Alasan di Balik Jakarta Akan Terapkan Ganjil Genap untuk Motor

Pebriansyah Ariefana, Yosea Arga Pramudita

Jum'at, 02 Agustus 2019 | 12:58 WIB
Alasan di Balik Jakarta Akan Terapkan Ganjil Genap untuk Motor
Ilustrasi kemacetan. (Suara.com/Ari Purnomo)

Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memunyai wacana untuk memperluas sistem ganjil genap untuk kendaraan roda empat maupun roda dua di wilayah hukum DKI Jakarta. Hal tersebut dilakukan untuk mengurai polusi udara di Jakarta.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan, pihaknya sedang mengkaji penerapan sistem ganjil genap untuk kendaraan roda dua atau sepeda motor. Sebab, jumlah kendaraan roda dua atau sepeda motor lebih tinggi dibandingkan kendaraan roda empat.

Tercatat, sebanyak 72 persen motor memenuhi kota Jakarta sementara mobil hanya 28 persen.

"Artinya begitu ada pembatasan ganjil genap, maka sebagian tidak shifting (pindah) ke angkutan umum tetapi mereka justru berbalik ke motor. Itu menjadi perhatian khusus kita bersama," ujar Syafrin di Polda Metro Jaya, Jumat (2/8/2019).

Kekinian, pihaknya juga tengah mengkaji ihwal perluasan ganjil genap untuk kendaraan bermotor. Apakah nantinya akan disamakan dengan perluasan pada saat gelaran Asian Games atau tidak, hal tersebut masih dipelajari.

"Sedang kita kaji karena terkait dengan perluasan waktu itu (Asian Games) harus kita pikirkan aktivitas sosial ekonomi masyarakat di kawasan-kawasan itu," sambungnya.

Lebih jauh, Syafrin menambahkan, pihaknya juga akan memprioritaskan sistem ganjil genap dapat diterapkan pada musim kemarau saat ini.

"Untuk ganjil genap, itu diperluas tapi memang prioritas kita harus segera karena memang sekarang kan musim kemarau. Artinya saat musim kemarau, gas buang yang dikeluarkan kendaraan bermotor tidak langsung turun," imbuh Syafrin.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta untuk melakukan pengecekan secara berkala setiap enam bulan terhadap industri yang aktif mengeluarkan emisi.

baca juga

"Memperketat pengendalian terhadap sumber penghasil polutan tidak bergerak khususnya pada cerobong industri aktif yang menghasilkan polutan melebihi nilai maksimum baku mutu emisi yang berada di wilayah DKI Jakarta pada tahun 2019," kata Gubernur Anies Baswedan dalam instruksinya yang ditandatanganinya di Jakarta, Kamis (1/8/2019).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kurangi Kemacetan, Dishub DKI Kaji Penerapan Ganjil Genap untuk Motor

Kurangi Kemacetan, Dishub DKI Kaji Penerapan Ganjil Genap untuk Motor

News | Jum'at, 02 Agustus 2019 | 12:04 WIB

Selain Tarif Parkir dan Ganjil Genap, Dishub Jakarta Berlakukan Ini

Selain Tarif Parkir dan Ganjil Genap, Dishub Jakarta Berlakukan Ini

Otomotif | Jum'at, 02 Agustus 2019 | 09:05 WIB

Perbaiki Kualitas Udara Jakarta, Pemobil Diberi Aturan Baru

Perbaiki Kualitas Udara Jakarta, Pemobil Diberi Aturan Baru

Otomotif | Jum'at, 02 Agustus 2019 | 08:02 WIB

Urai Kemacetan di Depok, Satlantas Bentuk Tim Ucet Polwan

Urai Kemacetan di Depok, Satlantas Bentuk Tim Ucet Polwan

Jabar | Kamis, 01 Agustus 2019 | 13:34 WIB

Terkini

Optimalkan Sistem Payroll Perusahaan dengan QLola by BRI

Optimalkan Sistem Payroll Perusahaan dengan QLola by BRI

Malang | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:50 WIB

QLola by BRI Kelola Payroll Perusahaan dengan Lebih Efisien

QLola by BRI Kelola Payroll Perusahaan dengan Lebih Efisien

Lampung | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:46 WIB

Prabowo Pimpin Upacara di Lubang Buaya, Puan Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila

Prabowo Pimpin Upacara di Lubang Buaya, Puan Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:43 WIB

Berikut Cara Mengelola Payroll Perusahaan agar Lebih Efisien

Berikut Cara Mengelola Payroll Perusahaan agar Lebih Efisien

Sumsel | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:43 WIB

5 Zodiak Paling Rentan Kena Manipulasi saat Pacaran dengan Cancer, Hati-hati!

5 Zodiak Paling Rentan Kena Manipulasi saat Pacaran dengan Cancer, Hati-hati!

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:42 WIB

Gudang Jabodetabek Nyaris Penuh, JIEP Genjot Ekspansi di Pulogadung

Gudang Jabodetabek Nyaris Penuh, JIEP Genjot Ekspansi di Pulogadung

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:39 WIB

Pelaku Ditangkap, Ini Kronologi Penusukan Viral di Warung Bakso Dumai

Pelaku Ditangkap, Ini Kronologi Penusukan Viral di Warung Bakso Dumai

Riau | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:37 WIB

Sinopsis Live Long and Prosper, Dracin Fantasi yang Dibintangi Dylan Wang

Sinopsis Live Long and Prosper, Dracin Fantasi yang Dibintangi Dylan Wang

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:35 WIB

Sirkuit Mijen Jadi Tantangan Berat, Drift King of Mijen Diperebutkan Akhir Pekan Ini

Sirkuit Mijen Jadi Tantangan Berat, Drift King of Mijen Diperebutkan Akhir Pekan Ini

Jawa Tengah | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:31 WIB

Pemerintah Mau Salurkan BSU Rp300.000, Anggaran Rp12 Triliun Sudah Disiapkan

Pemerintah Mau Salurkan BSU Rp300.000, Anggaran Rp12 Triliun Sudah Disiapkan

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:19 WIB

×