Dokter Ani Hasibuan Murka ke Andre Rosiade: Enggak Usah Sok Berjuang

Senin, 01 Juli 2019 | 12:23 WIB
Dokter Ani Hasibuan Murka ke Andre Rosiade: Enggak Usah Sok Berjuang
Dokter Ani Hasibuan - (YouTube/Indonesia Lawyers Club)

Suara.com - Amarah Ani Hasibuan, dokter yang sempat viral terkait kasus kematian ratusan petugas KPPS, meluap, ketika membaca ucapan terima kasih dari Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Andre Rosiade untuk seluruh pendukung Prabowo Subianto - Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

"Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pendukung Pak @prabowo dan Bang @sandiuno yang telah mendukung pasangan 02 ini. Mari terus berjuang agar cita-cita kita semua agar Indonesia Adil dan Makmur bisa terwujud. Tetap tenang dan taat kepada konstitusi," kicau Andre Rosiade, Sabtu (29/6/2019) lalu.

Komentar pedas pun ditulis Ani Hasibuan sebagai balasan untuk cuitan Andre Rosiade.

Tampaknya ia sangat kecewa mendengar kabar bahwa Gerindra disebut-sebut akan bergabung ke koalisi pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) - Maruf Amin, presiden dan wakil presiden terpilih yang telah ditetapkan pada Minggu (30/6/2019) kemarin.

Ani Hasibuan blak-blakan menyebut Gerindra 'sok berjuang' dan menyuruh mereka melanjutkan perjuangannya sendiri.

Cuitan Dokter Ani Hasibuan - (Twitter/@tondimuh9)
Cuitan Dokter Ani Hasibuan - (Twitter/@tondimuh9)

Dirinya juga mengisyaratkan akan berhenti memberi dukungan untuk Gerindra.

"Enggak usah sok berjuang kalau tujuanmu hanya jabatan. Berjuang aja sendiri. Kami berjuang untuk keadilan. Kalau kamu dan @Gerindra sudah gerah dengan keterasingan, sana bergabung dengan rezim. Enggak perlu info-info ke kami. Kami enggak butuh kalian. Ingat ya, kalian yang butuh kami. Bah!" amuk Ani Hasibuan ke Andre Rosiade di Twitter, Senin (1/7/2019).

Kicauan tersebut kemudian mendapat tanggapan dari Rais Syuriah PCNU Australia Nadirsyah Hosen alias Gus Nadir. Ia menyoroti maksud di balik dukungan dari masyarakat seperti Ani Hasibuan untuk Ketum Gerindra Prabowo di pilpres kemarin.

Menurut Gus Nadir, mereka tidak benar-benar mendukung Prabowo, melainkan sangat membenci Jokowi. Maka dari itu, kata Gus Nadir, mereka ingin Jokowi berhenti menjadi presiden dengan memberikan dukungan untuk rivalnya, yakni Prabowo.

Baca Juga: Alasan Sakit, Dokter Ani Hasibuan Tak Kunjung Penuhi Panggilan Polisi

"Membaca tweet ini makin menguatkan bahwa mereka itu enggak dukung Prabowo, tapi sangat anti dengan Jokowi. Kebetulan saja Prabowo melawan Jokowi, maka mereka dukung. Begitu Prabowo terdengar mau masuk koalisi dengan Jokowi, Prabowo akan mereka tinggal. Sampai sini pada paham kan yah?" komentar Gus Nadir.

Cuitan Gus Nadir - (Twitter/@na_dirs)
Cuitan Gus Nadir - (Twitter/@na_dirs)

Belakangan ini santer diperbincangkan, ada dua partai yang akan merapat ke partai pendukung Jokowi - Maruf Amin serta satu partai yang masih bimbang.

Kedua partai yang dimaksud adalah PAN dan Demokrat, sementara partai yang masih galau adalah Gerindra. Salah satu yang mengungkapkannya adalah pengamat politik Tony Rosyid, saat berbicara di Gado-Gado Boplo Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI