Tokoh MUI Sebut Ada Upaya Hilangkan Jejak Islam Dari Sejarah Indonesia

Chandra Iswinarno, Ria Rizki Nirmala Sari

Rabu, 28 Agustus 2019 | 22:52 WIB
Tokoh MUI Sebut Ada Upaya Hilangkan Jejak Islam Dari Sejarah Indonesia
Ketua Dewan Pembina MUI Din Syamsuddin.(Suara.com/Lili Handayani)

Suara.com - Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin merasakan jelas adanya upaya untuk menghilangkan jejak Islam dari sejarah Indonesia. Padahal dalam sejarah Indonesia, esensi Islam tidak pernah luput menjadi saksi.

Din mengaku tidak berniat untuk melemparkan tuduhan. Akan tetapi, ia mengatakan itu berdasarkan fakta yang bertebaran.

"Tanpa bermaksud menuduh dan tanpa menyebut dan saya sangat rasakan dan jelas ada upaya menghilangkan jejak Islam dari sejarah kita, faktanya banyak," kata Din di Kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2019).

Din kemudian memaparkan sejarah Indonesia tidak terlepas dari esensi agama Islam. Mulai dari bendera merah putih yang kali pertama dijahit oleh Fatmawati, istri Presiden ke-1 RI Soekarno. Din menyebut, bendera merah putih itu dimiliki kiai selama 80 tahun.

Lalu, Kemerdekaan Indonesia yang jatuh pada 17 Agustus 1945 juga tidak terlepas dari perenungan kiai, salah satunya ialah tokoh Muhammadiyah dari Madiun yakni KH Abdul Mukti.

"Betapa fakta sejarah, rumah tempat proklamasi pada 17 Ramadan itu rumah turunan Arab. Ini kan enggak pernah dikemukakan," ujarnya.

Bahkan, Din sempat bercerita bagaimana Soekarno menyimpan Alquran kecil di sakunya serta membangun Monas dengan unsur keagamaan di dalamnya.

"Betapa Bung Karno sampai tancap Monas dengan simbol keagamaan dan Islam sampai bangun patung (Pangeran) Diponegoro menghadap istana simbol sebagai wali, untuk menjaga istana, ini simbol yang aktual," ucapnya.

Untuk itu Din berharap kepada ulama, ormas Islam serta umat Islam secara keseluruhan untuk menghadirkan keyakinan dan kesadaran bahwa nilai keislaman dan keindonesiaan itu bukanlah bak air dan minyak. Dengan demikian, Din meminta kepada umat Islam untuk berjuang demi persatuan NKRI.

baca juga

"Maka perlu kita berjuang dalam bingkai NKRI, yang berdasarkan Pancasila, yang datang dari tokoh Islam yang sarat dengan muatan nilai keislaman," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ditanya Soal Tawaran Menteri, Din Syamsuddin: Saya Hanya Ketua Ranting

Ditanya Soal Tawaran Menteri, Din Syamsuddin: Saya Hanya Ketua Ranting

Jawa Tengah | Rabu, 14 Agustus 2019 | 15:58 WIB

Din Syamsuddin Ingatkan Pemerintah Soal Perpanjangan Izin FPI

Din Syamsuddin Ingatkan Pemerintah Soal Perpanjangan Izin FPI

News | Rabu, 07 Agustus 2019 | 23:25 WIB

Din Syamsuddin: Jangan Pertentangkan Pancasila dengan Khilafah

Din Syamsuddin: Jangan Pertentangkan Pancasila dengan Khilafah

News | Sabtu, 30 Maret 2019 | 06:15 WIB

Din Syamsuddin Ngaku Ditawari Jadi Ketua Timses Jokowi - Ma'ruf

Din Syamsuddin Ngaku Ditawari Jadi Ketua Timses Jokowi - Ma'ruf

News | Rabu, 29 Agustus 2018 | 19:48 WIB

Terkini

Arti Mimpi Tersesat di Jalan atau Hutan dan Tidak Tahu Jalan Pulang

Arti Mimpi Tersesat di Jalan atau Hutan dan Tidak Tahu Jalan Pulang

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:12 WIB

Bill Gates Beri Peringatan Keras: 20 Tahun ke Depan Bakal Jadi Masa Paling Mencekam!

Bill Gates Beri Peringatan Keras: 20 Tahun ke Depan Bakal Jadi Masa Paling Mencekam!

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:10 WIB

RUU Perampasan Aset Dikebut Saat Reses: Habiburokhman Pimpin Panja, Target Desember 2026

RUU Perampasan Aset Dikebut Saat Reses: Habiburokhman Pimpin Panja, Target Desember 2026

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:09 WIB

Kata-kata Bupati Bogor Begitu Tahu Ada Bobotoh Tewas Habis Nonton di Stadion Pakansari

Kata-kata Bupati Bogor Begitu Tahu Ada Bobotoh Tewas Habis Nonton di Stadion Pakansari

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:05 WIB

Hakim Putuskan Sidang Kasus Febrie Adriansyah Lanjut ke Tahap Pembuktian

Hakim Putuskan Sidang Kasus Febrie Adriansyah Lanjut ke Tahap Pembuktian

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:01 WIB

All Brains Welcome: Mengenal Autisme dan Disleksia dengan Cara Menyenangkan

All Brains Welcome: Mengenal Autisme dan Disleksia dengan Cara Menyenangkan

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Bos Tambang Nikel Ditangkap di Makassar Kasus Pajak Rp1,18 Miliar

Bos Tambang Nikel Ditangkap di Makassar Kasus Pajak Rp1,18 Miliar

Sulsel | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:55 WIB

Cuaca Mendung dan Hujan Pakai Sunscreen Apa? Cek 3 Pilihan yang Bisa Dicoba

Cuaca Mendung dan Hujan Pakai Sunscreen Apa? Cek 3 Pilihan yang Bisa Dicoba

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:55 WIB

Kebijakan Buyback Saham Tanpa RUPS Diperpanjang hingga Juni 2027

Kebijakan Buyback Saham Tanpa RUPS Diperpanjang hingga Juni 2027

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:50 WIB

Biar Tetap Slay, Jangan Sampai Bahasa Kita Bye!

Biar Tetap Slay, Jangan Sampai Bahasa Kita Bye!

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:50 WIB

×