Kesaksian Memilukan Imigran Afganistan, Lebih Betah di Kalideres

Iwan Supriyatna, Novian Ardiansyah

Minggu, 14 Juli 2019 | 20:19 WIB
Kesaksian Memilukan Imigran Afganistan, Lebih Betah di Kalideres
Imigran asal Afganistan di Kalideres, Jakarta Barat. (Suara.com/Novian)

Suara.com - Javed Mohammadi (17) imigran asal Afganistan mengaku kondisinya lebih baik sejak berpindah hunian dari sebelumnya di trotoar ke eks gedung Kodim di Kalideres, Jakarta Barat.

Javed merasa bersyukur jika ia bersama imigran lainnya mendapat perhatian dari pemerintah dan warga Indonesia yang ia nilai ramah. Namun di balik kondisinya yang merasa lebih baik, ingatan Javed akan kampung halamannya masih kuat.

Jika bisa memilih, sebenarnya ia lebih merasa kerasan tinggal di Kabul, Afganistan. Tetapi karena negara itu tengah dilanda perang, mau tidak mau dia lebih memilih untuk mencari suaka ke negeri lain.

Persoalan bisa sampai ke Indonesia, Javed menuturkan hal itu terjadi tanpa rencana sebelumnya.

Kondisi salah satu keluarga imigran yang tinggal di atas trotoar Kebon Sirih. (Suara.com/Fakhri Fuadi)
Kondisi salah satu keluarga imigran yang tinggal di atas trotoar Kebon Sirih. (Suara.com/Fakhri Fuadi)

"Jadi saya naik pesawat dari Kabul menuju India lalu melalui Malaysia baru ke Indonesia satu tahun lalu. Tidak pernah rencana memang mau ke sini," kata Javed di Kalideres, Jakarta Barat.

Javed bercerita mengenai kisah hidupnya saat masih di Afganistan yang ia anggap sangat jauh berbeda dengan di Indonesia. Menurutnya, kehidupan di tengah perang membuat segala aktivitas menjadi sangat terbatas.

Keterbatasan itu dirasakan Javed terkait pendidikan yang menjadi terhenti lantaran perang. Pendidikannya secara formal bahkan tak sampai selesai dan terhenti saat usianya sekitar 12 tahun.

"Iya di sana semuanya terbatas. Untuk wanita bahkan tidak mendapat pendidikan di sekolah," kata Javed.

Selain tak bisa meneruskan pendidikannya. Kondisi perang di Afganistan juga membuat Javed kehilangan banyak kerabat dan teman. Ia bercerita, beberapa orang terdekatnya tewas satu per satu di tangan kelompok militan Taliban.

baca juga

"Saya kehilangan banyak orang, bahkan saya juga kehilangan sahabat baik saya yang tewas usai dibunuh kelompok Taliban," ujar Javed.

Korban aksi bom bunuh diri ISIS di kantor stasiun televisi Afganistan, Provinsi Nangarhar, Rabu (17/5/2017). [Noorullah Shirzada/AFP]
Korban aksi bom bunuh diri ISIS di kantor stasiun televisi Afganistan, Provinsi Nangarhar, Rabu (17/5/2017). [Noorullah Shirzada/AFP]

Ia pun berharap agar para imigran yang kini mengungsi di eks gedung Kodim dapat memperoleh suaka serta jaminan keamanan yang tidak bisa ia dan imigran lain rasakan di negara perang.

"Karena alasan itu kami meninggalkan negara asal untuk mencari tempat yang aman untuk berlindung," ucapnya.

Sebelumnya, para imigran yang sempat menempati trotoar di depan kantor Badan Komisi Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) di Kebon Sirih, Jakarta Pusat kini telah berpindah ke gedung bekas Kodim di Kalideres, Jakarta Barat.

Perpindahan mereka dari pusat kota ke Kalideres itu sudah dilakukan sejak Kamis (11/7/2019). Adapun mereka kini tinggal dalam gedung, namun ada juga yang di halaman gedung dengan menggunakan tenda.

Suasana tempat pengungsian imigran pencari suaka di gedung bekas Kodim di Kalideres, Jakarta Barat. (Suara.com/Novian Ardiansyah)
Suasana tempat pengungsian imigran pencari suaka di gedung bekas Kodim di Kalideres, Jakarta Barat. (Suara.com/Novian Ardiansyah)

Pantauan Suara.com, terdapat beberapa tenda ukuran besar milik Dinas Sosial yang dipakai untuk tempat tinggal para imigran. Selain tenda besar, tenda-tenda ukuran kecil milik imigran juga ikut dipasang oleh mereka.

Hayatullah salah satu imigran yang ikut mengungsi mengatakan, dirinya merasa lebih baik semenjak dipindah ke gedung tersebut. Pasalnya, ia merasa lebih aman ketimbang saat menggelandang di trotoar.

"Iya nyaman di sini," ujar Hayatullah, Minggu (14/7/2019).

Hal senasa juga dikatakan oleh pengungsi asal Afganistan lainnya, Muhammad Syuaib.

"Ini lebih baik daripada di jalan," ucapnya.

Meski dirasa lebih baik, Syuaib menganggap tempat pengungsiannya masih belum cukup layak, terlebih untuk anak-anak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cerita Polisi Bongkar Pabrik Sabu Rumahan di Kalideres

Cerita Polisi Bongkar Pabrik Sabu Rumahan di Kalideres

News | Senin, 24 Juni 2019 | 08:32 WIB

Digerebek Polisi, Pabrik Sabu Rumahan di Kalideres Beroperasi Sejak 2018

Digerebek Polisi, Pabrik Sabu Rumahan di Kalideres Beroperasi Sejak 2018

News | Senin, 24 Juni 2019 | 04:10 WIB

Gerebek Pabrik Sabu Rumahan di Kalideres, Polisi Tangkap Satu Tersangka

Gerebek Pabrik Sabu Rumahan di Kalideres, Polisi Tangkap Satu Tersangka

News | Minggu, 23 Juni 2019 | 18:58 WIB

Terkini

Prabowo Bicara Persatuan Politik: Sebut PDIP dan Koalisi Punya Hati yang Sama

Prabowo Bicara Persatuan Politik: Sebut PDIP dan Koalisi Punya Hati yang Sama

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 00:19 WIB

Dari Pasal 33 UUD 1945 hingga Prabowonomics, Cak Imin Bicara Mimpi Kedaulatan Ekonomi

Dari Pasal 33 UUD 1945 hingga Prabowonomics, Cak Imin Bicara Mimpi Kedaulatan Ekonomi

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 00:15 WIB

Bisa Bikin Repot! Prabowo Kasih Cap 'Pemimpin Kancil' buat Dasco, Cak Imin dan Bahlil

Bisa Bikin Repot! Prabowo Kasih Cap 'Pemimpin Kancil' buat Dasco, Cak Imin dan Bahlil

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 00:01 WIB

Cak Imin Dukung Ekspor SDA Satu Pintu Prabowo, Sebut Ada 108 UU yang Harus Dibenahi

Cak Imin Dukung Ekspor SDA Satu Pintu Prabowo, Sebut Ada 108 UU yang Harus Dibenahi

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:54 WIB

Pertamina Kilang Plaju Resmi Salurkan Biosolar B50, Tambah Pasokan Energi dari Sumatera Selatan

Pertamina Kilang Plaju Resmi Salurkan Biosolar B50, Tambah Pasokan Energi dari Sumatera Selatan

Sumsel | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:42 WIB

Sidang Korupsi Perkimtan Palembang Ungkap Rp440 Juta Masuk ke Eks Kadis, Lalu Mengalir ke Mana?

Sidang Korupsi Perkimtan Palembang Ungkap Rp440 Juta Masuk ke Eks Kadis, Lalu Mengalir ke Mana?

Sumsel | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:27 WIB

Cak Imin Minta Prabowo Revisi 108 Undang-Undang demi Kedaulatan Ekonomi

Cak Imin Minta Prabowo Revisi 108 Undang-Undang demi Kedaulatan Ekonomi

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:25 WIB

PKB Gaungkan Prabowonomics di Harlah ke-28, Cak Imin: Ini Bukan Akal-akalan

PKB Gaungkan Prabowonomics di Harlah ke-28, Cak Imin: Ini Bukan Akal-akalan

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:19 WIB

11 Warna Bedak yang Cocok untuk Kulit Hitam Manis, Dijamin Nampak Menyatu dan Flawless!

11 Warna Bedak yang Cocok untuk Kulit Hitam Manis, Dijamin Nampak Menyatu dan Flawless!

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:13 WIB

Cak Imin: Indonesia Kehilangan Arah Ekonomi Selama 25 Tahun

Cak Imin: Indonesia Kehilangan Arah Ekonomi Selama 25 Tahun

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:10 WIB

×