Musim Panas Terparah, Cuaca Ekstrem di India Tewaskan Ratusan Orang

Rima Sekarani Imamun Nissa, Rosiana Chozanah

Senin, 22 Juli 2019 | 15:20 WIB
Musim Panas Terparah, Cuaca Ekstrem di India Tewaskan Ratusan Orang
Ilustrasi panas ekstrem di India (Pixabay/Simon)

Suara.com - Awal Juli ini, warga India harus tahan dengan gelombang panas ektrem yang melanda selama musim panas. Bahkan, fenomena ini dilaporkan telah menewaskan 100 lebih warga.

Para ahli memeringatkan beberapa bagian negara bisa menjadi terlalu panas bagi manusia untuk bertahan hidup.

Suhu di sebagian India dinyatakan mencapai lebih dari 50 derajat Celcius pada Juni, tiga derajat lebih tinggi dari apa yang digolongkan oleh Departemen Meteorologi India sebagai gelombang panas 'terparah'.

Hal ini mengacu pada studi 2017 oleh para peneliti di MIT yang menemukan gelombang panas bisa bertambah sangat panas dan lembap pada 2100.

Atas studi ini, peneliti mengatakan kemungkinan manusia tidak dapat hidup di beberapa negara bagian jika perubahan iklim berlanjut dengan kecepatan seperti itu.

Ilustrasi Matahari terbit di pagi hari (Shutterstock).
Ilustrasi Matahari (Shutterstock).

"Bisnis seperti biasa berisiko menimbulkan gelombang panas yang sangat mematikan," ujar Profesor MIT, Elfatih Eltahir, kepada Yayasan Thompson Reuters.

Melansir Bussiness Insider, studi ini menemukan 70% populasi India yang lebih dari satu miliar orang akan terpapar panas dan kelembaban ekstrem pada 2100.

Dikatakan bahwa beberapa bagian negara itu diproyeksikan melebihi ambang batas kemampuan bertahan hidup.

Ilustrasi panas matahari [shutterstock]
Ilustrasi panas matahari [shutterstock]

Menurut CNN, Delhi, negara bagian yang berisi ibu kota India, New Delhi, mencatat suhu tertinggi pada bulan Juni, yakni mencapai suhu 48 C. Dan Bihar, sebuah negara bagian di India timur, bahkan menutup sekolah dan perguruan tinggi untuk menangani panas Juni.

baca juga

Kekeringan musim panas juga dilaporkan telah membuat Kota Chennai di India nyaris kehabisan air.

Tidak hanya India, studi MIT menemukan wilayah Pakistan dan Bangladesh akan mencapai suhu yang tidak dapat diselamatkan sehingga mempengaruhi lebih dari 1,5 miliar orang serta merusak produksi pangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketika Generasi Baru India Belajar Koding Sejak Usia Belia

Ketika Generasi Baru India Belajar Koding Sejak Usia Belia

Lifestyle | Jum'at, 19 Juli 2019 | 19:00 WIB

Jutaan Orang Terancam Kekurangan Air dan Makanan Akibat Banjir India

Jutaan Orang Terancam Kekurangan Air dan Makanan Akibat Banjir India

News | Kamis, 18 Juli 2019 | 08:07 WIB

Sejam Lagi Mau Meluncur, India Batalkan Misi Astronot ke Bulan

Sejam Lagi Mau Meluncur, India Batalkan Misi Astronot ke Bulan

News | Selasa, 16 Juli 2019 | 17:06 WIB

Terkini

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:17 WIB

Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall

Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:16 WIB

×