prabowo Sandi salah memilih jalan," kata Ferdinand Hutahaean seperti dikutip Suara.com.

Ferdinand Hutahaean menuding tim hukum Prabowo Subianto tak mampu membuka jalan kemenangan bagi Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Sebab, tim hukum Prabowo hanya dapat bekerja seperti Event Organizer (EO) saja.

"Timnya juga tak mampu membuka jalan menang krn hanya bisa seperti EO. Sekarang di MK, dalil dengan saksi tak nyambung padahal petitum sangat keras," ungkap Ferdinand Hutahaean.

Ia menilai saksi-saksi yang dihadirkan oleh tim hukum Prabowo tidak berkualitas. Satu persatu dalil dipatahkan oleh hakim MK.

Hasilnya, banyak dalil-dalil yang dianggap tidak relevan dalam persidangan. Hal tersebut semakin menutup peluang Prabowo-Sandi memenangkan gugatan.

baca juga

"Saya sudah bilang, saksi 02 tak berkualitas dan justru mematahkan dalil yang dibangun dalam permohonan. Sekarang, Mahkamah mengkonfirmasinya satu persatu. Hukum itu perlu nyata, tidak boleh abu-abu alias sumir. Jangan PHP," pungkas Ferdinand Hutahaean.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jakarta Panas, Pendemo MK Tidur di Pinggir Jalan Beralaskan Koran

Jakarta Panas, Pendemo MK Tidur di Pinggir Jalan Beralaskan Koran

News | Kamis, 27 Juni 2019 | 16:15 WIB

MK: Dalil Pelangggaran TSM Kubu Prabowo Tak Beralasan Hukum

MK: Dalil Pelangggaran TSM Kubu Prabowo Tak Beralasan Hukum

News | Kamis, 27 Juni 2019 | 15:54 WIB

Paspampres Siaga di Kediaman Ma'ruf Amin, Jokowi Mau Deklarasi Kemenangan?

Paspampres Siaga di Kediaman Ma'ruf Amin, Jokowi Mau Deklarasi Kemenangan?

News | Kamis, 27 Juni 2019 | 15:43 WIB

Terkini

Wamendes Tinjau KDKMP di Klaten, PLN Dukung Penguatan Ekonomi Desa lewat Layanan Pembayaran Listrik

Wamendes Tinjau KDKMP di Klaten, PLN Dukung Penguatan Ekonomi Desa lewat Layanan Pembayaran Listrik

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:10 WIB

Jokowi Buka-bukaan Soal Isu Ijazah Palsu: Ada Penumpang Gelap dan Operasi Politik!

Jokowi Buka-bukaan Soal Isu Ijazah Palsu: Ada Penumpang Gelap dan Operasi Politik!

Surakarta | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:04 WIB

Target 70 Ribu Personel! Polri Siapkan Polisi Khusus Kehutanan untuk Tangani Karhutla

Target 70 Ribu Personel! Polri Siapkan Polisi Khusus Kehutanan untuk Tangani Karhutla

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:04 WIB

Ibu Korban Blackout Batam: Hasil Pompa ASI Berminggu-minggu, Basi Dalam Hitungan Jam

Ibu Korban Blackout Batam: Hasil Pompa ASI Berminggu-minggu, Basi Dalam Hitungan Jam

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:03 WIB

Hamenang Wajar Ismoyo dari Partai Apa? Bupati Klaten yang Diciduk KPK

Hamenang Wajar Ismoyo dari Partai Apa? Bupati Klaten yang Diciduk KPK

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:02 WIB

Prabowo Tambah Wamenhan Jadi Dua Tuai Kritikan: Bukan Efisien, Tapi Makin Rumit

Prabowo Tambah Wamenhan Jadi Dua Tuai Kritikan: Bukan Efisien, Tapi Makin Rumit

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:02 WIB

DPR Musikal Terbukti Nyata: Saat Isu Karhutla Kalah Tajam dari Drama Medsos

DPR Musikal Terbukti Nyata: Saat Isu Karhutla Kalah Tajam dari Drama Medsos

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Gempa M 4,1 Guncang Sukabumi, 19 Rumah Rusak dan 61 Warga Terdampak

Gempa M 4,1 Guncang Sukabumi, 19 Rumah Rusak dan 61 Warga Terdampak

Jabar | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:56 WIB

Pemerintah Gelar Rapat Dadakan Bareng KSSK buntut Laporan MSCI

Pemerintah Gelar Rapat Dadakan Bareng KSSK buntut Laporan MSCI

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:55 WIB

BEI Klaim Bukan Kasta Terendah, Ini Penjelasan Standalone Market

BEI Klaim Bukan Kasta Terendah, Ini Penjelasan Standalone Market

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:55 WIB

×