OPM Sebar Surat Ultimatum untuk Pemerintah RI dan Wiranto

Tim Liputan Khusus

Senin, 09 September 2019 | 17:14 WIB
OPM Sebar Surat Ultimatum untuk Pemerintah RI dan Wiranto
ILUSTRASI - Anggota TPNPB yang dipimpin oleh Egianus Kogoya. [Tabloid Jubi/Istimewa]

Suara.com - Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat—sayap militer Organisasi Papua Merdeka—menyebar surat ultimatum kepada pemerintah Indonesia, terutama Menkopolhukam Wiranto.

Dalam surat pernyataan yang ditandatangani Kepala Staf Umum TPNPB Mayjen Terryanus Satto dan Juru Bicara TPNPB Sebby Sambom tersebut, terdapat 25 butir penjelasan.

Salah satu ultimatum dalam pernyataan tersebut adalah, agar pemerintah Indonesia menyetop pengiriman pasukan militer ke Papua.

"Kami mendesak kepada pemerintah kolonial Republik Indonesia agar segera hentikan pengiriman militer yang berlebihan di Papua, karena hal ini merupakan tindak teror mental dan psikologis bagi masyarakat sipil, orang asli Papua oleh negara," demikian isi poin ultimatum ke-7.

Pada poin pernyataan ke-8, TPNPB menegaskan, "TPNPB-OPM mengeluarkan peringatan keras kepada orang asli Papua Pro-NKRI atau yang merupakann milisi segera hentikan tindakan anda yang menciptakan konflik horizontal."

Sementara pada poin ke-9, TPNPB menegaskan peringatan kepada Menteri koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan RI Wiranto.

"TPNPB-OPM memberikan peringatan kepada pemerintah kolonial Republik Indonesia atau lebih khusus kepada Wiranto, agar segera menghentikan tindakan provokasi kegiatan milisi pro-NKRI di Papua, yang bertujuan untuk menciptakan konflik horizontal seperti Timor-Timur tahun 1999."

Peringatan tersebut dilanjutkan pada poin ke-10 yang meminta orang non-Papua di tanah Papua untuk berhenti menjadi agen TNI/Polri.

"TPNPB-OPM juga memberikan peringatan kepada orang Non-Papua yang tinggal cari Makan di Papua, agar segera berhenti menjadi agen TNI/POLRI dan melakukan penyerangan terhadap orang asli Papua, karena anda sedang berada di tanah leluhur Kami bangsa Papua."

baca juga

Sedangkan untuk orang asli Papua, TPNPB-OPM pada poin ke-17 menyerukan, "Kami sampaikan kepada semua orang asli Papua yang bekerja dengan pemerintah kolonial RI agar segera bergabung dengan agenda tunggal mogok sipil nasional untuk mengusir panjajah."

Surat ultimatum itu sendiri diawali oleh penjelasan sebagai berikut:

Perlu diketahui oleh semua pihak, bahwa masalah Papua adalah persoalan hak politik penentuan nasib sendiri, yang telah dilanggar atau diabaikan oleh PBB, pemerintah Amerika Serikat, pemerintah Belanda dan pemerintah kolonial RI.

Berdasarkan hal itu, maka kami perlu menyampaikan, pemerintah kolonial RI, AS, Belanda, dan PBB telah melanggar hak orang Melanesia di Papua Barat, melalui New York Agreement 15 Agustus 1962, dan juga melalui invasi militer Indonesia di Papua pada 1 Mei 1963.

Tak hanya itu, yang benar-benar telah dilanggar nyata adalah Pelaksanaan Pepera 1969 yang tidak demokratis dan cacat secara hukum, serta cacat moral.

Karenanya, PBB harus segera meninjau pelaksanaan PEPERA 1969 di Papua Barat, dan dengan segera pula memediasi Bangsa Papua guna duduk di meja perundingan dengan pemerintah kolonial RI untuk membicarakan hak politik kemerdekaan bangsa Papua.

Kami TPNPB-OPM menegaskan, perjuangan orang Melanesia di Papua Barat adalah tidak untuk menuntut pembangunan atau kesejahteraan dari pemerintah kolonial RI, melainkan sepenuhnya berjuang hanya untuk hak kedaulatan penuh atau kemerdekaan penuh bagi bangsa Papua.

Berdasarkan hal tersebut, maka kami TPNPB-OPM minta kepada pemerintah kolonial RI agar segera menghentikan pengalihan isu dengan berbagai propaganda murahan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wiranto Sebut Teror di Asrama Mahasiswa Papua Cuma Provokasi

Wiranto Sebut Teror di Asrama Mahasiswa Papua Cuma Provokasi

News | Senin, 09 September 2019 | 16:53 WIB

Pemerintah Siapkan Hercules Jemput Mahasiswa Papua yang Eksodus

Pemerintah Siapkan Hercules Jemput Mahasiswa Papua yang Eksodus

News | Senin, 09 September 2019 | 15:26 WIB

Blokir Internet Masih Berlangsung di Manokwari dan Sorong

Blokir Internet Masih Berlangsung di Manokwari dan Sorong

Tekno | Jum'at, 06 September 2019 | 20:28 WIB

Bantah Wiranto, Telkomsel Mengaku Masih Blokir Sebagian Internet di Papua

Bantah Wiranto, Telkomsel Mengaku Masih Blokir Sebagian Internet di Papua

Tekno | Kamis, 05 September 2019 | 21:04 WIB

Wiranto: Masih Ada Hasutan dari Provokator di Papua

Wiranto: Masih Ada Hasutan dari Provokator di Papua

News | Kamis, 05 September 2019 | 20:23 WIB

Beda dari Wiranto, Kominfo: Blokir Internet di Papua Belum Dicabut Penuh

Beda dari Wiranto, Kominfo: Blokir Internet di Papua Belum Dicabut Penuh

Tekno | Kamis, 05 September 2019 | 20:03 WIB

Klaim Kantongi Bukti Konspirasi Benny Wenda, Tapi Wiranto Ogah Beberkan

Klaim Kantongi Bukti Konspirasi Benny Wenda, Tapi Wiranto Ogah Beberkan

News | Kamis, 05 September 2019 | 19:06 WIB

Terkini

Kiky Saputri Akhirnya Minta Maaf dan Klarifikasi soal Video 'Rakyat Jelata'

Kiky Saputri Akhirnya Minta Maaf dan Klarifikasi soal Video 'Rakyat Jelata'

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 15:58 WIB

Sekjen Gerindra Duga Aksi Sadap Listyo Sigit Cs Insubordinasi dan Upaya Makar

Sekjen Gerindra Duga Aksi Sadap Listyo Sigit Cs Insubordinasi dan Upaya Makar

News | Rabu, 04 November 2026 | 15:56 WIB

Dua Kali Absen dari Panggilan KPK, Nusron: Ke Luar Negeri Ada Izin Setneg

Dua Kali Absen dari Panggilan KPK, Nusron: Ke Luar Negeri Ada Izin Setneg

News | Rabu, 04 November 2026 | 15:51 WIB

Isu Penyadapan Sukses Buat Rupiah Makin tak Berkutik

Isu Penyadapan Sukses Buat Rupiah Makin tak Berkutik

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 15:51 WIB

Skandal Penyadapan Presiden Prabowo, JPW Ingatkan Masyarakat Sipil Tak Terdistraksi Isu Elit

Skandal Penyadapan Presiden Prabowo, JPW Ingatkan Masyarakat Sipil Tak Terdistraksi Isu Elit

Jogja | Rabu, 04 November 2026 | 15:51 WIB

5 HP Murah dengan Performa dan Spek Bagus di Akhir 2026 Menurut Review, Mulai Rp1 jutaan

5 HP Murah dengan Performa dan Spek Bagus di Akhir 2026 Menurut Review, Mulai Rp1 jutaan

Tekno | Rabu, 04 November 2026 | 15:51 WIB

3 Body Serum Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Kusam dalam 7 Hari

3 Body Serum Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Kusam dalam 7 Hari

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 15:50 WIB

Sinopsis Focker in-Law: Film Komedi Ariana Grande, Tayang 25 November

Sinopsis Focker in-Law: Film Komedi Ariana Grande, Tayang 25 November

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 15:45 WIB

Singgung 'Deep State', Gerindra Desak Polisi Usut Otak Penyadapan Prabowo

Singgung 'Deep State', Gerindra Desak Polisi Usut Otak Penyadapan Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 15:43 WIB

Emiten Raffi Ahmad Dicecar BEI Soal Boikot Hingga Massa Bayaran

Emiten Raffi Ahmad Dicecar BEI Soal Boikot Hingga Massa Bayaran

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 15:43 WIB

×