Kontras: Penambahan Aparat Keamanan di Papua Bukan Solusi

Bangun Santoso | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Rabu, 21 Agustus 2019 | 12:24 WIB
Kontras: Penambahan Aparat Keamanan di Papua Bukan Solusi
Massa yang tergabung dalam Pencinta NKRI dan Pancasila menggelar doa bersama untuk Papua di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta, Selasa (20/8) malam. [Suara.com/Arya Manggala]

Suara.com - Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan atau KontraS menganggap penambahan personel keamanan di Papua dan Papua Barat bukan solusi untuk menyelesaikan kerusuhan yang terjadi di Manokwari dan daerah lain sejak Senin (21/8/2019).

Menurut Kontras, justru yang mesti dilakukan pemerintah ialah bagaimana menyelesaikan insiden ujaran kebencian dan rasis yang terjadi saat pengepungan asrama mahasiswa Papua di Surabaya.

Kepala Divisi Advokasi KontraS Arif Nurfikri mengatakan bahwa semestinya pemerintah mencari jalan keluar dari akar permasalahannya.

Sebagaimana diketahui, kerusuhan yang terjadi di Manokwari beberapa waktu lalu terjadi sebagai imbas pengepungan sejumlah ormas ke asrama mahasiswa Papua di Surabaya. Dalam kejadian tersebut, diduga ada oknum aparat keamanan yang melakukan tindakan rasis kepada mahasiswa Papua.

"Kalau kita lihat kan solusi penambahan personel itu di Sorong sama di Manokwari kan bukan solusi," kata Arif saat dihubungi Suara.com, Rabu (20/8/2019).

"Tapi yang harus diselesaikan problem permasalahannya apa. Nah itu yang enggak dijawab sama Menkopolhukam dan Kapolri terkait dengan ujaran-ujaran kebencian dan rasial yang terjadi di Surabaya, Malang dan Semarang," kata dia.

Tindakan ujaran kebencian hingga rasis yang menimpa mahasiswa Papua tersebut bukan hanya terjadi sekali dua kali. Arif mencontohkan satu kejadian pada 2017 di Jogjakarta. Saat itu asrama mahasiswa Papua juga diserang dan dihujani dengan ujaran kebencian.

Kejadian tersebut pun kembali berulang di Surabaya. Hal yang disayangkan oleh Arif ialah cara pemerintah menyelesaikan perkara tersebut. Seringkali pemerintah memilih jalan dengan mengandalkan personel keamanan.

"Saya lihat justru bukan malah menyelesaikan masalah kalau memang dia katakan bahwa suasana kondusif dan sebagainya, untuk apa lagi?" tuturnya.

Dengan demikian, Arif memandang bahwa pemerintah harus serius menangani isu rasis yang kerap dirasakan oleh masyarakat Papua. Kemudian seyogyanya pemerintah juga bisa menelusuri siapa oknum aparat keamanan yang diduga bertindak rasis kepada mahasiswa Papua di Surabaya.

"Seharusnya pemerintah bertindak tegas termasuk oknum yang diduga oknum aparat ketika dia melakukan ujaran-ujaran kebencian ya harus ditindak bukan justru malah menambah persoalan baru," tandasnya.

Untuk diketahui, Kapolri Jenderal Tito Karnavian melakukan pertemuan tertutup dengan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto di Kantor Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (20/8/2019). Pertemuan itu membahas perkembangan terbaru soal kerusuhan yang terjadi Papua dan Papua Barat.

Wiranto menuturkan, dalam pertemuan itu Tito sempat menyampaikan kondisi terakhir pasca kerusuhan di Manokwari dan Sorong, Papua Barat yang terjadi pada Senin (19/8/2019). Meskipun menyampaikan kondisi terkini sudah kondusif, namun nantinya jumlah personel keamanan akan ditambah.

"Hanya memang perlu penambahan pasukan untuk lebih meyakinkan pengamanan obyek-obyek vital yang ada di Papua dan Papua Barat. Sehingga ada penambahan pasukan dari luar daerah Papua dan Papua Barat," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kerusuhan di Fakfak, Polisi: Boleh Sampaikan Aspirasi Tapi Jangan Anarkis

Kerusuhan di Fakfak, Polisi: Boleh Sampaikan Aspirasi Tapi Jangan Anarkis

News | Rabu, 21 Agustus 2019 | 11:45 WIB

Pangdam V Brawijaya Bakal Beri Sanksi ke Anggotanya Jika Terbukti Rasis

Pangdam V Brawijaya Bakal Beri Sanksi ke Anggotanya Jika Terbukti Rasis

Jatim | Rabu, 21 Agustus 2019 | 10:51 WIB

Kerusuhan Pecah di Fakfak: Fasilitas ATM Dirusak, Pasar Dibakar

Kerusuhan Pecah di Fakfak: Fasilitas ATM Dirusak, Pasar Dibakar

News | Rabu, 21 Agustus 2019 | 09:56 WIB

Terbongkar, Jejak Digital Tri Susanti Korlap Aksi di Asrama Mahasiswa Papua

Terbongkar, Jejak Digital Tri Susanti Korlap Aksi di Asrama Mahasiswa Papua

News | Rabu, 21 Agustus 2019 | 09:51 WIB

Usai Geruduk Asrama Mahasiswa Papua, Wakil Ormas Tri Susanti Minta Maaf

Usai Geruduk Asrama Mahasiswa Papua, Wakil Ormas Tri Susanti Minta Maaf

Jatim | Rabu, 21 Agustus 2019 | 09:25 WIB

Berubah Sepi di Malam Hari, Kota Sorong Dijaga Ketat Aparat

Berubah Sepi di Malam Hari, Kota Sorong Dijaga Ketat Aparat

News | Rabu, 21 Agustus 2019 | 09:17 WIB

Pemuda Muhammadiyah Instruksikan Kokam Ikut Jaga Asrama Mahasiswa Papua

Pemuda Muhammadiyah Instruksikan Kokam Ikut Jaga Asrama Mahasiswa Papua

News | Rabu, 21 Agustus 2019 | 09:08 WIB

Terkini

PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat

PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 23:15 WIB

Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi

Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:18 WIB

Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?

Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:10 WIB

Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental

Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:09 WIB

Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan

Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 21:54 WIB

Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati

Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 21:35 WIB

Peringati Usia ke-80, Persit Kartika Chandra Kirana Mantapkan Pengabdian Dalam Berkarya

Peringati Usia ke-80, Persit Kartika Chandra Kirana Mantapkan Pengabdian Dalam Berkarya

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:58 WIB

Indonesia Darurat Kekerasan Anak? MPR Soroti Celah Sistem Perlindungan Anak

Indonesia Darurat Kekerasan Anak? MPR Soroti Celah Sistem Perlindungan Anak

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:47 WIB

Polisi Bongkar Gudang Penadah HP Curian di Bekasi, 225 iPhone dan Android Disita

Polisi Bongkar Gudang Penadah HP Curian di Bekasi, 225 iPhone dan Android Disita

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:38 WIB

Yuk Liburan ke Surabaya! Jelajahi Panggung Budaya Terbesar Tahun Ini di Perayaan HJKS ke-733

Yuk Liburan ke Surabaya! Jelajahi Panggung Budaya Terbesar Tahun Ini di Perayaan HJKS ke-733

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:30 WIB