Kelabui Pengawas Lingkungan, Buruh Pabrik China Warnai Bebatuan Jadi Hijau

Rendy Adrikni Sadikin, Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana

Kamis, 08 Agustus 2019 | 11:59 WIB
Kelabui Pengawas Lingkungan, Buruh Pabrik China Warnai Bebatuan Jadi Hijau
Batu dicat hijau - (Weibo/@齐鲁网)

Suara.com - Sebuah pabrik di provinsi Shandong, China timur, telah melakukan aksi "go green" yang dimaknai secara literal untuk menipu pengawas lingkungan setempat. Para buruh menutupi area di sekitar pabrik menggunakan cat semprot berwarna hijau.

Dikutip SUARA.com dari Sixth Tone, Kamis (1/8/2019), kini pabrik pengolahan batu milik Changsheng Mining Industry Co Ltd itu telah ditutup biro lingkungan hidup di kota Xintai.

Pihak berwenang juga menskors para petinggi pabrik dan memberi mereka tenggat waktu selama satu bulan untuk membersihkan bebatuan berwarna hijau dari lokasi.

Tahun lalu, menurut iQilu, pabrik itu 'menghijaukan' lingkungan di sekitarnya untuk mengelabui pengawas lingkungan. Area yang dicat itu dimaksudkan agar terlihat seperti vegetasi dari citra satelit.

Namun, trik curang itu tak berjalan sesuai rencana. Pabrik tersebut akhirnya gagal dalam penilaian oleh biro lingkungan Xintai. Operasinya pun ditangguhkan, meski tanggalnya tidak dinyatakan dengan jelas.

Walaupun telah diperintahkan untuk ditutup, dilaporkan iQilu, pabrik itu masih diramaikan oleh kesibukan para pekerja. Bahkan truk juga terus datang dan pergi di sana.

Tak hanya itu, sejumlah wartawan menemukan pula bahwa para pekerja telah menggali lubang sedalam 100 meter di dekat pabrik. Padahal, ada tanda di pintu masuk utama yang menyebutkan bahwa kegiatan produksi pabrik telah dihentikan untuk sementara.

Dalam upaya meminimalkan polusi industri dan meminta pertanggungjawaban dari pihak-pihak yang melanggar aturan, pemerintah pusat dan daerah China telah menginstruksikan berbagai tindakan untuk menjaga lingkungan dan melakukan inspeksi mendadak.

Tahun lalu, lebih dari 42 ribu orang dituntut karena pelanggaran lingkungan dan dikenai denda dengan total 15,28 miliar yuan (Rp 30,8 triliun).

baca juga

Namun, banyak perusahaan yang berhasil menghindar dari pengawasan lingkungan, dan beberapa pabrik yang telah ditutup tetap menentang dengan terus beroperasi, sementara yang lainnya memilih untuk menghajar para relawan atau menghalangi inspektur dengan perlawanan fisik.

Manajer pabrik mengatakan kepada iQilu bahwa tempat itu tersebut telah diberi wewenang untuk melakukan operasi penambangan, setelah lolos penilaian terkait dampak lingkungan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Emosi Game Kesayangan Dikloning, Pria Ini Nekat Banting PlayStation 4

Emosi Game Kesayangan Dikloning, Pria Ini Nekat Banting PlayStation 4

Tekno | Rabu, 07 Agustus 2019 | 09:27 WIB

Permintaan Melemah, Air China akan Hapus Penerbangan Rute Beijing-Hawaii

Permintaan Melemah, Air China akan Hapus Penerbangan Rute Beijing-Hawaii

Bisnis | Rabu, 07 Agustus 2019 | 08:56 WIB

Dampak Listrik Padam, Pabrikan Otomotif Merugi

Dampak Listrik Padam, Pabrikan Otomotif Merugi

Otomotif | Selasa, 06 Agustus 2019 | 17:15 WIB

Kisah Pasangan Lansia yang Bersatu Kembali di ICU untuk Terakhir Kalinya

Kisah Pasangan Lansia yang Bersatu Kembali di ICU untuk Terakhir Kalinya

Health | Senin, 05 Agustus 2019 | 15:10 WIB

Nekat Berpose di Rel, Pasangan Remaja Ini Terserempet Kereta Api

Nekat Berpose di Rel, Pasangan Remaja Ini Terserempet Kereta Api

News | Senin, 05 Agustus 2019 | 11:58 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×