Bejat! Perempuan di Bawah Umur Digilir Empat Remaja di Gudang Pembuat Bata

Chandra Iswinarno

Jum'at, 13 September 2019 | 04:55 WIB
Bejat! Perempuan di Bawah Umur Digilir Empat Remaja di Gudang Pembuat Bata
Ilustrasi pencabulan. [Covesia]

Suara.com - Empat remaja di Kecamatan Enam Lingkung Padang Pariaman Sumatera Barat ditangkap polisi. Keempat remaja tersebut ditangkap karena menyetubuhi perempuan di bawah umur.

Menurut Kapolres Padang Pariaman AKBP Rizki Nugroho, empat pelaku ditangkap pada Rabu (11/9/2019) sore dan saat ini diserahkan ke Unit PPA.

"Indentitas masing-masing pelaku, berinisial RZ (17) status pelajar, warga Korong Palambayan, Nagari Sintuak, Kecamatan Sintoga, Padang Pariaman. Kemudian SH (23) pekerjaan buruh harian lepas, warga Korong Palambayan, Nagari Sintuak, Kecamatan Sintoga, Padang Pariaman," ucap Rizki seperti dilansir Covesia.com-jaringan Suara.com pada Kamis (12/9/2019) malam.

Selain kedua orang tersebut, polisi menangkap NR (25) pekerjaan buruh, Warga Korong Palambayan Nagari Sintuak, Kecamatan Sintoga, Padang Pariaman, dan JT (20) pengangguran, warga Korong Palambayan Nagari Sintuak, Kecamatan Sintoga, Padang Pariaman.

"Sedangkan korbannya berinisial DP (17) warga Korong Palambayan Nagari Sintuak, Kecamatan Sintoga, Padang Pariaman," sebut Rizki.

Dikatakan Rizki, penangkapan tersebut dilakukan setelah adanya laporan kepada petugas setempat.

"Kronologis kejadiannya, berawal pada bulan Februari 2019, saat korban DP berpacaran dengan pelaku RZ. Karena telah berpacaran, lalu RZ menanyakan DP masih perawan atau tidak. Kemudian pelaku mengatakan kalau sayang harus mengasih keperawanannya," sebutnya.

Kata Rizki, korban sempat menolak permintaan pelaku. Namun pelaku mengajak korban pergi jalan-jalan. Saat itulah, korban dibawa ke gudang pembuat batu bata.

Di tempat tersebut, pelaku menyetubuhi korban untuk kali pertama. Meski begitu, selang seminggu, pelaku kembali mengulangi aksi bejatnya hingga tiga kali di tempat yang sama.

baca juga

Selang sebulan, sekitar April 2019, pelaku kembali memaksa korban untuk melancarkan aksi bejatnya. Korban yang sempat menolak, dipaksa pelaku dengan ancaman akan menyebarluaskan perbuatan tersebut kepada masyarakat.

"Karena takut, korban menuruti permintaan pelaku. Kali itu pelaku tidak sendirian, tapi membawa tiga orang teman, untuk melakukan tindak asusila itu dengan cara bergantian," terang Rizki.

Disebutkan Rizki, untuk korban saat ini mengalami trauma shock yang ditangani tim psikiater RSUD Padang Pariaman.

Rizki menyebutkan, penangkapan empat orang pelaku ini sesuai dengan laporan polisi nomor: LP/119/IX/2019/Polres tanggal 10 September 2019.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cerita Pilu Gadis Belia di Jambi, 6 Tahun Jadi Budak Seks Ayah Kandung

Cerita Pilu Gadis Belia di Jambi, 6 Tahun Jadi Budak Seks Ayah Kandung

News | Senin, 09 September 2019 | 09:39 WIB

Cabuli Anak Kandung Hingga Hamil, Samsu Tewas Ditembak Polisi

Cabuli Anak Kandung Hingga Hamil, Samsu Tewas Ditembak Polisi

News | Minggu, 08 September 2019 | 10:27 WIB

KPPPA : Waspada, Ada 4 Cara Predator Seks Merayu Anak Lewat Internet

KPPPA : Waspada, Ada 4 Cara Predator Seks Merayu Anak Lewat Internet

Health | Jum'at, 06 September 2019 | 14:34 WIB

Dijanjikan Dinikahi, Pengamen Beranak Satu Cabuli Santriwati di Bawah Umur

Dijanjikan Dinikahi, Pengamen Beranak Satu Cabuli Santriwati di Bawah Umur

Jatim | Kamis, 05 September 2019 | 04:30 WIB

Terkini

Tak Punya Uang Lagi, WN Malaysia Bersenjata Rampok Warga di Batu Ampar Batam

Tak Punya Uang Lagi, WN Malaysia Bersenjata Rampok Warga di Batu Ampar Batam

Batam | Sabtu, 07 November 2026 | 10:54 WIB

Panik Kepergok Mesum di Bahu Jalan Tol, Guru Ponpes di Banten Nekat Tabrak 2 Polisi!

Panik Kepergok Mesum di Bahu Jalan Tol, Guru Ponpes di Banten Nekat Tabrak 2 Polisi!

News | Sabtu, 07 November 2026 | 10:51 WIB

Wamen Ekraf Ajak Pelaku Usaha Kreatif RI Ekspansi ke Global, Tak Cuma Dalam Negeri

Wamen Ekraf Ajak Pelaku Usaha Kreatif RI Ekspansi ke Global, Tak Cuma Dalam Negeri

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 10:50 WIB

20,84 Juta Warga Terjangkau CKG, Pemprov Jateng Perkuat Layanan Lewat Program Speling

20,84 Juta Warga Terjangkau CKG, Pemprov Jateng Perkuat Layanan Lewat Program Speling

News | Sabtu, 07 November 2026 | 10:35 WIB

Anak dengan Down Syndrome dan Keluarga Ikuti Jalan Bersama, Serukan Pentingnya Lingkungan Inklusif

Anak dengan Down Syndrome dan Keluarga Ikuti Jalan Bersama, Serukan Pentingnya Lingkungan Inklusif

Health | Sabtu, 07 November 2026 | 10:35 WIB

Ditangkap, Bos Agen Travel Raup Keuntungan Rp350 Juta per Calon Jamaah Haji

Ditangkap, Bos Agen Travel Raup Keuntungan Rp350 Juta per Calon Jamaah Haji

Bali | Sabtu, 07 November 2026 | 10:32 WIB

Instansi Apa Saja yang Buka CPNS 2026? Ini Pernyataan Terbaru Pemerintah

Instansi Apa Saja yang Buka CPNS 2026? Ini Pernyataan Terbaru Pemerintah

News | Sabtu, 07 November 2026 | 10:31 WIB

Mundur ke Era 1950-an, Netflix Garap Prekuel Stranger Things: Other Worlds

Mundur ke Era 1950-an, Netflix Garap Prekuel Stranger Things: Other Worlds

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 10:30 WIB

Tewaskan Tiga Prajurit, TNI AD Berupaya Evakuasi Black Box Heli MI-17 yang Jatuh di Kalteng

Tewaskan Tiga Prajurit, TNI AD Berupaya Evakuasi Black Box Heli MI-17 yang Jatuh di Kalteng

News | Sabtu, 07 November 2026 | 10:29 WIB

PB HMI Desak Pembentukan UU Anti-Spionase Usai Muncul Kasus Dugaan Penyadapan Presiden

PB HMI Desak Pembentukan UU Anti-Spionase Usai Muncul Kasus Dugaan Penyadapan Presiden

News | Sabtu, 07 November 2026 | 10:29 WIB

×