Ferdinand Bela Calon Doktor 'Seks Halal di Luar Nikah': Lawan dengan Nalar

Pebriansyah Ariefana | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Kamis, 05 September 2019 | 12:48 WIB
Ferdinand Bela Calon Doktor 'Seks Halal di Luar Nikah': Lawan dengan Nalar
Dosen IAIN Surakarta Abdul Aziz menunjukan teror yang diterima di media sosial (medsos) Facebook. [Suara.com/Ari Purnomo]

Suara.com - Dosen IAIN Surakarta, Abdul Aziz mengaku mendapatkan teror yang juga menyasar keluarganya akibat disertasi dirinya soal hubungan seks nonmarital yang kontroversial. Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Demokrat Ferdinand Hutahaean menilai sepatutnya disertasi Abdul itu bisa diperdebatkan dengan nalar serta logika yang setara dengan apa yang dihasilkan Abdul tersebut.

Abdul mengatakan bahwa dirinya maupun keluarga kerap mendapatkan teror melalui media sosial. Banyak kata-kata yang menyudutkan dirinya serta keluarga karena dianggap sebagai pihak yang mendukung seks pra nikah.

"Mestinya nalar, logika dan ilmu dilawan juga dengan nalar, logika dan ilmu. Bukan dengan hujatan, caci maki bahkan teror psikologis," kata Ferdinand melalui akun Twitternya @FerdinandHaean2 pada Kamis (5/9/2019).

Sebagaimana dikabarkan sebelumnya, Abdul Aziz memantik kehebohan di media sosial. Hal itu karena disertasinya di Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga tentang seksual normalitas atau seks di luar nikah memicu kontroversial.

Meski demikian, Abdul Aziz tak mempermasalahkan apabila disertasinya itu memicu kehebohan. Menurutnya penelitian berjudul "Konsep Milk Al Yamin Muhammad Syahrur sebagai Keabsahan Hubungan Seksual Nonmartial" yang dibuatnya selama tiga tahun lebih itu bukan hal yang tabu untuk disampaikan secara ilmiah. Bahkan membuka pemikiran baru akan hukum Islam.

"Saya kira disertasi saya yang dianggap kontroversial justru sebagai respon masyarakat akan adanya kepedulian mereka dalam menyikapi masalah kriminalisasi hubungan seksual nonmarital," ujar Aziz saat dihubungi, Kamis (29/8/2019) sore.

Menurut Aziz, penelitian tersebut dibuatnya karena munculnya kegelisahan serta keprihatinannya akan fenomena kriminalisasi hubungan seksual nonmarital atau hubungan seksual konsensual dalam artian seks diluar nikah dengan kesepakatan. Stigmatisasi tersebut melanggar Hak Azasi Manusia (HAM).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

UIN Sunan Kalijaga Akan Klarifikasi Kembali Disertasi Abdul Aziz

UIN Sunan Kalijaga Akan Klarifikasi Kembali Disertasi Abdul Aziz

Jogja | Kamis, 05 September 2019 | 00:30 WIB

Rektor UIN Sunan Kalijaga Menyayangkan Adanya Teror Kepada Keluarga Aziz

Rektor UIN Sunan Kalijaga Menyayangkan Adanya Teror Kepada Keluarga Aziz

Jogja | Kamis, 05 September 2019 | 00:00 WIB

Buat Disertasi Kontroversial, Ini Penjelasan Abdul Aziz

Buat Disertasi Kontroversial, Ini Penjelasan Abdul Aziz

Video | Rabu, 04 September 2019 | 21:04 WIB

Terganggu Teror dan Bully Di Medsos, Abdul Aziz Siap Lapor Polisi

Terganggu Teror dan Bully Di Medsos, Abdul Aziz Siap Lapor Polisi

Jatim | Rabu, 04 September 2019 | 19:49 WIB

Terkini

Konflik Selat Hormuz Berlanjut, Iran Tegaskan Gencatan Senjata Tidak Berlaku Selama Ada Blokade AS

Konflik Selat Hormuz Berlanjut, Iran Tegaskan Gencatan Senjata Tidak Berlaku Selama Ada Blokade AS

News | Kamis, 23 April 2026 | 13:01 WIB

Hakim Percepat Sidang Kasus Chromebook, Nadiem Makarim Hanya Diberi 3 Hari Hadirkan Saksi

Hakim Percepat Sidang Kasus Chromebook, Nadiem Makarim Hanya Diberi 3 Hari Hadirkan Saksi

News | Kamis, 23 April 2026 | 12:46 WIB

Siapa Paolo Zampolli? Utusan Khusus Trump yang Usulkan Italia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026

Siapa Paolo Zampolli? Utusan Khusus Trump yang Usulkan Italia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026

News | Kamis, 23 April 2026 | 12:45 WIB

Longsor Intai Jakarta, BPBD DKI Petakan 9 Kecamatan Rawan

Longsor Intai Jakarta, BPBD DKI Petakan 9 Kecamatan Rawan

News | Kamis, 23 April 2026 | 12:41 WIB

7 Fakta di Balik Kisah Haru Guru Honorer Azis: Viral karena Gowes 10 Km Tiap Hari

7 Fakta di Balik Kisah Haru Guru Honorer Azis: Viral karena Gowes 10 Km Tiap Hari

News | Kamis, 23 April 2026 | 12:32 WIB

Mengapa Parpol Takut Jabatan Ketum Dibatasi? Pengamat: Tanda Takut Kehilangan Kendali Republik

Mengapa Parpol Takut Jabatan Ketum Dibatasi? Pengamat: Tanda Takut Kehilangan Kendali Republik

News | Kamis, 23 April 2026 | 12:30 WIB

PM Lebanon Sebut Israel Lakukan Kejahatan Perang Usai Serangan Udara Tewaskan Jurnalis Al Akhbar

PM Lebanon Sebut Israel Lakukan Kejahatan Perang Usai Serangan Udara Tewaskan Jurnalis Al Akhbar

News | Kamis, 23 April 2026 | 12:29 WIB

Klaim Donald Trump Rezim Iran Pecah Terbantahkan dari Kenyataan Ini

Klaim Donald Trump Rezim Iran Pecah Terbantahkan dari Kenyataan Ini

News | Kamis, 23 April 2026 | 12:19 WIB

Usul Batasan Jabatan Ketum: PDIP Ingatkan KPK Fokus Berantas Korupsi, Bukan Politik

Usul Batasan Jabatan Ketum: PDIP Ingatkan KPK Fokus Berantas Korupsi, Bukan Politik

News | Kamis, 23 April 2026 | 12:10 WIB

Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini

Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini

News | Kamis, 23 April 2026 | 12:05 WIB