Goenawan Mohamad: Ahok Dihukum dan Dihakimi, tapi Ia Tak Membenci

Reza Gunadha | Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Suara.com

Senin, 22 Juli 2019 | 19:54 WIB
Goenawan Mohamad: Ahok Dihukum dan Dihakimi, tapi Ia Tak Membenci
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. (Suara.com/Tyo)

Suara.com - Sastrawan sekaligus jurnalis senior Goenawan Mohamad mengungkapkan penilaiannya terhadap mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok, yang baru saja mendapat penghargaan Roosseno Award IX.

Melalui kicauan di Twitter, Senin (22/7/2019), Goenawan Mohamad menyebutkan budayawan Franz Magnis Suseno dan Cendekiawan Emil Salim memiliki andil atas dipilihnya Ahok BTP sebagai penerima penghargaan tersebut.

"BTP dihargai dalam integritas & etos kerja melayani masyarakat. Dia dikritik, kurang dialog, tapi empatinya besar kepada yang menderita," tulis Goenawan Mohamad di akun Twitter-nya, @gm_gm.

Selain itu, Goenawan Mohamad juga mengungkapkan pujian yang dilontarkan Pelindung Biro Oktroi Roosseno Toeti Heraty N Roosseno untuk Ahok BTP.

"Ahok, kata Tuti, juga 'martir' karena dengan dia dihukum secara tak adil, bahaya intoleransi terungkap," kicaunya.

Dalam pidato di penganugerahan Roosseno Award itu, kata Goenawan Mohamad, Ahok BTP mengakui bahwa standarnya dalam bekerja terlewat tinggi, sehingga terbuka soal penggunaan uang rakyat bukan lagi hal yang istimewa baginya, karena itu memang lumrah untuk dilakukan pejabat publik.

Mantan Bupati Belitung Timur itu, menurut keterangan Goenawan Mohamad, juga mengaku bahwa dibui selama 1,5 tahun di Mako Brimob membuatnya merasa seakan kembali duduk di bangku kuliah.

Cuitan Goenawan Mohamad - (Twitter/@gm_gm)
Cuitan Goenawan Mohamad - (Twitter/@gm_gm)

"Ia jadi mengerti dirinya pernah sombong, dan ia berusaha mengubah sifat itu. Ia baca 58 buku, dan menulis sekitar 6.000 halaman dengan tulisan tangan," cuit Goenawan Mohamad.

Berdasarkan cerita Goenawan Mohamad, Ahok BTP menyadari bahwa karier politiknya sudah berakhir. Di samping itu, meski dihukum karena dianggap sebagai penista agama dan kehidupan rumah tangganya dihakimi masyarakat, Ahok BTP tetap tak membenci mereka.

"Ia tak membenci. Benci, katanya, membiarkan milik manusia yang paling berharga — pikiran, kesadaran — dikuasai orang yang kita benci," tulis Goenawan Mohamad.

Ahok BTP menerima Roosseno Award IX di Roosseno Plaza, Kemang, Jakarta Selatan pada Senin (22/7/2019).

Toeti Heraty, mengatakan Ahok BTP berhak menerima penghargaan itu karena dinilai memiliki etos kerja dan integritas tinggi, juga secara konsisten menerapkan gagasan-gagasan kreatif yang inspiratif untuk pembangunan demi kesejahteraan masyarakat dan akuntabilitas publik.

"Lucunya, selama ini Roosseno Award diberikan pada prof doktor, sekarang diberikan pada Insinyur Basuki Tjahaja Purnama, tadi dia bilang, 'Semuanya profesor, kalau aku ini provokator.' Bukan saya yang bilang ya, dia sendiri," kata Toeti Heraty di Roosseno Plaza, Kemang, Jakarta Selatan, Senin (22/7/2019).

Roosseno Award adalah penghargaan untuk peneliti dan tokoh Indonesia yang memberi inspirasi atas karya, kegiatan, dan semangat dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, budaya, atau sosial humaniora. Roosseno Award telah digelar sejak tahun 2011.

Selain Ahok BTP, beberapa tokoh Indonesia yang pernah menerima Roosseno Award yakni Presiden RI ketiga BJ Habibie, Budayawan Franz Magnis Suseno, Guru Besar Universitas Tarumanagara Wiratman Wangsadinata, Ketua Komnas Perempuan pertama Saparinah Sadli, dan tokoh kedokteran Indonesia R Sjamsuhidajat Ronokusumo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keluar Penjara Merasa Hidup Tak Bebas, Ahok: Enakan di Mako Brimob

Keluar Penjara Merasa Hidup Tak Bebas, Ahok: Enakan di Mako Brimob

News | Senin, 22 Juli 2019 | 17:39 WIB

Jawaban Ahok saat Ditanya Apakah Akan Kembali ke Politik

Jawaban Ahok saat Ditanya Apakah Akan Kembali ke Politik

Video | Senin, 22 Juli 2019 | 16:34 WIB

Bongkar soal Reklamasi, Ahok: Nanti Dikira Anies Gue Kampanye Gubernur Lagi

Bongkar soal Reklamasi, Ahok: Nanti Dikira Anies Gue Kampanye Gubernur Lagi

News | Senin, 22 Juli 2019 | 16:20 WIB

Dapat Penghargaan Roosseno Award ke IX, Ahok: Saya Malu Terimanya

Dapat Penghargaan Roosseno Award ke IX, Ahok: Saya Malu Terimanya

News | Senin, 22 Juli 2019 | 15:29 WIB

Klaim Tak Mau Jadi Menteri Jokowi, Ahok: Saya Sudah Cacat di Republik Ini

Klaim Tak Mau Jadi Menteri Jokowi, Ahok: Saya Sudah Cacat di Republik Ini

News | Senin, 22 Juli 2019 | 13:54 WIB

Terkini

Amnesty International Ungkap Tiga Faktor Penyebab Impunitas Militer di Indonesia

Amnesty International Ungkap Tiga Faktor Penyebab Impunitas Militer di Indonesia

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:45 WIB

Main Mata Proyek Jalur Kereta: KPK Bongkar Skenario 'Plotting' Bupati Pati Sudewo di Balai Ngrombo

Main Mata Proyek Jalur Kereta: KPK Bongkar Skenario 'Plotting' Bupati Pati Sudewo di Balai Ngrombo

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:35 WIB

Bakar Sampah hingga Truk Besar Ganggu Warga, Kevin Wu PSI Sidak Pabrik Makanan di Kedoya

Bakar Sampah hingga Truk Besar Ganggu Warga, Kevin Wu PSI Sidak Pabrik Makanan di Kedoya

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:31 WIB

Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045

Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:19 WIB

Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional

Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:13 WIB

Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!

Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!

News | Kamis, 30 April 2026 | 20:56 WIB

Tragedi KRL Maut Bekasi Timur Naik Penyidikan: Polisi Bidik Tersangka!

Tragedi KRL Maut Bekasi Timur Naik Penyidikan: Polisi Bidik Tersangka!

News | Kamis, 30 April 2026 | 20:43 WIB

Mitos Zona Aman Gerbong Tengah: Mengapa Usul Menteri PPPA Dinilai Tak Sentuh Akar Masalah?

Mitos Zona Aman Gerbong Tengah: Mengapa Usul Menteri PPPA Dinilai Tak Sentuh Akar Masalah?

News | Kamis, 30 April 2026 | 20:20 WIB

Demi Wujudkan Kesejahteraan, Wamendagri Ribka Minta Papua Dukung Asta Cita Presiden

Demi Wujudkan Kesejahteraan, Wamendagri Ribka Minta Papua Dukung Asta Cita Presiden

News | Kamis, 30 April 2026 | 19:45 WIB

Dosen Diduga Terlibat Kasus Daycare Little Aresha, Begini Respons UGM

Dosen Diduga Terlibat Kasus Daycare Little Aresha, Begini Respons UGM

News | Kamis, 30 April 2026 | 19:25 WIB