Menhan Sebut Kelompok di Papua Terafiliasasi ISIS, Komisi I: Itu Dugaan

Chandra Iswinarno | Novian Ardiansyah | Suara.com

Kamis, 05 September 2019 | 22:24 WIB
Menhan Sebut Kelompok di Papua Terafiliasasi ISIS, Komisi I: Itu Dugaan
Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari. [Suara.com/Novian Ardiansyah]

Suara.com - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyebut ada kelompok pemberontak di Papua yang terafiliasi dengan ISIS. Hal tersebut diungkapkan saat memberikan keterangan terkait permasalahan Papua di hadapan Komisi I DPR RI.

Mendengar pernyataan Ryamizard secara langsung, Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari menilai yang dikatakan Ryamizard masih sebatas dugaan. Ia juga mengaku tak membahas lebih lanjut ihwal pernyataan tersebut saat sesi pertemuan digelar tertutup.

"Begini, tadi itu hanya dugaan bisa jadi seperti ada itu juga, nunggangi. Tapi tidak (ada) pembahasan lebih jauh lagi, karena bisa jadi ada yang nunggangi dan karena muncul video-video semacam itu bisa jadi itu juga penyesatan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggaung jawab," kata Abdul di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta pada Kamis (5/9/2019).

Ia mengemukakan, pernyataan adanya kelompok pemberontak terafiliasi ISIS tersebut hanya sebatas dugaan. Karena didasari juga melalui temuan serupa di media sosial.

"Dugaan karena memang beredar di sosial media kan, itu kan bisa dibuat atau mungkin dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Karena memang juga kenyataannya kita cari siapa yang bertanggung jawab juga enggak ada," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu mengatakan ada indikasi kerusuhan yang terjadi di Papua dan Papua Barat karena campur tangan kelompok separatisme yang bertujuan memisahkan diri dari NKRI.

Ia juga menyinggung terkait keberadaan kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang kerap berulah di wilayah Papua. Menurutnya, istilah KKB tidak terdapat dalam nomenklatur karena yang sebenarnya merupakan kelompok pemberontak bersenjata. Dan kelompok tersebut memiliki tujuan serupa dengan kelompok separatisme.

Terkait Papua, Berdasarkan catatannya, Ryamizard menyebutkan jika ada tiga kelompok yang terlibat di dalamnya. Bahkan, secara gamblang diungkapkannya, salah satu kelompok tersebut terafiliasi dengan Islamic State of Iraq and Suriah (ISIS).

"Perlu kami jelaskan, kelompok di Papua ini ada tiga kelompok, yaitu kelompok pemberontak bersenjata, kelompok pemberontak politik dan kelompok pemberontak klandestin. Sebagai catatan, terdapat kelompok lain yang berafiliasi dengan ISIS telah menyerukan jihad di tanah Papua," ungkap Ryamizard saat memberi keterangan terkait Papua di hadapan Komisi I DPR RI, Kamis (5/9/2019).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ingat Ucapan Megawati, Menhan: Satu Kali TNI Ditarik, Papua Besok Merdeka

Ingat Ucapan Megawati, Menhan: Satu Kali TNI Ditarik, Papua Besok Merdeka

News | Kamis, 05 September 2019 | 18:18 WIB

Menhan: Ada ISIS dan West Papua Army di Kelompok Pemberontak Papua

Menhan: Ada ISIS dan West Papua Army di Kelompok Pemberontak Papua

News | Kamis, 05 September 2019 | 18:10 WIB

Besok, Komisi I DPR Panggil Menkominfo dan Menlu terkait Papua

Besok, Komisi I DPR Panggil Menkominfo dan Menlu terkait Papua

News | Rabu, 04 September 2019 | 21:12 WIB

PDIP: Jika Papua Sudah Aman, Sepatutnya Blokir Internet Dicabut Menyeluruh

PDIP: Jika Papua Sudah Aman, Sepatutnya Blokir Internet Dicabut Menyeluruh

News | Rabu, 04 September 2019 | 13:24 WIB

Buntut Kerusuhan di Papua, DPR akan Panggil Menlu hingga Menkominfo

Buntut Kerusuhan di Papua, DPR akan Panggil Menlu hingga Menkominfo

News | Selasa, 03 September 2019 | 12:28 WIB

Terkini

Wamensos Dorong Bandar Lampung Bentuk Kampung Siaga Bencana dan Perkuat DTSEN

Wamensos Dorong Bandar Lampung Bentuk Kampung Siaga Bencana dan Perkuat DTSEN

News | Senin, 11 Mei 2026 | 14:26 WIB

Donald Trump: Saya Tidak Suka Surat dari Iran!

Donald Trump: Saya Tidak Suka Surat dari Iran!

News | Senin, 11 Mei 2026 | 14:25 WIB

Purnawirawan Jenderal Semprot Dandim Ternate: Pembubaran Nobar 'Pesta Babi' Langgar Konstitusi!

Purnawirawan Jenderal Semprot Dandim Ternate: Pembubaran Nobar 'Pesta Babi' Langgar Konstitusi!

News | Senin, 11 Mei 2026 | 14:24 WIB

Iran Bersumpah Tidak Akan Tunduk pada Tekanan Amerika Serikat, Harga Minyak Makin Runyam

Iran Bersumpah Tidak Akan Tunduk pada Tekanan Amerika Serikat, Harga Minyak Makin Runyam

News | Senin, 11 Mei 2026 | 14:14 WIB

Buntut Potongan Video JK, Jubir Ormas Islam Sebut Ada Unsur Pidana dan Niat Jahat Ade Armando dkk

Buntut Potongan Video JK, Jubir Ormas Islam Sebut Ada Unsur Pidana dan Niat Jahat Ade Armando dkk

News | Senin, 11 Mei 2026 | 14:14 WIB

Cuma Rp50 Ribu Per Hari, Polisi Ungkap Rahasia di Balik Penitipan Bayi Ilegal di Sleman

Cuma Rp50 Ribu Per Hari, Polisi Ungkap Rahasia di Balik Penitipan Bayi Ilegal di Sleman

News | Senin, 11 Mei 2026 | 14:12 WIB

Minta Polri-PPATK Bongkar Sosok Pemodal Judol di Jakbar, Sahroni: Tak Mungkin 321 WNA Gerak Sendiri!

Minta Polri-PPATK Bongkar Sosok Pemodal Judol di Jakbar, Sahroni: Tak Mungkin 321 WNA Gerak Sendiri!

News | Senin, 11 Mei 2026 | 14:08 WIB

Kronologi Lengkap Pria Depok Ngamuk Bumper Ambulans, Berawal dari Cekcok Soal Lampu Rotator

Kronologi Lengkap Pria Depok Ngamuk Bumper Ambulans, Berawal dari Cekcok Soal Lampu Rotator

News | Senin, 11 Mei 2026 | 14:01 WIB

Dari Kantong Kuning dan Hijau, Jakarta Bisa Mulai Benahi Sampahnya

Dari Kantong Kuning dan Hijau, Jakarta Bisa Mulai Benahi Sampahnya

News | Senin, 11 Mei 2026 | 13:58 WIB

Yusril Ingatkan Hakim Militer di Kasus Andrie Yunus: Jangan Sekadar Formalitas

Yusril Ingatkan Hakim Militer di Kasus Andrie Yunus: Jangan Sekadar Formalitas

News | Senin, 11 Mei 2026 | 13:52 WIB