Jaringan ISIS Papua Terdeteksi 2 Tahun Lalu, Polri: Aktifnya Baru Setahun

Dwi Bowo Raharjo, Muhammad Yasir

Jum'at, 06 September 2019 | 15:37 WIB
Jaringan ISIS Papua Terdeteksi 2 Tahun Lalu, Polri: Aktifnya Baru Setahun
Karopenmas Divhumas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo di kantornya. (Suara.com/M. Yasir).

Suara.com - Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Polisi Dedi Prasetyo menyebut jaringan separatis ISIS di Papua dan Papua Barat telah terdeteksi Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror sejak 2 tahun silam, atau pada tahun 2017.

Meski demikian, Dedi mengatakan jaringan ISIS tersebut baru aktif di Papua dan Papua Barat 1 tahun belakangan ini. Satu terduga teroris jaringan ISIS di Papua dan Papua Barat kata Dedi, telah dibekuk oleh Tim Densus 88 Antiteror tahun lalu.

Dedi mengatakan terduga teroris tersebut dibekuk ketika ingin melakukan aksi amaliah di Polres Manokwari, Papua Barat.

"Dia aktifnya kurang lebih satu tahun belakangan ini. Salah satu yang sudah dilakukan upaya penegakan hukum oleh Densus 88 upaya melakukan pengeboman di Polres Manokwari, tapi berhasil diamankan," kata Dedi di Gedung Divisi Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (6/9/2019).

Jaringan ISIS tersebut kata Dedi, tersebar di beberapa wilayah Papua dan Papua Barat. Contohnya seperti di Jayapura, Wamena dan Fakfak. Adapun, target dari mereka menurut Dedi yakni aparat kepolisian.

"Itu sel-selnya memang dia dalam arti kata masih melakukan rekruitmen, kemudian penguasaan wilayah dan dia terus akan melakukan amaliah dengan sasaran anggota kepolisian," ungkapnya.

Lebih lanjut Dedi mengatakan, Polri hingga saat ini mendalami apakah ada keterlibatan jaringan ISIS tersebut dibalik kerusuhan di Papua dan Papua Barat atau tidak.

Aksi ujuk rasa berujung kerusuhan terjadi di Manokwari, Papua Barat, Senin (19/8). (STR / AFP)
Aksi ujuk rasa berujung kerusuhan terjadi di Manokwari, Papua Barat, Senin (19/8). (STR / AFP)

"Nanti dari Densus akan lihat apakah ada fakta hukum keterkaitannya dari beberapa jaringan ISIS yang ada di Papua dan Papua Barat terkait menyangkut masalah kerusuhan ini atau tidak," ujarnya.

baca juga

Sebelumnya, Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu menyebut adanya indikasi keterlibatan ISIS dibalik kerusuhan di Papua dan Papua Barat. Ryamizard mengatakan setidaknya ada tiga kelompok yang diduga menjadi dalang dibalik kerusuhan di Papua dan Papua Barat.

Pertama kelompok pemberontak bersenjata. Kedua, kelompok pemberontak politik. Ketiga, kelompok pemberontak klandestin,” jelasnya.

”Sebagai catatan, terdapat kelompok lain yang berafiliasi dengan ISIS telah menyerukan jihad di tanah Papua. Kini ketiga kelompok itu sudah bersatu," kata Ryamizard di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (5/9) kemarin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polri Telisik Keterlibatan ISIS di Papua dari Teror Bom Polres Manokwari

Polri Telisik Keterlibatan ISIS di Papua dari Teror Bom Polres Manokwari

News | Jum'at, 06 September 2019 | 15:06 WIB

Mau Gabung Ali Kalora, 3 Terduga Teroris di Sulteng Ditangkap

Mau Gabung Ali Kalora, 3 Terduga Teroris di Sulteng Ditangkap

News | Kamis, 05 September 2019 | 19:09 WIB

Istri Terduga Teroris Dilecehkan Densus, Polri: Itu Tidak Benar!

Istri Terduga Teroris Dilecehkan Densus, Polri: Itu Tidak Benar!

News | Kamis, 05 September 2019 | 18:41 WIB

Polri Klaim Sudah Deteksi Veronica Koman di Luar Negeri, Tinggal Ditangkap

Polri Klaim Sudah Deteksi Veronica Koman di Luar Negeri, Tinggal Ditangkap

News | Kamis, 05 September 2019 | 14:28 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×