Peneliti Formappi Minta Publik Awasi Calon Pimpinan KPK

Chandra Iswinarno

Jum'at, 05 Juli 2019 | 19:58 WIB
Peneliti Formappi Minta Publik Awasi Calon Pimpinan KPK
Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus. [Suara.com/Stephanus Aranditio]

Suara.com - Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus menilai isu calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tertutup dengan isu pemilu. Kondisi itu, disebut Lucius dinilai sedikit berbahaya.

Pun Lucius mengkritisi perilaku panitia seleksi (pansel) yang cukup aneh karena dianggap terlalu akrab berhubungan dengan polisi, jaksa, hingga tentara.

"Banyak tertutup sama isu-isu politik, karena kemarin kan kita sehabis pemilu ya. Tapi satu dua diskusi kecil tetap dibicarakan. Yang paling serius adalah masa kok pansel KPK mulai begitu ramah pada kehadiran polisi, jaksa, tentara dan menganggap hal itu biasa?" ujarnya dalam Diskusi Vox Point Indonesia bertema "KPK Dipersimpangan Jalan?", di Sanggar Prativi Building, Jakarta, Jumat (5/7/2019).

Lebih lanjut, Lucius juga mengingatkan agar pansel KPK tidak mengambil keputusan tersebut karena berkaca dengan sistem Orde Baru. Menurutnya KPK dibentuk karena TNI, Polri dan kejaksaan tidak bisa berbuat banyak terhadap kasus korupsi.

"Mereka terlihat cukup ramah dengan begitu banyaknya jenderal-jenderal dari kepolisian yang mendaftar. Kenapa kita kemudian sensitif? Saya kira alasan utama KPK itu dibentuk karena lembaga-lembaga tersebut itu dianggap tidak becus," bebernya.

Baginya, peran publik diharapkan agar bisa mengawasi jalannya pemilihan calon pimpinan KPK. Dari situ, pansel KPK kemudian bisa maksimal dalam memproses seleksi calon pimpinan lembaga anti rasuah tersebut.

"Kami berharap (pansel KPK) sudah mulai dikontrol ketat oleh publik, dan diskusi-diskusi seperti ini harus ada ke depan agar KPK bisa kuat dari pengaruh partai politik dan dari DPR yang merongrong," kata Lucius.

"Pansel harus memperketat seleksi, bukan hanya polisi, tentara dan jaksa. Semakin banyak yang mengisi polisi, maka akan membuat warna KPK akan menjadi warna polisi," imbuhnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Total, 384 Orang Daftar Jadi Calon Pimpinan KPK, Hari Ini Seleksi Administr

Total, 384 Orang Daftar Jadi Calon Pimpinan KPK, Hari Ini Seleksi Administr

News | Jum'at, 05 Juli 2019 | 11:15 WIB

Tiga Komisioner Kembali Mendaftarkan Diri Sebagai Capim KPK Jilid V

Tiga Komisioner Kembali Mendaftarkan Diri Sebagai Capim KPK Jilid V

News | Kamis, 04 Juli 2019 | 18:42 WIB

ICW Minta Pansel Profesional Saring Calon Pimpinan KPK

ICW Minta Pansel Profesional Saring Calon Pimpinan KPK

Jogja | Rabu, 03 Juli 2019 | 19:03 WIB

Pemilihan Pimpinan KPK Diminta Jangan jadi Ajang Balas Dendam

Pemilihan Pimpinan KPK Diminta Jangan jadi Ajang Balas Dendam

Jogja | Sabtu, 29 Juni 2019 | 14:16 WIB

Terkini

Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG

Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:45 WIB

Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan

Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:15 WIB

Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?

Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:00 WIB

AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?

AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 08:55 WIB

Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!

Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 08:46 WIB

Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai

Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 21:40 WIB

Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat

Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 21:09 WIB

Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura

Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 21:01 WIB

Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026

Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 20:50 WIB

Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki

Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 20:00 WIB