Level Polusi Jakarta di Posisi Atas Sedunia, Cak Imin 'Ngegas' Sentil BMKG

Rendy Adrikni Sadikin, Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana

Rabu, 31 Juli 2019 | 09:40 WIB
Level Polusi Jakarta di Posisi Atas Sedunia, Cak Imin 'Ngegas' Sentil BMKG
Suasana gedung-gedung bertingkat yang diselimuti asap polusi di Jakarta, Senin (29/7). [ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso]

Suara.com - Kondisi udara Jakarta yang makin memprihatinkan turut membuat risau Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.

Kegelisahannya itu ia ungkapkan di Twitter pada Rabu (31/7/2109) pagi.

Dirinya menyertakan pula tangkapan layar peringkat Indeks Kualitas Udara (AQI) dunia menurut situs AirVisual pada Rabu pukul 07.59 WIB.

Jakarta rupanya masih menduduki posisi atas kota besar dengan polusi udara terburuk.

Peringkat satu ditempati Kota Ulan Bator, Mongolia, diikuti Jakarta, kemudian Dubai, Uni Emirat Arab di posisi ketiga, lalu Kuwait City, Kuwait dan Johannesburg, Afrika Selatan.

Hanya Kota Johannesburg yang kualitas udaranya diberi indikator warna jingga, yang berarti tak sehat untuk orang-orang yang sensitif terhadap debu.

Sementara itu, udara empat kota besar lain yang berada di atasnya dalam kondisi tidak sehat, dengan indikator warna merah.

Cuitan Cak Imin - (Twitter/@cakimiNOW)
Cuitan Cak Imin - (Twitter/@cakimiNOW)

Cak Imin lalu mempertanyakan sikap Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tentang respons untuk polusi Jakarta di cuitan tersebut.

"SERIUS! Kok enggak ada penjelasan resmi pemerintah? @infoBMKG," cuitnya.

baca juga

Ia lantas memperingatkan warga yang berada di Jakarta supaya melindungi diri dengan masker.

"Bagi yang di Jakarta, kalau keluar rumah apalagi ke jalan besar, pakai masker ya. Level polusi kota Jakarta seminggu terakhir menempati posisi teratas di tingkat dunia. Polusinya membahayakan," imbau Cak Imin.

Sejak Juni lalu, media sosial diramaikan dengan keluhan polusi udara Jakarta. Berbagai foto dan video yang memperlihatkan pekatnya langit Jaarta dibagikan, untuk menyadarkan masyarakat akan betapa buruknya kualitas udara di sana.

Direktur Eksekutif Komisi Penghapusan Bensin Bertimbal Ahmad Safrudin mengatakan, polusi udara Jakarta, yang sudah sangat buruk, disebabkan transportasi.

Ahmad juga mengungkapkan bahwa emisi karbon monoksida yang ada di langit Jakarta dapat memperbesar gas rumah kaca, meningkatkan suhu rata-rata permukaan, yang ujungnya akan menyebabkan perubahan iklim.

"Untuk mengatasi pencemaran udara Jakarta, maka perlu menerapkan pengendalian emisi sektor transportasi dengan konversi bahan bakar gas (BBG)," ujarnya di Jakarta, Rabu (24/7/2019).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Upaya Kurangi Polusi, Begini Usulan Wapres NKRI Jusuf Kalla

Upaya Kurangi Polusi, Begini Usulan Wapres NKRI Jusuf Kalla

Otomotif | Rabu, 31 Juli 2019 | 07:00 WIB

Jakarta Dikepung Polusi, Dishub Bakal Razia Kendaraan di Tol

Jakarta Dikepung Polusi, Dishub Bakal Razia Kendaraan di Tol

News | Selasa, 30 Juli 2019 | 17:22 WIB

Keruh, Begini Penampakan Langit Jakarta Dibandingkan Maret Lalu

Keruh, Begini Penampakan Langit Jakarta Dibandingkan Maret Lalu

News | Senin, 29 Juli 2019 | 17:26 WIB

Polusi Udara Jakarta Sangat Buruk, Bisa Sebabkan Perubahan Iklim

Polusi Udara Jakarta Sangat Buruk, Bisa Sebabkan Perubahan Iklim

News | Kamis, 25 Juli 2019 | 06:15 WIB

Digugat karena Polusi Udara, Jokowi dan Anies Bisa Dikenai Bayar Kompensasi

Digugat karena Polusi Udara, Jokowi dan Anies Bisa Dikenai Bayar Kompensasi

News | Rabu, 24 Juli 2019 | 13:05 WIB

Terkini

Penantian Tujuh Tahun Terbayar, Agung Apriliano Rebut Gelar Juara Umum 76 Ultimate Downhill

Penantian Tujuh Tahun Terbayar, Agung Apriliano Rebut Gelar Juara Umum 76 Ultimate Downhill

Sport | Senin, 02 November 2026 | 06:00 WIB

Kecelakaan Maut Truk Molen di Bekasi

Kecelakaan Maut Truk Molen di Bekasi

Foto | Senin, 02 November 2026 | 06:00 WIB

Apakah Boleh Pakai Hair Mist Setiap Hari? Ini Tips Aman Menggunakannya

Apakah Boleh Pakai Hair Mist Setiap Hari? Ini Tips Aman Menggunakannya

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 05:39 WIB

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

×