Darurat Kebakaran Hutan, LSM Kirim Surat ke Jokowi: Marah, Sedih dan Kecewa

Pebriansyah Ariefana, Ria Rizki Nirmala Sari

Senin, 16 September 2019 | 13:39 WIB
Darurat Kebakaran Hutan, LSM Kirim Surat ke Jokowi: Marah, Sedih dan Kecewa
LSM kirim surat ke Jokowi karena kebakaran hutan. (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Masyarakat sipil yang tergabung dalam beragam Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) peduli lingkungan memberikan tuntutan kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi melalui surat terbuka terkait dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Kalimantan dan sebagian Sumatera. Karhutla yang menimbulkan efek penyebaran kabut asap itu dinilai oleh beragam LSM mesti mendapatkan perhatian serius dari pemerintah karena dampaknya yang langsung dirasakan masyarakat.

Surat terbuka itu dibacakan secara bergantian oleh perwakilan dari Walhi, KontraS, Solidaritas Perempuan, Konsorsium Pembaruan Agraria, dan YLBHI. Dewan Eksekutif Nasional Politik Walhi Khalisah Khalid mengatakan bahwa kejadian karhutla di Indonesia terjadi dalam masa yang sangat panjan namun minim dengan penindakan.

Kemudian, akibat karhutla yakni kabut asap yang menyelimuti daerah Kalimantan dan sebagian wilayah Sumatera mengganggu kesehatan warga bahkan menimbulkan korban.

Kota Pekanbaru diselimuti asap kebakaran hutan. (Antara)
Kota Pekanbaru diselimuti asap kebakaran hutan. (Antara)

"Sedih, marah, kecewa, dan campur aduk perasaan kita dengan situasi ini sebenarnya sudah menunjukkan bencana darurat, di mana korban paling banyak yang berdampak adalah kelompok rentan, balita, anak-anak, perempuan, lansia yang akan mengalami risiko yang lebih besar," kata Khalisah di Kantor Walhi Nasional, Jalan Tegal Parang, Jakarta Selatan, Senin (16/9/2019).

Kabut asap yang sudah mengkhawatirkan itu juga menjadi perhatian masyarakat melalui media sosial. Namun yang disayangkan ialah ketika pemerintah malah mencari kambing hitam di balik parahnya peristiwa karhutla.

Seharusnya yang menjadi perhatian pemerintah ialah perusahaan industri mayoritas kelapa sawit. Akan tetapi pemerintah malah menganggap adat masyarakat yang menjadi penyebabnya.

Penampakan kebakaran hutan Kalimantan dari satelit Nasa. [NASA Worldview]
Penampakan kebakaran hutan Kalimantan dari satelit Nasa. [NASA Worldview]

"Sebenarnya ini menunjukkan kegagagalan negara," ujarnya.

Dengan demikian beragam LSM peduli lingkungan membuat surat terbuka kepada Presiden Jokowi melalui kementerian terkait dalam waktu secepatnya.

Berikut ialah isi surat terbuka untuk Jokowi.

baca juga

1. Segera mengambil langkah tanggap darurat dan memastikan semua layanan kesehatan bagi warga yang terdampak kabut asap, dengan menyediakan seluruh fasilitas kesehatan dan pelayanan psikis secara cepat dan gratis, menyediakan tempat-tempat pengungsian dengan kelengkapan kesehatan yang dibutuhkan, khususnya bagi kelompok rentan.

2. Membangun sistem respon untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan, termasuk evakuasi masyarakat, terutama perempuan, anak-anak, dan lansia ke lokasi aman. Kebakaran hutan, sudah menjadi hal yang sering terjadi, karena itu perlu dibangun mekanisme dan sistem respon cepat, bila terdeteksi adanya titik api, sebelum api menjadi semakin luas.

3. Memastikan jaminan pemenuhan terhadap hak-hak dasar warga negara, sebagaimana yang termaktub dalam Konstitusi, khususnya pasal 28A yang menyebutkan bahwa setiap orang berhap untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya, dan pasal 28H yang menyatakan bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh layanan kesehatan. Melibatkan Lembaga HAM negara (Komnas HAM, Komnas Perempuan, dan KPAI) untuk memastikan pemenuhan hak-hak dasar warga negara terdampak asap.

4. Segera membatalkan Peninjauan Kembali (PK) atas putusan Mahkamah Agung (MA) dengan nomor perkara 3555 K/PDT/2018 diketok pada 16 Juli 2019, dan segera melaksanakan seluruh putusan MA tersebut.

Kota Pekanbaru diselimuti asap kebakaran hutan. (Antara)
Kota Pekanbaru diselimuti asap kebakaran hutan. (Antara)

5. Menghentikan pernyataan yang berisi tuduhan yang mengkambinghitamkan masyarakat adat/masyarakat lokal/peladang atas kebakaran hutan, demi melindungi korporasi. Sepanjang pekan ini kami masih melihat bahwa pemerintah masih saja menyalahkan peladang, meski dihadapkan pada fakta temuan lapangan, bahwa titik api sebagian besar di kawasan konsesi, termasuk proses penegakan hukum yang sebagian besar diketahui berada di lahan korporasi (42 penyegelan KLHK berada di konsesi, dari 47 penyegelan kasus karhutla). Membuka kepada publik lahan-lahan konsesi terbakar, beserta nama korporasi terkait sebagaimana putusan Mahkamah Agung atas gugatan citizen lawsuit, dan putusan MA atas gugatan informasi publik terhadap HGU sebagai informasi publik.

6. Melakukan evaluasi menyeluruh secara strategis, terhadap Kementerian dan Lembaga terkait, yang bisa dimintai pertanggungjawaban terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan, seperti Kementerian Lingkugan Hidup dan Kehutanan, Badan Restorasi Gambut (BRG), Kementerian ATR/BPN, dan Kementerian Pertanian, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA) dan pemerintah daerah. Menghentikan lempar tanggungjawab antara pemerintah pusat dan daerah, yang justru semakin memperburuk penanganan asap.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sudah Serahkan Mandat ke Jokowi, Ketua KPK Masih Lantik Pejabat

Sudah Serahkan Mandat ke Jokowi, Ketua KPK Masih Lantik Pejabat

News | Senin, 16 September 2019 | 13:33 WIB

Jokowi Akan Turun Tangan Ciptakan Konglomerat Baru dari Kalangan Muda

Jokowi Akan Turun Tangan Ciptakan Konglomerat Baru dari Kalangan Muda

Bisnis | Senin, 16 September 2019 | 13:28 WIB

Jokowi Sebut Pemerintah Sedang Bertarung Perjuangkan Substansi RUU KPK

Jokowi Sebut Pemerintah Sedang Bertarung Perjuangkan Substansi RUU KPK

Video | Senin, 16 September 2019 | 13:06 WIB

Jokowi Hampir Bertemu Pimpinan KPK, Tapi Ditunda karena Sibuk

Jokowi Hampir Bertemu Pimpinan KPK, Tapi Ditunda karena Sibuk

News | Senin, 16 September 2019 | 12:43 WIB

Jokowi: Pemerintah Sedang Bertarung Memperjuangkan Substansi RUU KPK

Jokowi: Pemerintah Sedang Bertarung Memperjuangkan Substansi RUU KPK

News | Senin, 16 September 2019 | 12:37 WIB

Terkini

Jelang 500 Tahun Jakarta, DPRD Minta Aspirasi Warga Jadi Prioritas Pembangunan

Jelang 500 Tahun Jakarta, DPRD Minta Aspirasi Warga Jadi Prioritas Pembangunan

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:31 WIB

Bawa Puluhan Bukti! Koalisi Gugat Perjanjian Dagang RI-AS yang Dinilai Tabrak Konstitusi

Bawa Puluhan Bukti! Koalisi Gugat Perjanjian Dagang RI-AS yang Dinilai Tabrak Konstitusi

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:28 WIB

Hotman Paris Pakai Tongkat ke Singapura, Bawa Amanah Rp500 Juta dari Bos Mayapada untuk Yuvita

Hotman Paris Pakai Tongkat ke Singapura, Bawa Amanah Rp500 Juta dari Bos Mayapada untuk Yuvita

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:27 WIB

Fakta di Balik Kasus Yuvita: Mengapa Penyiksaan 3 Tahun Bisa Terjadi Tanpa Diketahui Warga?

Fakta di Balik Kasus Yuvita: Mengapa Penyiksaan 3 Tahun Bisa Terjadi Tanpa Diketahui Warga?

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:12 WIB

Alasan Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator ke LPSK Meski Ditolak Kejagung

Alasan Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator ke LPSK Meski Ditolak Kejagung

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:11 WIB

Dua Peserta Meninggal, Pakar UGM Desak Latihan Militer SPPI Dihentikan!

Dua Peserta Meninggal, Pakar UGM Desak Latihan Militer SPPI Dihentikan!

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:10 WIB

Tak Menyerah, Sony Sanjaya Ajukan Justice Collaborator ke LPSK Setelah Ditolak Kejagung

Tak Menyerah, Sony Sanjaya Ajukan Justice Collaborator ke LPSK Setelah Ditolak Kejagung

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:02 WIB

Penumpang Pasar Senen Kalahkan Gambir, Tren Perjalanan Kelas Ekonomi Menguat

Penumpang Pasar Senen Kalahkan Gambir, Tren Perjalanan Kelas Ekonomi Menguat

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 13:57 WIB

HUT Jakarta ke-499, Pemprov DKI Terima 499 Sertifikat Aset Daerah Senilai Rp 22,2 Triliun

HUT Jakarta ke-499, Pemprov DKI Terima 499 Sertifikat Aset Daerah Senilai Rp 22,2 Triliun

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 13:49 WIB

Dianugerahi Lencana Emas di Gorontalo, Prabowo Dinilai Berjasa Bagi Petani-Nelayan

Dianugerahi Lencana Emas di Gorontalo, Prabowo Dinilai Berjasa Bagi Petani-Nelayan

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 13:40 WIB