Bongkar Sindikat Pencuri Motor di Depok, Satu Orang Tewas Ditembak

Chandra Iswinarno, Yosea Arga Pramudita

Kamis, 04 Juli 2019 | 18:33 WIB
Bongkar Sindikat Pencuri Motor di Depok, Satu Orang Tewas Ditembak
Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisiaris Besar Polisi Argo Yuwono wajah pelaku bernama Andi yang masih buron. [Suara.com/Yosea Arga]

Suara.com - Aparat kepolisian menembak mati pelaku pencurian sepeda motor yang kerap beraksi di kawasan Depok dan Bogor, Jawa Barat.

Komplotan pencuri sepeda motor tersebut terdiri dari dua orang, yakni  alias Adi dan Andi.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisiaris Besar Polisi Argo Yuwono mengatakan, tersangka Adi terpaksa ditembak lantaran melakukan perlawanan. Ia tewas saat dilarikan ke rumah sakit. Sementara, tersangka Andi masih buron.

Kejadian pencurian yang dilakukan sindikat tersebut terjadi di Jalan Pemuda, Kampung Pulo, RT01/RW 10 Cipayung, Depok. Kedua pelaku beraksi sekira pukul 14.00 WIB bermodalkan kunci leter T dan senjata api rakitan.

"Pelaku menggunakan kunci leter T untuk membuka kontak kendaraan dan membekali diri dengan senjata api rakitan dan senjata tajam pada setiap aksinya," kata Argo di Polda Metro Jaya, Kamis (4/7/2019).

Akhirnya, korban berinsial WS membuat laporan atas kehilangan sepeda motor miliknya. Dari laporan tersebut, polisi melakukan perburuan terhadap kedua pelaku.

Pada Rabu (3/7/2019), polisi menemukan alamat tersangka Adi di Jalan Bojong Gede, Depok. Saat hendak diringkus, J alias Adi mengetahui jika sedang diikuti oleh polisi.

Sontak, Adi melakukan perlawanan kepada petugas kepolisian. Bahkan, ia sempat melepaskam tiga butir peluru ke arah petugas yang hendak menangkap.

"Dia tahu bahwa di belakangnya ada anggota Resmob yang akan menangkap. Lalu, tersangka ini menembakkan tiga butir peluru ke arah penyidik, akhirnya terjadi baku tembak," jelas Argo.

baca juga

Argo mengatakan, tembakan yang dilepaskan Adi meleset ke arah tembok. Merasa terancam, petugas pun memberikan balasan dengan menembak balik Adi hingga tewas.

"Tersangka itu terkena tembakan petugas. Lalu, meninggal saat dibawa ke rumah sakit," sambungnya.

Kemudian, polisi melanjutkan perburuan terhadap Andi di kawasan Depok, Jawa Barat. Namun, baku tembak kembali terjadi dan Andi berhasil melarikan diri.

"Tembakan tersangka itu meleset. Tembakan petugas mengenai pantatnya. Namun, dia berhasil lari membawa senjata api," papar Argo.

Kekinian, Andi telah berstatus sebagai DPO. Argo menerangkan, pihaknya telah menyebarkan selebaran wajah Andi agar masyarakat bisa melaporkan jika melihat Andi.

"Jadi, nanti berharap kepada masyarakat kalau melihat wajah seperti ini bisa disampaikan ke polisi," tutup Argo. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bermodal Rokok dari Dukun, Kawanan Remaja Tanggung Curi Puluhan Motor

Bermodal Rokok dari Dukun, Kawanan Remaja Tanggung Curi Puluhan Motor

Jabar | Kamis, 04 Juli 2019 | 16:28 WIB

Duduk Santai di Ruang Tamu, Dukun Tak Sadar Motornya Didorong Maling

Duduk Santai di Ruang Tamu, Dukun Tak Sadar Motornya Didorong Maling

News | Kamis, 04 Juli 2019 | 09:16 WIB

Setahun, Komplotan Bandit Pimpinan Agus Bisa Gasak Ratusan Motor

Setahun, Komplotan Bandit Pimpinan Agus Bisa Gasak Ratusan Motor

News | Sabtu, 15 Juni 2019 | 17:02 WIB

Spesialis Curanmor, Dua Sejoli Diringkus Polisi

Spesialis Curanmor, Dua Sejoli Diringkus Polisi

Jatim | Kamis, 23 Mei 2019 | 02:05 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×