Gara-gara Kopaja Dikandangi, Parlan Nekat Cegat Anies di Balai Kota

Agung Sandy Lesmana, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 22 Juli 2019 | 18:02 WIB
Gara-gara Kopaja Dikandangi, Parlan Nekat Cegat Anies di Balai Kota
Parlan, sopir Kopaja sesuai bertemu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Suara.com/Fakhri).

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mendadak didatangi warga bernama Parlan saat hendak keluar dari gedung Balai Kota Jakarta, Senin (22/7/2019). Parlan nekat bicara langung kepada Anies soal larangan angkutan umum Kopaja beroperasi.

Parlan adalah pemilik sekaligus sopir Kopaja nomor 616 trayek Cipedak-Blok M.

Kepada Anies, Parlan curhat soal Kopaja miliknya yang tidak boleh beroperasi karena dianggap sudah tidak sesuai dengan standar transportasi umum.

Gubernur Anies Baswedan saat disantroni sopir Kopaja di Balai Kota. (Suara.com/Fakhri)
Gubernur Anies Baswedan saat disatroni sopir Kopaja di Balai Kota. (Suara.com/Fakhri)

Parlan mengaku pelarangan itu sudah terjadi sejak 2,5 tahun yang lalu. Karena busnya sudah tak layak, ia menyetujui rencana peremajaan bus Kopajanya.

Namun sejak ia menandatangani perjanjian tersebut, sampai sekarang ia belum menerima bus penggantinya. Selama ini,  Parlan beroperasi secara diam-diam agar tidak ketahuan.

"Saya sudah ngumpulin surat mau peremajaan, tapi selama 2,5 tahun belum ada solusinya. Saya masih operasi kucing-kucingan," ujar Parlan di Balai Kota. 

Lalu saat tiga hari yang lalu, Kopaja miliknya dikandangkan atau dilarang beroperasi. Bahkan ia mengaku takut jika nantinya tertangkap masih beroperasi, Kopaja miliknya akan dipotong untuk dijual besinya. Sebab pemilik yang sudah menerima Kopaja pengganti, bus lamanya dipotong dan dijual.

"Sekarang kan modelnya, kalau nanti dikandangin lagi, disuruh potong jadi besi tua mobilnya. Jadi kalau sekali lagi ketangkap akan dipotong jadi besi tua," kata Parlan.

Parlan mengaku menerima kalau Kopajanya dianggap tidak layak. Namun ia meminta Anies memberikan solusi agar dirinya bisa kembali mencari nafkah sebagai sopir Kopaja. Selama tiga hari Kopajanya tidak beroperasi, Parlan hanya menganggur.

baca juga

"Selama dikandangin, ya, saya nganggur. Ngomong-nya enggak layak jalan saja. Namanya pemerintah kan ngasih solusi, jangan gusur enggak ada solusi," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Layak, TransJakarta Hentikan Operasional 59 Kopaja Terintegrasi

Tak Layak, TransJakarta Hentikan Operasional 59 Kopaja Terintegrasi

News | Minggu, 21 Juli 2019 | 19:53 WIB

Metromini dan Kopaja Berkeliaran Saat Asian Games akan Ditilang

Metromini dan Kopaja Berkeliaran Saat Asian Games akan Ditilang

News | Selasa, 28 Agustus 2018 | 17:59 WIB

Kopaja dan Metromini Dilarang Melintasi Jalan Protokol

Kopaja dan Metromini Dilarang Melintasi Jalan Protokol

Foto | Jum'at, 23 Maret 2018 | 10:27 WIB

Terkini

Tumbuh 7,28 Persen, Ekonomi Batam Melesat Lampaui Angka Nasional

Tumbuh 7,28 Persen, Ekonomi Batam Melesat Lampaui Angka Nasional

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:30 WIB

Purbaya Akui RI Tak Bisa Turunkan Pajak ala Jepang: Nanti Ribut Utang Terus

Purbaya Akui RI Tak Bisa Turunkan Pajak ala Jepang: Nanti Ribut Utang Terus

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:28 WIB

BI Dorong Transaksi Tanpa Dolar AS dengan India, QR Antarnegara Dipercepat

BI Dorong Transaksi Tanpa Dolar AS dengan India, QR Antarnegara Dipercepat

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:28 WIB

1 dari 7 Anak Indonesia Punya Kadar Timbal Tinggi, Cat Rumah Mengelupas Jadi Salah Satu Pemicu

1 dari 7 Anak Indonesia Punya Kadar Timbal Tinggi, Cat Rumah Mengelupas Jadi Salah Satu Pemicu

News | Minggu, 13 September 2026 | 18:25 WIB

Manga You Are a Four Leaf Clover Diadaptasi ke Anime

Manga You Are a Four Leaf Clover Diadaptasi ke Anime

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 18:20 WIB

Tembakau Sintetis Senilai Rp 1 Miliar Diproduksi di Tangsel, 4 Orang Ditangkap

Tembakau Sintetis Senilai Rp 1 Miliar Diproduksi di Tangsel, 4 Orang Ditangkap

News | Minggu, 13 September 2026 | 18:15 WIB

Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan

Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:10 WIB

Gegara Konflik Timur Tengah, Harga Mayones Naik 10%

Gegara Konflik Timur Tengah, Harga Mayones Naik 10%

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:06 WIB

Wow! Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Lampaui Kepri dan Nasional

Wow! Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Lampaui Kepri dan Nasional

Batam | Minggu, 13 September 2026 | 18:04 WIB

Siapkan Lahan 48.000 Ha, Target Swasemba Kedelai 4 Tahun Bisa Tercapai

Siapkan Lahan 48.000 Ha, Target Swasemba Kedelai 4 Tahun Bisa Tercapai

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:03 WIB

×