Beri Penghargaan Kalpataru 2019, JK Sindir Usaha Tambang yang Memicu Banjir

Dwi Bowo Raharjo, Ria Rizki Nirmala Sari

Kamis, 11 Juli 2019 | 11:39 WIB
Beri Penghargaan Kalpataru 2019, JK Sindir Usaha Tambang yang Memicu Banjir
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memberikan penghargaan kepada 10 peraih Kalpataru 2019. (Foto dok. Tim Media Wapres)

Suara.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memberikan penghargaan kepada 10 peraih Kalpataru 2019. Dalam kesempatan itu, JK sempat menyentil usaha tambang di Konawe, Sulawesi Tenggara dan Samarinda yang jadi pemicu datangnya bencana banjir.

Dalam sambutannya, JK mengatakan ada tiga hal yang selalu menjadi perhatian dan perjuangan di dunia yakni demokrasi, hak asasi manusia, dan lingkungan hidup.

"Tiga ini saling berhubungan dan selalu menjadi suatu hal yang menjadi bagian yang diperjuangan dan selalu diupayakan walaupun juga ada yang berhasil, ada yang tidak berhasil," kata JK pada acara Hari Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tahun 2019 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Kamis (11/7/2019).

JK kemudian mengapresiasi kepada 10 penerima penghargaan Kalpataru karena telah mendedikasikan hidupnya untuk menjaga lingkungan Indonesia.

Kemudian JK menjelaskan pentingnya hutan bagi kelangsungan hidup manusia. Hutan kata Kalla, juga berfungsi sebagai penampung air hujan.

Ia menuturkan, saat musim kemarau tiba, hutan memberikan mata air yang bisa dimanfaatkan manusia dan apabila musim hujan, hutan bisa menampung air sehingga tidak akan menimbulkan banjir.

"Maka, kita mengucapkan terima kasih kepada tokoh-tokoh yang memperbaiki lingkungan khususnya juga memperbaiki tingkat kerusakan hutan dan menambah hutan tersebut," ujarnya.

Lebih lanjut, JK kemudian memberi contoh soal kerusakan lingkungan hidup yang disebabkan oleh keserakahan manusia yakni banjir di Konawe dan Samarinda. Hutan-hutan yang semestinya dapat dilestarikan, malah habis dibabat untuk kepentingan tambang.

Warga korban banjir di Samarinda. (Foto: Antaranews.com)
Warga korban banjir di Samarinda. (Foto: Antaranews.com)

"Konawe habis hutan-hutan karena ditambang untuk nikel, di Samarinda dan sekitarnya habis juga hutan ditambah untuk batu bara, maka rusak lah Samarinda, banjir lah Samarinda, banjir lah Konawe," ujarnya.

baca juga

Terkait itu, JK kemudian memint kepada kementerian terkait, khususnya pemerintah daerah untuk bisa lebih tegas kepada perusahaan tambang dengan adanya perjanjian untuk melakukan penghutanan kembali.

"Pemerintah khususnya pemerintah daerah harus keras untuk mengatasi sistem izin yang berlaku sehingga apabila selesai tambang harus betul-betul reklamasi dan menghutankan kembali," tandasnya.

Saat menyerahkan penghargaan kepada 10 penerima penghargaan Kalpataru, Wapres JK didampingi oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya.

Berikut ialah daftar penerima penghargaan Kalpataru 2019:

A.. Kategori Perintis Lingkungan:

1. Lukas Awiman Barayap dari kabupaten Manokwari, Papua Barat

2. Sucipto dari Lumajang, Jawa Timur

3. Eliza dari Sumbawa Barat

4. Nurbit dari Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara

B. Kategori pengabdi lingkungan

1. Meilinda Suriani Harefa dari Medan, Sumut

2. Hanif Wicaksono dari Kabupaten Balangan, Kalsel

3. Baso dari Jeneponto, Sulawesi Selatan

C. Kategori penyelamat lingkungan

1. Kelompok

Masyarakat Dayak
Iban Menua

Sungai Utik dari Kab Kapuas Hulu, Kalbar.

2. Kelompok pengelola hutan adat, Depati Kara 
Jayo Tuo Desa

Rantau Kermas dari Meranti, Jambi

3.  Kelompok Nelayan Prapat Agung Mengening Patasari, Badung, Bali.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wapres JK: Saya Optimistis Presiden Jokowi Beri Amnesti untuk Baiq Nuril

Wapres JK: Saya Optimistis Presiden Jokowi Beri Amnesti untuk Baiq Nuril

News | Rabu, 10 Juli 2019 | 19:13 WIB

JK: Pemerintah Tidak Pernah Larang Habib Rizieq Pulang

JK: Pemerintah Tidak Pernah Larang Habib Rizieq Pulang

News | Rabu, 10 Juli 2019 | 15:41 WIB

Resmikan RS Yarsi Berkonsep Syariah, Wapres JK: Minum Alkohol Tetap Haram

Resmikan RS Yarsi Berkonsep Syariah, Wapres JK: Minum Alkohol Tetap Haram

News | Rabu, 10 Juli 2019 | 13:40 WIB

Temui Wapres JK, Cak Imin Sebut Hanya Bicarakan Ultah PKB

Temui Wapres JK, Cak Imin Sebut Hanya Bicarakan Ultah PKB

News | Senin, 08 Juli 2019 | 12:30 WIB

JK Beberkan Obrolan 4 Mata dengan Prabowo, Apa yang Mereka Bahas?

JK Beberkan Obrolan 4 Mata dengan Prabowo, Apa yang Mereka Bahas?

News | Jum'at, 05 Juli 2019 | 22:04 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×