Penjelasan Keamanan Gedung Soal Retakan di Apartemen Kebagusan City

Bangun Santoso, Welly Hidayat

Sabtu, 03 Agustus 2019 | 12:55 WIB
Penjelasan Keamanan Gedung Soal Retakan di Apartemen Kebagusan City
Penampakan retakan di Apartemen Kebagusan City usai diguncang gempa. (Istimewa)

Suara.com - Kepala Keamanan Apartemen Kebagusasn City, Bernard Wahyu Winarta menegaskan tak ada keretakan di tiga tower A, B dan C akibat guncangan gempa yang terjadi di wilayah Jakarta, pada Jumat (2/8/2019) malam.

"Itu, tak terjadi keretakan di gedung apartemen kita ya," kata Bernard ketika ditemui Suara.com, Sabtu (3/8/2019).

Bernard menjelaskan, bahwa informasi awal dari warga hunian yang mungkin panik ketika gempa terjadi, ada yang melihat ke bagian luar gedung, dianggap ada keretakan.

"Kronologisnya itu awal ketika warga turun melihat ada garis hitam memanjang di ruang diletasi. Itu bukan keretakan sebenarnya," ujar Bernard.

"Itu bekas siler (penambal cat) kami pakai untuk mengecat gedung karena ada pori-pori yang masuk air. Itu bekas keretakan gempa berapa tahun lalu ya," Bernard menambahkan.

Menurut dia, bagian gedung yang ada keretakan itu, hanya di bagian ruang diletasi. Ruang diletasi tersebut memang disiapkan bagi bangunan -bangunan tinggi untuk antisipasi gempa.

"Ruang diletasi itu adalah ruang kosong antar bangunan jadi ada celah sambungan. Gedung kami leter L di ruang kosong sambungan ini ada ruang kosong, ruang hampa, sekitar 20 cm. Memanjang dari atas ke bawah," ungkap Bernard.

Menurut Bernard fungsi diletasi untuk memberikan ruang, sekaligus mencegah gesekan atau tabrakan antar bangunan jika terjadi gempa.

"Ketika bangunan memiliki tinggi berbeda tidak ada ruang diletasinya itu malah bahaya. Kami di semua gedung di tiga tower Kebagusan City semua ada ruang diletasi ini. Ketika ada gempa kemudian terjadi keretakan di ruang diletasi itu wajar. Tapi, ketika di bangunan lain itu bahaya," papar Bernard.

baca juga

Bernard menyatakan, pihaknya akan tetap meminta pengecekan kepada struktur pembangunan gedung usai gempa terjadi.

"Tapi tetap kami akan cek kami panggil konsultan struktur gedung. Kami ada asuransi juga. Tapi kami pastikan ruang diletasi yang ada keretakan tidak mempengaruhi struktur bangunan. Gedung kita sudah didesain tahan guncangan akibat gempa sampai 9.2 SR," imbuh dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bangunan Rusak Akibat Gempa Banten Terus Bertambah

Bangunan Rusak Akibat Gempa Banten Terus Bertambah

Banten | Sabtu, 03 Agustus 2019 | 12:45 WIB

Update Gempa Banten, 2 Orang Tewas, Pengungsi Sebagian Sudah Pulang

Update Gempa Banten, 2 Orang Tewas, Pengungsi Sebagian Sudah Pulang

Banten | Sabtu, 03 Agustus 2019 | 12:22 WIB

Gempa Banten dan 5 Gempa di Indonesia Berkekuatan di Atas 7 Skala Richter

Gempa Banten dan 5 Gempa di Indonesia Berkekuatan di Atas 7 Skala Richter

News | Sabtu, 03 Agustus 2019 | 12:17 WIB

2 Warga Lebak Meninggal Saat Gempa Banten Mengguncang

2 Warga Lebak Meninggal Saat Gempa Banten Mengguncang

Banten | Sabtu, 03 Agustus 2019 | 11:46 WIB

Kondisi Terkini Pascagempa Banten 7,4 SR, Puluhan Rumah Hancur

Kondisi Terkini Pascagempa Banten 7,4 SR, Puluhan Rumah Hancur

Video | Sabtu, 03 Agustus 2019 | 11:27 WIB

Terkini

Tragedi Berdarah di Jerman: 6 Tewas dalam Penembakan, Polisi Ungkap Motif Dendam

Tragedi Berdarah di Jerman: 6 Tewas dalam Penembakan, Polisi Ungkap Motif Dendam

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 06:10 WIB

China Wajibkan AI di Sekolah: Semua Siswa Wajib Kuasai Kecerdasan Buatan dalam 5 Tahun

China Wajibkan AI di Sekolah: Semua Siswa Wajib Kuasai Kecerdasan Buatan dalam 5 Tahun

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 06:05 WIB

Misteri Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi Beijing, Pemerintah Bungkam Sensor Ketat

Misteri Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi Beijing, Pemerintah Bungkam Sensor Ketat

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 05:30 WIB

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

News | Senin, 29 Juni 2026 | 23:37 WIB

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 21:35 WIB

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:44 WIB

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:41 WIB

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:22 WIB

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:43 WIB

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:36 WIB

×