Soal Dokter Romi yang Dibatalkan Jadi ASN, Ini Jawaban Pemkab Solsel

Chandra Iswinarno

Selasa, 23 Juli 2019 | 22:21 WIB
Soal Dokter Romi yang Dibatalkan Jadi ASN, Ini Jawaban Pemkab Solsel
Penjelasan pihak Pemkab Solsel kepada awak media terkait polemik Dokter Gigi Romi [Klik Positif]

Suara.com - Persoalan Dokter Romi Sopfa Ismael yang dibatalkan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kabupaten Solok Selatan (Pemkab Solsel) Sumatera Barat ditanggapi Panitia Seleksi Daerah (Panselda) CPNS 2018 Sekdakab Solok Selatan Yulian Efi.

Yulian beralasan pembatalan kelulusan Romi sebagai ASN tidak begitu saja terjadi. Namun sudah melalui tahapan sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

"Banyak proses yang dilalui sebelum akhirnya keputusan pembatalan kelulusan Dokter Gigi Romi diumumkan", ungkap Yulian Efi seperti diberitakan Klikpositif.com - jaringan Suara.com pada Selasa (23/7/2019).

Ia juga melanjutkan pembatalan kelulusan tersebut tidak ada hubungannya dengan persoalan kemanusiaan. Menurutnya, pembatalan tersebut lebih kepada adanya persyaratan yang tidak terpenuhi oleh Romi.

"Karena tidak sesuai dengan persyaratan yang tercantum untuk penerimaan CPNS formasi umum, makanya pembatalan itu dilakukan," tegasnya.

Selain itu, ia juga menegaskan Pemkab Solsel tidak bersikap diskriminatif terhadap penyandang disabilitas dalam penerimaan ASN. Bahkan, Pemkab Solsel membuka formasi untuk tiga penyandang disabilitas pada penerimaan ASN tahun 2018.

"Kan Pemkab menerima formasi 3 orang untuk penyandang disabilitas dan itu yang terisi cuma dua," katanya.

Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Aparatur Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Kabid PPA BKPSDM) Solsel Admi Zulkhairi juga menegaskan pembatalan kelulusan Romi lebih dikarenakan adanya persyaratan yang disyaratkan dalam formasi tidak dipenuhi.

"Intinya Dokter Gigi Romi tidak memenuhi kriteria persyaratan penerimaan CPNS formasi umum," tegasnya.

baca juga

Dari data Pemkab Solsel, Romi terdaftar sebagai pegawai tidak tetap (PTT) Kemenkes 2015-2017 yang berdinas di Puskesmas Talunan.

"Pada 2016 ada perpanjangan kontrak PTT Kemenkes melalui seleksi, karena sakit Dokter Gigi Romi tidak bisa mengikutinya," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Solsel Novirman.

Setelah tidak lagi menjadi PTT Kemenkes, imbuhnya, pihaknya mengupayakan Dokter Gigi Romi menjadi Tenaga Harian Lepas (THL) Dinas Kesehatan Kabupaten Solok Selatan.

"Jadi Sejak 2018 sampai 2019 ini Dokter Gigi Romi masih THL Dinas Kesehatan," terangnya.

Sementara itu, Kabag Hukum Sekdakab Solok Selatan Akmal menghormati pilihan Romi menempuh penyelesaian tersebut melalui jalur hukum.

"Kami hargai jika Romi menempuh jalur hukum untuk menguji kebenaran materil persoalan ini," jelasnya.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Miris, Dokter Penyandang Disabilitas Ini Dibatalkan Jadi ASN

Miris, Dokter Penyandang Disabilitas Ini Dibatalkan Jadi ASN

News | Selasa, 23 Juli 2019 | 21:54 WIB

Terkini

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

Grace Natalie Soroti Perdebatan Kunjungan Jokowi ke Palue: Fokus pada Pemulihan Warga

Grace Natalie Soroti Perdebatan Kunjungan Jokowi ke Palue: Fokus pada Pemulihan Warga

Jakarta | Sabtu, 19 September 2026 | 21:32 WIB

Nusron Wahid Mundur dari Pengurus Golkar, Sudah Pamit ke Bahlil 6 Bulan Lalu

Nusron Wahid Mundur dari Pengurus Golkar, Sudah Pamit ke Bahlil 6 Bulan Lalu

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:18 WIB

Bertemu Presiden UMNO, Surya Paloh: Hubungan Indonesia-Malaysia Tak Boleh Sekadar Hitung Untung Rugi

Bertemu Presiden UMNO, Surya Paloh: Hubungan Indonesia-Malaysia Tak Boleh Sekadar Hitung Untung Rugi

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:05 WIB

4 Cushion Matte Finish untuk Kulit Berminyak, Bikin Makeup Flawless Bebas Kilap

4 Cushion Matte Finish untuk Kulit Berminyak, Bikin Makeup Flawless Bebas Kilap

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 21:00 WIB

Saat Abu Vulkanik Ancam Kualitas Udara, Teknologi Air Purifier Jadi Benteng di Rumah

Saat Abu Vulkanik Ancam Kualitas Udara, Teknologi Air Purifier Jadi Benteng di Rumah

Tekno | Sabtu, 19 September 2026 | 21:00 WIB

×