Istana Jawab Kritikan Akademisi yang Tolak Impor Rektor Asing

Bangun Santoso | Stephanus Aranditio | Suara.com

Kamis, 08 Agustus 2019 | 15:53 WIB
Istana Jawab Kritikan Akademisi yang Tolak Impor Rektor Asing
Deputi II Kepala Staf Kepresidenan Yanuar Nugroho. (Suara.com/Stephanus Aranditio)

Suara.com - Kantor Staf Kepresidenan menjawab sejumlah kritikan dari rektor yang menolak rencana pemerintah mendatangkan rektor asing untuk perguruan tinggi negeri. Pemerintah menekankan kemajuan ilmu bukan sekadar asingnya.

Deputi II Kepala Staf Kepresidenan di Kantor Staf Presiden Yanuar Nugroho mengatakan, beberapa rektor yang mengkritik pemerintah mungkin belum paham sepenuhnya maksud pemerintah.

"Betul (banyak kritik), memang kritikan itu muncul karena pemahamannya rektornya harus asing dan karena asing mendapatkan perlakuan istimewa, bukan seperti orang Indonesia," kata Yanuar saat ditemui di Kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), Senayan, Jakarta, Kamis (8/8/2019).

Yanuar menegaskan, yang dimaksud rektor asing adalah orang asing yang memiliki kualifikasi ilmu kelas internasional untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi di Indonesia.

"So, saya tutup debatnya, kualifikasi intenasional, sudah. Sudah saatnya Indonesia ini, negara besar, punya kampus-kampus bagus ya, emang harus masuk ke tahap internasional. Siapapun yang memimpin, kulitnya putih, kuning, sawo mateng, atau sawo busuk, atau apalah terserah, pokoknya kualifikasi internasional," jelasnya.

Yanuar juga menceritakan pengalamannya saat mengajar selama 12 tahun di Manchester Institute of Innovation Research (MIOIR) dan Pusat Informatika Pembangunan Universitas Manchester, Inggris. Menurutnya, dia sebagai orang asing saja bisa mengajar di negeri orang.

"Misalnya, Ketua jurusan saya saja orang asing, karena orang Amerika. Dia pernah memimpin, apa namanya lembaga penelitian, dia pernah menghasilkan penelitian jurnal sekian banyak, dia mengelola dana, itu kualifikasi," katanya.

Sebelumnya, Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Panut Mulyono berharap wacana perekrutan rektor asing untuk perguruan tinggi negeri (PTN) mesti dikaji ulang. Pasalnya, ketimbang mendatangkan rektor asing, Panut melihat sebaiknya perbaikan kualitas pendidikan oleh lokal yang saat ini lebih penting.

Panut menilai bahwa problematika di dunia pendidikan di Indonesia berbeda dengan apa yang terjadi di dunia pendidikan negara-negara maju.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rektor UIN Yogya Sebut Menristekdikti Tak Paham Soal Pendidikan

Rektor UIN Yogya Sebut Menristekdikti Tak Paham Soal Pendidikan

Jogja | Rabu, 07 Agustus 2019 | 21:34 WIB

Pemerintah Mau Impor Rektor Asing, Rektor UGM: Pikirkan Masak-masak

Pemerintah Mau Impor Rektor Asing, Rektor UGM: Pikirkan Masak-masak

News | Rabu, 07 Agustus 2019 | 15:09 WIB

Setuju Datangkan Rektor Asing, JK: Peningkatan Mutu Lokal Masih Lambat

Setuju Datangkan Rektor Asing, JK: Peningkatan Mutu Lokal Masih Lambat

News | Rabu, 07 Agustus 2019 | 04:00 WIB

Wapres JK Dukung Menristekdikti Datangkan Rektor Asing

Wapres JK Dukung Menristekdikti Datangkan Rektor Asing

News | Selasa, 06 Agustus 2019 | 22:45 WIB

Ketua Dewan Guru Besar UGM Nilai Menristek Lagi Caper ke Jokowi

Ketua Dewan Guru Besar UGM Nilai Menristek Lagi Caper ke Jokowi

Jogja | Selasa, 06 Agustus 2019 | 18:49 WIB

Terkini

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:37 WIB

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:07 WIB

Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan

Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:04 WIB

Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter

Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:04 WIB

Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor

Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:57 WIB

Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun

Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:49 WIB

Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?

Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:47 WIB

Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah

Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:40 WIB

BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar

BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:24 WIB