Keranda Mayat, Bendera Kuning hingga Karangan Bunga Berjejer di KPK

Agung Sandy Lesmana | Welly Hidayat | Suara.com

Rabu, 11 September 2019 | 17:33 WIB
Keranda Mayat, Bendera Kuning hingga Karangan Bunga Berjejer di KPK
Penampakan keranda mayat berbentuk kayu yang terpajang di pelataran gedung KPK. (Suara.com/Welly H).

Suara.com - Dukungan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengalir dari berbagai pihak menyusul digulirkannya revisi UU KPK di DPR RI.

Sejak mengalirnya dukungan tersebut, kondisi gedung KPK pun dibanjiri karangan bunga dari sejumlah elemen masyarakat. Karangan bunga sebagai bentuk dukungan itu diletakkan di pelataran gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (11/9/2019).

Pantauan Suara.com, tampak dukungan masyarakat dari karangan bunga yang dituliskan untuk dukungan terhadap KPK yang mengkritik Presiden Joko Widodo yang belum mengambil sikap, untuk menolak melakukan pembahasan dengan DPR RI, terkait RUU KPK.

Penampakan karangan bunga di pelataran gedung KPK, Jakarta (Suara.com/Welly H).
Penampakan karangan bunga di pelataran gedung KPK, Jakarta (Suara.com/Welly H).

Berbagai tulisan juga tampak tertoreh di karangan bunga yang dikirim ke lembaga antirasuah itu. Tulisan berbentuk dukungan dan kritikan terhadap DPR RI dan Presiden Jokowi juga tertampang di sejumlah kiriman bunga di KPK.

Bentuk tulisan dalam karangan bunga itu yang terpajang di KPK di antaranya seperti Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya KPK di Era Jokowi dari AJI Jakarta, Perjuangan Kami Memberantas Korupsi Tidak Pernah Mati, Pak Presiden Masih Semangat memberantas Korupsi? Pemberantasan Korupsi Mati Suri Di mana Presiden Ku? dan Gusdur Merancang KPK Megawati Melahirkan KPK SBY Melindungi KPK Jokowi.....?

Penampakan karangan bunga di pelataran gedung KPK, Jakarta (Suara.com/Welly H).
Penampakan karangan bunga di pelataran gedung KPK, Jakarta (Suara.com/Welly H).

Tak hanya karangan bunga, keranda mayat yang terbuat dari bambu juga dikirimkan sebagai bentuk simbol kritikan masyarakat kepada pemerintah dan DPR menyusul adanya pembahasan RUU KPK yang dianggap melemahkan kewanangan KPK dalam memberantas korupsi. Tampak juga ada sejumlah bendera kuning yang diikat di keranda mayat buatan itu. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dukung RUU KPK, Yusril: Tidak Ada UU yang Sempurna

Dukung RUU KPK, Yusril: Tidak Ada UU yang Sempurna

News | Rabu, 11 September 2019 | 15:39 WIB

JK Sebut Tak Semua Poin RUU KPK Disetujui, Ketua DPR: Itu Jadi Pembahasan

JK Sebut Tak Semua Poin RUU KPK Disetujui, Ketua DPR: Itu Jadi Pembahasan

News | Rabu, 11 September 2019 | 15:12 WIB

Dukung SP3 di RUU KPK, JK Contohkan Kasus RJ Lino

Dukung SP3 di RUU KPK, JK Contohkan Kasus RJ Lino

News | Selasa, 10 September 2019 | 18:29 WIB

Sandiaga Dukung RUU KPK, Asal...

Sandiaga Dukung RUU KPK, Asal...

News | Selasa, 10 September 2019 | 17:57 WIB

Kirim Surat ke Jokowi, Dekan FH Kampus Muhammadiyah Tolak RUU KPK

Kirim Surat ke Jokowi, Dekan FH Kampus Muhammadiyah Tolak RUU KPK

Jogja | Selasa, 10 September 2019 | 17:33 WIB

Jokowi dan Menkumham Belum Bisa Bersikap soal RUU KPK, Masih Dibaca

Jokowi dan Menkumham Belum Bisa Bersikap soal RUU KPK, Masih Dibaca

News | Senin, 09 September 2019 | 13:29 WIB

Bantah Usulkan RUU KPK, Samad Tuduh Taufiequrachman Ruki

Bantah Usulkan RUU KPK, Samad Tuduh Taufiequrachman Ruki

News | Sabtu, 07 September 2019 | 22:39 WIB

Terkini

Panggil Pegawai DJBC Salisa Asmoaji, KPK Endus Adanya 'Uang Pelicin' dalam Pengurusan Cukai Rokok

Panggil Pegawai DJBC Salisa Asmoaji, KPK Endus Adanya 'Uang Pelicin' dalam Pengurusan Cukai Rokok

News | Senin, 04 Mei 2026 | 17:00 WIB

ICW Soroti Bagi-Bagi Sembako di Monas, Desak Pemerintah Buka Sumber Anggaran yang Dinilai Tertutup

ICW Soroti Bagi-Bagi Sembako di Monas, Desak Pemerintah Buka Sumber Anggaran yang Dinilai Tertutup

News | Senin, 04 Mei 2026 | 16:46 WIB

Militer Iran Ultimatum Donald Trump: Berani Masuk Selat Hormuz, Kami Serang!

Militer Iran Ultimatum Donald Trump: Berani Masuk Selat Hormuz, Kami Serang!

News | Senin, 04 Mei 2026 | 16:42 WIB

Usut Tragedi KRL Bekasi: Polisi Periksa Dinas Bina Marga hingga PU, Bos Taksi Green SM Ditunda Besok

Usut Tragedi KRL Bekasi: Polisi Periksa Dinas Bina Marga hingga PU, Bos Taksi Green SM Ditunda Besok

News | Senin, 04 Mei 2026 | 16:37 WIB

Kabur Usai Tabrak Pedagang Buah di Kalimalang, Pengemudi Pajero Ditangkap Polisi

Kabur Usai Tabrak Pedagang Buah di Kalimalang, Pengemudi Pajero Ditangkap Polisi

News | Senin, 04 Mei 2026 | 16:31 WIB

Percepatan Transisi Energi Bersih Berpotensi Tambah Beban Ekonomi Warga, Apa Solusinya?

Percepatan Transisi Energi Bersih Berpotensi Tambah Beban Ekonomi Warga, Apa Solusinya?

News | Senin, 04 Mei 2026 | 16:25 WIB

PDIP Usul Ambang Batas Parlemen Nasional 5,5-6 Persen dan Terapkan PT Berjenjang hingga Daerah

PDIP Usul Ambang Batas Parlemen Nasional 5,5-6 Persen dan Terapkan PT Berjenjang hingga Daerah

News | Senin, 04 Mei 2026 | 16:10 WIB

Kebijakan Iklim Inklusif Jadi Kunci, Anak dan Disabilitas Perlu Dilibatkan

Kebijakan Iklim Inklusif Jadi Kunci, Anak dan Disabilitas Perlu Dilibatkan

News | Senin, 04 Mei 2026 | 16:03 WIB

Duka di Balik Jas Putih: Mengapa Dokter Internship Indonesia Bertumbangan?

Duka di Balik Jas Putih: Mengapa Dokter Internship Indonesia Bertumbangan?

News | Senin, 04 Mei 2026 | 15:55 WIB

Racun Tikus di Makanan Bayi Geger di Austria, Publik Panik Hingga Penarikan Besar-besaran Produk

Racun Tikus di Makanan Bayi Geger di Austria, Publik Panik Hingga Penarikan Besar-besaran Produk

News | Senin, 04 Mei 2026 | 15:50 WIB