Gerakan Nasional Indonesia Kompeten Konsisten Dukung Program Pemagangan

Fabiola Febrinastri | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Kamis, 01 Agustus 2019 | 17:29 WIB
Gerakan Nasional Indonesia Kompeten Konsisten Dukung Program Pemagangan
Sekjen Kemnaker, Khairul Anwar, dalam acara "Seminar dan Talkshow Pemagangan Nasional", di Jakarta, Rabu (31/7/2019). (Dok : Kemnaker)

Suara.com - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memberikan apresiasi pada Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK) atas konsistensinya mendukung program pemagangan sebagai wujud pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang menjadi prioritas pembangunan pemerintah pada 2019.

Para praktisi SDM memiliki untuk tugas mengelola dan mengembangkan SDM, agar dapat menjadi garda depan dalam mendukung pembangunan SDM di Indonesia. 

“Praktisi SDM memiliki tantangan yang cukup berat dalam tren perkembangannya saat ini. Salah satunya, kemampuan praktisi SDM untuk terus mencetak tenaga profesional di Indonesia, dengan jumlah yang banyak dan merata," kata Menaker, Hanif Dhakiri, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekjen Kemnaker, Khairul Anwar, dalam acara "Seminar dan Talkshow Pemagangan Nasional", di Jakarta, Rabu (31/7/2019).

Seminar bertema "Sumber Daya Manusia Unggul di Era Industri 4.0" dihadiri diantaranya oleh Dirjen Binalattas, Bambang Satrio Lelono; Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Kunjung Masehat; Sugeng Bahagijo, Direktur Pemagangan, Darwanto; anggota Komite Pelatihan Vokasi Nasional (KPVN), Sugeng Bahagijo; Ketua Dewan Pengarah Gerakan Nasional SDM Indonesia Kompeten (GNIK), Ahmad S. Ruky; dan Yunus Tryonggo, selaku Inisiator GNIK.

Khairul mengatakan pentingnya peran praktisi SDM dalam mengatasi problem missmatch ketenagakerjaan di Indonesia. Salah satunya terkait dengan relevansi kompetensi SDM dengan permintaan di pasar kerja atau dunia industri. 

"Karena itu, bagaimana membangun ekosistem ketenagakerjaan bisa kondusif dan bisa berkolaborasi dengan praktisi SDM? Pengakuan sertifikasi kompetensi kita akan dilakukan dengan dimulai dari para praktisi SDM, dan nantinya akan dirasakan para tenaga kerja kita," katanya.

Menurut Khairul, hal mendasar yang mendesak dilakukan adalah melakukan perbaikan data ketenagakerjaan secara akurat. Langkah perbaikan itu sesuai dengan UU Nomor 7 Tahun 1981 tentang Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan (WLKP).

"Saya mendorong GNIK untuk bisa mensosialisasikan kepada perusahaan, melaporkan kondisi perusahaan melalui WLKP secara online. Saat ini baru 152ribu perusahaan yang baru melapor. Tanpa data valid, kita akan sulit inisiasi program yang benar-benar efektif, " katanya. 

Selain WLKP online yang output-nya akan menghasilkan data yang bisa digunakan oleh pemerintah pusat, maupun daerah, Kemnaker juga sedang mengembangkan sistem layanan masyarakat terutama kepada pencari kerja (pencaker) dalam pelayanan untuk mendaftar secara online

"Sehingga di masa depan, praktisi SDM akan mudah mengakses data-data tenaga kerja yang kompeten di bidangnya masing-masing. Tugas Kemnaker yakni mempertemukan supply and demand, " tambahnya.

Sementara itu, Bambang Satrio Lelono menambahkan, untuk memperluas pelaksanaan pemagangan di perusahaan, Binalattas sedang mengembangkan program dan skema pemagangan di sektor otomotif, pertanian, informatika, garmen, alas kaki, kecantikan, ketahanan pangan, UMKM, wirausaha dan aviasi.

Ia mengungkapkan, pihaknya bersama Asosiasi Human Resources Organization (HRO) perusahaan, Kadin, Apindo, GNIK dan asosiasi Industri telah melakukan sosialisasi pola pemagangan ke perusahaan di berbagai wilayah. Sosialisasi tersebut menghimpun 2648 perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur, perikanan, ritel dan pariwisata, perbankan menyatakan komitmen untuk mendukung program pemagangan yang dicanangkan Kemnaker.

Direktur Pemagangan, Darwanto mengatakan, pihaknya juga telah melaksanakan 210 ribu program pemagangan dan sertifikasi. Hasil pemetaan kebutuhan pemagangan di 34 provinsi,  sebanyak 740 perusahaan yang bersedia menggelar program pemagangan.

"Kami berharap seluruh pihak yang hadir mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kompetensi SDM melalui program pemagangan dengan akselerasi terbangun, atau terbentuknya infrastruktur terkait pemagangan dan sertifikasi kompetensi," kata Darwanto.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Program Kartu Pra Kerja akan Diimplementasikan dalam Bentuk Pelatihan

Program Kartu Pra Kerja akan Diimplementasikan dalam Bentuk Pelatihan

Bisnis | Kamis, 01 Agustus 2019 | 17:08 WIB

Wujudkan Reformasi Birokrasi, Kemnaker Canangkan Gerakan Tertib Sadar Arsip

Wujudkan Reformasi Birokrasi, Kemnaker Canangkan Gerakan Tertib Sadar Arsip

News | Rabu, 31 Juli 2019 | 08:18 WIB

Cegah Perdagangan Anak, Ketua DPR Minta Kemenaker dan Polisi Gelar Razia

Cegah Perdagangan Anak, Ketua DPR Minta Kemenaker dan Polisi Gelar Razia

News | Selasa, 30 Juli 2019 | 10:56 WIB

Hadapi Fleksibilitas Pasar Kerja, Menaker Ajak Masyarakat Ubah Paradigma

Hadapi Fleksibilitas Pasar Kerja, Menaker Ajak Masyarakat Ubah Paradigma

News | Rabu, 24 Juli 2019 | 11:55 WIB

Rumania Tawarkan Lowongan Kerja bagi Tenaga Kerja Terampil Indonesia

Rumania Tawarkan Lowongan Kerja bagi Tenaga Kerja Terampil Indonesia

Bisnis | Rabu, 24 Juli 2019 | 11:49 WIB

Indonesia - Turki Bahas Pembaruan Kerja Sama Bidang Ketenagakerjaan

Indonesia - Turki Bahas Pembaruan Kerja Sama Bidang Ketenagakerjaan

Bisnis | Selasa, 23 Juli 2019 | 13:21 WIB

Terkini

DPR Sebut Aspirasi Publik soal Reformasi Polri Sudah Terangkum di KUHAP Baru

DPR Sebut Aspirasi Publik soal Reformasi Polri Sudah Terangkum di KUHAP Baru

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:36 WIB

Viral Wisatawan Jatuh dari Ayunan Tebing, Korban Sempat Teriak: Tali Tidak Kencang!

Viral Wisatawan Jatuh dari Ayunan Tebing, Korban Sempat Teriak: Tali Tidak Kencang!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:30 WIB

Pengendara Motor Tewas di Koridor 9 Slipi, Manajemen Transjakarta Pastikan Kecelakaan Tunggal

Pengendara Motor Tewas di Koridor 9 Slipi, Manajemen Transjakarta Pastikan Kecelakaan Tunggal

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:16 WIB

Mendagri Tegaskan Realisasi Program Perumahan Rakyat Akan Dorong Kemajuan Daerah

Mendagri Tegaskan Realisasi Program Perumahan Rakyat Akan Dorong Kemajuan Daerah

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:37 WIB

Hakim Siap Jemput Bola! Andrie Yunus Absen Sidang Demi Operasi Cangkok Kulit Akibat Air Keras

Hakim Siap Jemput Bola! Andrie Yunus Absen Sidang Demi Operasi Cangkok Kulit Akibat Air Keras

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:37 WIB

Misteri Hilangnya Pebisnis Berakhir Horor, Polisi Temukan Jasad dalam Perut Buaya Raksasa

Misteri Hilangnya Pebisnis Berakhir Horor, Polisi Temukan Jasad dalam Perut Buaya Raksasa

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:26 WIB

Singapura Wacanakan Hukuman Cambuk untuk Siswa Pelaku Perundungan, Tuai Pro dan Kontra

Singapura Wacanakan Hukuman Cambuk untuk Siswa Pelaku Perundungan, Tuai Pro dan Kontra

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:23 WIB

KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya

KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:05 WIB

Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz

Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:00 WIB

Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan

Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:39 WIB