Gas Air Mata Mengandung Fosgen, AMUK: Senjata Kimia Tentara Jerman

Chandra Iswinarno, Muhammad Yasir

Rabu, 25 September 2019 | 17:54 WIB
Gas Air Mata Mengandung Fosgen, AMUK: Senjata Kimia Tentara Jerman
Penggunaan gas air mata kedaluwarsa oleh polisi saat aksi mahasiswa di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (24/9/2019) kemarin. (Foto dok. istimewa)

Suara.com - Aliansi Masyarakat untuk Keadilan (AMUK) mengaku telah mengantongi barang bukti berupa selongsong gas air mata kadaluarsa yang digunakan aparat kepolisian saat menghalau aksi demonstrasi mahasiswa di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta pada Selasa (24/9) kemarin.

AMUK menyebut dampak gas air mata kadaluarsa tersebut menimbulkan senyawa kimia berupa sianida dan fosgen yang pernah digunakan tentara Jerman saat Perang Dunia I.

Irine perwakilan dari AMUK menuturkan dua buah selongsong gas air mata kadaluarsa tersebut ditemukan oleh mahasiswa dan beberapa aliansi di sekitar Gedung DPR RI. Menurutnya, dari dua buah bukti selongsong tersebut diketahui bahwa telah kadaluarsa sejak tahun 2015 dan 2016.

"Expired-nya ada yang tahun 2015 dan 2016, itu berarti ada yang sudah kadaluarsa) tiga dan empat tahun lalu," kata Irine saat jumpa pers di Kantor LBH Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat pada Rabu (25/9/2019).

Setelah menemukan bukti selongsong gas air mata kadaluarsa, Irine dan rekan-rekannya pun lantas mencari tahu apa saja kandungan yang ada dalam peluru gas air mata kadaluarsa.

Berdasar data informasi yang dihimpunnya dari berbagai sumber, Irene menyebut peluru gas air mata kadaluarsa tersebut mengandung senyawa kimia sianida dan fosgen.

"Ada perubahan senyawa kimia yang ada di dalam tear gas yang expired salah satunya ada sianida dan fosgen," tuturnya.

"Nh fosgen itu adalah senjata kimia yang digunakan Tentara Jerman pada perang Dunia I dan itu reaksinya akan bertahan dalam tubuh selama 48 jam. Jika tubuh tidak kuat kita akan mengalami kegagalan fungsi tubuh dan mengakibatkan kematian," katanya.

Berkenaan dengan itu, Irine mengatakan pihaknya pun akan segera melakukan komunikasi dengan pihak yang memiliki kapasitas terkait apa saja kandungan yang ada dalam gas air mata kadaluarsa tersebut.

baca juga

Selain itu, pihaknya pun berencana akan menindaklanjuti temuan tersebut yang dinilai sebagai bentuk pelangggaran yang dilakukan aparat kepolisian yang menggunakan senjata tidak sesuai SOP.

"Kita akan pergi ke orang yang ahlinya supaya lebih memvalidasi statement kita ini agar bisa mendorong kepolisian menggunakan SOP yang sebenarnya yang baik. Karena buktinya sudah ada di lapangan kan," ucapnya.

"Dan tentu kami akan melaporkan bahwa ini bentuk pelangggaran selain represif yang melakukan pemukulan terhadap mahasiswa juga penggunaan senjata yang tidak sesuai SOP nya," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Disemprot Gas Air Mata Kedaluwarsa, Demonstran Pingsan hingga Mati Rasa

Disemprot Gas Air Mata Kedaluwarsa, Demonstran Pingsan hingga Mati Rasa

News | Rabu, 25 September 2019 | 17:51 WIB

Mal Prosedur, Suciwati: Siapa Pun Kumpulkan Gas Air Mata Kedaluwarsa Polisi

Mal Prosedur, Suciwati: Siapa Pun Kumpulkan Gas Air Mata Kedaluwarsa Polisi

News | Rabu, 25 September 2019 | 17:29 WIB

Bubarkan Pelajar Ricuh, Polisi Tembakkan Gas Air Mata ke Gedung Perkantoran

Bubarkan Pelajar Ricuh, Polisi Tembakkan Gas Air Mata ke Gedung Perkantoran

News | Rabu, 25 September 2019 | 17:29 WIB

Anak STM Kuasai Jalan, Tol Dalam Kota di Slipi Ditutup!

Anak STM Kuasai Jalan, Tol Dalam Kota di Slipi Ditutup!

News | Rabu, 25 September 2019 | 17:17 WIB

Polisi Tembak Puluhan Gas Air Mata ke Anak STM, Massa Tak Bergeming

Polisi Tembak Puluhan Gas Air Mata ke Anak STM, Massa Tak Bergeming

News | Rabu, 25 September 2019 | 16:58 WIB

Terkini

3 Shio Paling Beruntung Pekan Ini, Ketiban Rezeki dan Kesuksesan Mulai 10 Agustus 2026

3 Shio Paling Beruntung Pekan Ini, Ketiban Rezeki dan Kesuksesan Mulai 10 Agustus 2026

Lifestyle | Senin, 10 Agustus 2026 | 06:35 WIB

Teks Dasa Darma dan Tri Satya Pramuka, Lengkap dengan Tips Mudah Menghafalnya

Teks Dasa Darma dan Tri Satya Pramuka, Lengkap dengan Tips Mudah Menghafalnya

Lifestyle | Senin, 10 Agustus 2026 | 06:30 WIB

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:56 WIB

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:38 WIB

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:16 WIB

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:06 WIB

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:39 WIB

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:11 WIB

×