Pimpin Ikrar Eks DI/TII, Fadli Zon Curiga Siasat Wiranto Jadi Menteri Lagi

Agung Sandy Lesmana | Novian Ardiansyah | Suara.com

Rabu, 14 Agustus 2019 | 13:11 WIB
Pimpin Ikrar Eks DI/TII, Fadli Zon Curiga Siasat Wiranto Jadi Menteri Lagi
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan HAM, Wiranto. (Suara.com/Fakhri)

Suara.com - Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengkritisi pelaksanaan ikrar setia 14 eks anggota Harokah Islam Indonesia, Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII), dan Negara Islam Indonesia (NII) di kantor Menkopolhukam Wiranto pada Selasa (13/8/2019) kemarin.

Fadli menilai, ikrar seperti tersebut tidak perlu lagi dilaksanakan lantaran persoalannya telah selesai sejak jauh hari.

Fadli bahkan secara terang-terangan meminta agenda semacam itu tidak disengaja dibuat hanya untuk menarik perhatian agar menteri bersangkutan terpilih kembali pada periode kedua Joko Widodo.

"Waduh setahu saya sudah lama (mereka) sumpah setia kepada NKRI, kok ada lagi yang baru lagi. Menurut saya enggak perlu lagi diada-adakan itu dari tahun 70-an sudah beres itu, saya sebagai orang sejarah enggak melihat ada yang baru. Jangan ini jadi proposal untuk jadi menteri lagi," kata Fadli di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Fadli juga tidak melihat adanya ancaman dari kelompok yang diketahui keberadaannya sudah sejak lama ada di Indonesia. Bahkan disebut Fadli, anggota dari kelompok tersebut sudah pernah ada yang menjabat di struktur pemerintahan lantaran persoalannya memang sudah dianggap selesai.

"Enggak ada lagi, DI/TII sudah selesai kalau anda lihat sejarahnya tahun 60-an sudah selesai. Kemudian  mereka awal-awal sudah masuk dalam bagian pemerintahan jadi lurah, camat, sudah selesai itu dan jangan diungkit-ungkit sehingga jadi pemicu perdebatan baru. Masa mereka harus cium bendera merah putih, jadi itu inisiatif Pak Wiranto menurut saya enggak perlu," kata Fadli.

Diketahui, mantan anggota Harokah Islam Indonesia, DI/TII, dan NII membacakan ikrar setia pada Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Bhinneka Tinggal Ika di Gedung Kemenko Polhukam, Selasa (13/8/2019) pagi. Pembacaan ikrar tersebut dipimpin langsung oleh Menkopolhukam, Wiranto.

Sebanyak 14 orang mantan anggota Harokah Islam Indonesia, DI/TII, dan NII tersebut hadir.

Mereka adalah Sarjono Karyosuwiryo, Dadang Fathurrahman, Aceng Mi’rah Mujahidin, Yudi Muhammad Auliya, Yana Suryana, Deden Hasbullah, Ahmad Icang Rohiman, Mamat Rohimat, Dadang Darmawan, Eko Hery Sudibyo, Cepi Ardiyansyah, Nandang Syuhada, Deris Andrian, dan Ali Abdul Adhim.

Sarjono Kartosuwiryo selaku putra tokoh utama DI/TII-NII, Sekarmaji Marinan Kartosuwiryo, memimpin ikrar sumpah tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Sarjono mengungkapkan alasan terkait pembacaan ikrar setia pada Pancasila.

"Saya tidak bisa menilai sesuatu hal yang baik atau buruk. Itu bukan hak saya. Itu nanti Allah yang memutuskan. Tetapi saya menerima akibat yang buruk daripada perpecahan," kata Sarjono di lokasi.

Sarjono mengatakan, kekinan masih ada sekitar 2 juta anggota Darul Islam orang yang masih berstatus anggota. Ia berharap mereka mau bergabung dan setia pada Pancasila.

"Saya tidak punya data resminya ada berapa, tapi saya memperkirakan masih ada dua juta. Nah oleh sebab itu, saya mengimbau kepada rekan-rekan untuk bersatu bersama membangun negara ini sebab negara ini kalau rusak bocor ya kita sendiri yang tenggelam," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Singgung Jokowi, Fadli Zon: Jangan Cari Menteri Masih Belajar, Bisa Repot

Singgung Jokowi, Fadli Zon: Jangan Cari Menteri Masih Belajar, Bisa Repot

News | Rabu, 14 Agustus 2019 | 12:34 WIB

Fadli Zon ke Jokowi: Jangan Cari Menteri yang Sedang Belajar

Fadli Zon ke Jokowi: Jangan Cari Menteri yang Sedang Belajar

News | Rabu, 14 Agustus 2019 | 12:24 WIB

Ini Alasan Eks Anggota Harokah Islam, DI dan NII Ucap Ikrar Setia Pancasila

Ini Alasan Eks Anggota Harokah Islam, DI dan NII Ucap Ikrar Setia Pancasila

News | Selasa, 13 Agustus 2019 | 13:50 WIB

PDIP Usul Amandemen UUD 45, Fadli Zon: Jangan karena Kepentingan Sesaat

PDIP Usul Amandemen UUD 45, Fadli Zon: Jangan karena Kepentingan Sesaat

News | Senin, 12 Agustus 2019 | 22:08 WIB

PAN Usul Pemimpin MPR Ditambah Jadi 10 Orang, Fadli Zon Setuju

PAN Usul Pemimpin MPR Ditambah Jadi 10 Orang, Fadli Zon Setuju

News | Senin, 12 Agustus 2019 | 16:15 WIB

Ada Anggota DPR Diduga Terima Suap Impor Bawang, Ini Kata Fadli Zon

Ada Anggota DPR Diduga Terima Suap Impor Bawang, Ini Kata Fadli Zon

News | Kamis, 08 Agustus 2019 | 13:25 WIB

Bayar Kompensasi dengan Potong Gaji Pegawai, Fadli Zon: PLN Tak Profesional

Bayar Kompensasi dengan Potong Gaji Pegawai, Fadli Zon: PLN Tak Profesional

News | Rabu, 07 Agustus 2019 | 14:04 WIB

Disebut Jadi Dalang Blackout, Fadli Zon: Jangan Kriminalisasi Pohon Sengon

Disebut Jadi Dalang Blackout, Fadli Zon: Jangan Kriminalisasi Pohon Sengon

News | Rabu, 07 Agustus 2019 | 13:39 WIB

Fadli Sebut Mati Listrik Massal karena Negara Salah Urus, PPP: Lebay

Fadli Sebut Mati Listrik Massal karena Negara Salah Urus, PPP: Lebay

News | Selasa, 06 Agustus 2019 | 16:02 WIB

Terkini

Komnas HAM Dorong Agar Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilakukan Melalui Pengadilan Umum

Komnas HAM Dorong Agar Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilakukan Melalui Pengadilan Umum

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 15:57 WIB

Hilal di Batas Kriteria MABIMS, Bosscha ITB Sebut Posisi Bulan Sulit Diamati

Hilal di Batas Kriteria MABIMS, Bosscha ITB Sebut Posisi Bulan Sulit Diamati

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 15:49 WIB

Update Korban Perang AS-Israel vs Iran: Tembus Ribuan Jiwa Meninggal Dunia

Update Korban Perang AS-Israel vs Iran: Tembus Ribuan Jiwa Meninggal Dunia

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 15:35 WIB

Angka Pemudik 2026 Melonjak 10 Persen, Simak Data Lengkap Kemenhub Berikut Ini

Angka Pemudik 2026 Melonjak 10 Persen, Simak Data Lengkap Kemenhub Berikut Ini

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 15:29 WIB

Apa Itu Ladang Gas South Pars? Pusat Energi Dunia yang Diserang Rudal Israel

Apa Itu Ladang Gas South Pars? Pusat Energi Dunia yang Diserang Rudal Israel

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 15:05 WIB

Lebaran Berpotensi Sabtu 21 Maret, Kemenag DIY Pantau Hilal di POB Syekh Bela Belu Sore Ini

Lebaran Berpotensi Sabtu 21 Maret, Kemenag DIY Pantau Hilal di POB Syekh Bela Belu Sore Ini

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 15:04 WIB

Beri Kejutan Menyenangkan, LRT Jabodebek Berlakukan Tarif Rp1 Saat Idul Fitri 2026

Beri Kejutan Menyenangkan, LRT Jabodebek Berlakukan Tarif Rp1 Saat Idul Fitri 2026

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 14:48 WIB

Hilal Dinilai Belum Penuhi Kriteria, BRIN-BMKG Prediksi Idulfitri 2026 Jatuh 21 Maret

Hilal Dinilai Belum Penuhi Kriteria, BRIN-BMKG Prediksi Idulfitri 2026 Jatuh 21 Maret

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 14:44 WIB

Trump 'Cuci Tangan', Marahi Israel Serang Ladang Gas South Pars Milik Iran

Trump 'Cuci Tangan', Marahi Israel Serang Ladang Gas South Pars Milik Iran

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 14:35 WIB

KWP Salurkan 2.000 Sembako Jelang Idul Fitri 2026, Sasar Hingga Pelosok Desa

KWP Salurkan 2.000 Sembako Jelang Idul Fitri 2026, Sasar Hingga Pelosok Desa

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 14:25 WIB