Mahasiswa Jangan Gentar! Dandhy: Kasus Saya dan Ananda Hanya Masalah Kecil

Agung Sandy Lesmana, Stephanus Aranditio

Jum'at, 27 September 2019 | 18:55 WIB
Mahasiswa Jangan Gentar! Dandhy: Kasus Saya dan Ananda Hanya Masalah Kecil
Pendiri Watchdoc Documentary Dandhy Laksono dalam konferensi pers di Kantor AJI Indonesia, Jakarta. (Suara.com/Stephanus Aranditio).

Suara.com - Jurnalis dan pendiri Watchdoc Documentary, Dandhy Dwi Laksono menyerukan agar mahasiswa tidak gentar setelah statusnya ditetapkan sebagai tersangka dan penangkapan musisi Ananda Badudu oleh Polda Metro Jaya.

Menurutnya, Mahasiswa harus tetap fokus memperjuangkan 7 tuntutan yang disuarakan dalam aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR.

Dandhy menyampaikan tindakan aparat terhadap dirinya dan Ananda Badudu hanyalah masalah kecil yang tidak boleh menyurutkan perjuangan mahasiswa meskipun di atas kertas 7 tuntutan mereka akan sulit dipenuhi oleh pemerintah.

"Saya pikir juga tidak ada orang yang pada saat itu berani membayangkan Uni Soviet bisa runtuh, Tembok Berlin segede itu bisa jebol, Timor Leste bisa merdeka, juga tidak ada yang bisa membayangkan bahwa Suharto yang 32 tahun bisa jatuh dalam hitungan 12 hari, sejak Peristiwa Trisakti, misalnya," kata Dandhy di Kantor Aliansi Jurnalis Independen, Jakarta Selatan, Jumat (27/9/2019).

"Saya pikir ada atau tidak ada kasus saya dan Ananda Badudu, teman-teman tetap akan bergerak, mereka sudah menolak ketemu Presiden dan saya pikir ini awal sikap yang luar biasa," kata Dhandy.

"Mereka tidak mau bernegosiasi sendiri, mereka tahu ini masalah rakyat bukan masalah mahasiswa dengan presiden, ini soal Indonesia dengan oligarki, dan saya senang," sambungnya. 

Sutradara film dokumenter Sexy Killers itu menyebut kepentingan rakyat Indonesia yang ada di dalam 7 tuntutan itulah yang harus menjadi fokus Mahasiwa ketimbang meratapi kasus yang menimpa aktivis mulai dari Veronica Koman, Ananda Badudu, Surya Anta dan lain-lain.

"Sekali lagi saya menyatakan bahwa saya, Ananda Badudu, adalah kasus-kasus yang kecil dari kasus-kasus yang diangkat dari tujuh tuntutan itu, ada tahanan politik hari ini, ada Surya Anta, ada Ambrosius Morait ada warga papua yang juga kena pasal makar, ada Veronika Koman, saya tidak terhitung lagi kawan-kawan di papua yang saya tidak hafal namanya," ucapnya.

Lebih lanjut, dia juga meminta media untuk tidak terlalu tefokus pada kasusnya melainkan turut memperjuangan tujuh tuntutan yang tengah diperjuangankan Mahasiswa.

baca juga

"Saya pikir ini puncak es, teman-teman (media) dikasih pusat perhatian yang namanya Dandhy dan Ananda Badudu, kamera kesana sedikit saja, tapi harus kembali lagi ke panggung yang utamanya yakni pergerakan mahasiswa dan penuntasan reformasi," tutup Dandhy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dandhy Terancam Bui 5 Tahun karena Cuitan Papua Trending Topic di Twitter

Dandhy Terancam Bui 5 Tahun karena Cuitan Papua Trending Topic di Twitter

News | Jum'at, 27 September 2019 | 17:21 WIB

Polisi: Unggahan Dandhy soal Papua Mengandung Ujaran Kebencian dan SARA

Polisi: Unggahan Dandhy soal Papua Mengandung Ujaran Kebencian dan SARA

News | Jum'at, 27 September 2019 | 16:55 WIB

Dandhy Laksono Serahkan Kasusnya ke LBH Jakarta

Dandhy Laksono Serahkan Kasusnya ke LBH Jakarta

News | Jum'at, 27 September 2019 | 16:46 WIB

Dandhy dan Ananda Badudu Ditangkap, Istana Mau Kontak Kapolri

Dandhy dan Ananda Badudu Ditangkap, Istana Mau Kontak Kapolri

News | Jum'at, 27 September 2019 | 15:16 WIB

Polisi Didesak Cabut Status Tersangka Dandhy Laksono

Polisi Didesak Cabut Status Tersangka Dandhy Laksono

News | Jum'at, 27 September 2019 | 13:04 WIB

Jadi Tersangka, Keluarga Siapkan Pengacara untuk Dandhy Laksono

Jadi Tersangka, Keluarga Siapkan Pengacara untuk Dandhy Laksono

News | Jum'at, 27 September 2019 | 11:19 WIB

Terkini

7 Perusahaan Lagi Antre IPO Tahun Ini

7 Perusahaan Lagi Antre IPO Tahun Ini

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 08:42 WIB

Hilirisasi Agro Berpotensi Tambah PDB hingga 10 Kali Lipat, Ini Strateginya

Hilirisasi Agro Berpotensi Tambah PDB hingga 10 Kali Lipat, Ini Strateginya

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 08:39 WIB

7 Cara Memakai Air Mawar sebagai Setting Spray agar Makeup Tidak Crack

7 Cara Memakai Air Mawar sebagai Setting Spray agar Makeup Tidak Crack

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 08:36 WIB

Jenius Catat Transaksi Valas hingga Nabung Jadi Andalan Pengguna

Jenius Catat Transaksi Valas hingga Nabung Jadi Andalan Pengguna

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 08:35 WIB

Jateng Rawan Bencana, Wakil Ketua DPRD Usulkan Pelajaran Mitigasi Masuk Kurikulum Sekolah dari PAUD

Jateng Rawan Bencana, Wakil Ketua DPRD Usulkan Pelajaran Mitigasi Masuk Kurikulum Sekolah dari PAUD

Jawa Tengah | Kamis, 17 September 2026 | 08:22 WIB

Ada Menkeu Baru, Rencana Dividen BUMN Rp120 Triliun ke APBN Dinego Lagi

Ada Menkeu Baru, Rencana Dividen BUMN Rp120 Triliun ke APBN Dinego Lagi

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 08:21 WIB

10 Hal yang Sebaiknya Tidak Disampaikan lewat Telepon

10 Hal yang Sebaiknya Tidak Disampaikan lewat Telepon

Tekno | Kamis, 17 September 2026 | 08:20 WIB

QRIS Tembus 68 Juta Pengguna, Keamanan Transaksi Jadi Sorotan

QRIS Tembus 68 Juta Pengguna, Keamanan Transaksi Jadi Sorotan

Tekno | Kamis, 17 September 2026 | 08:09 WIB

Parliamentary Threshold Naik 5 Persen, Pengamat Sebut Kalkulasi Partai Menuju 2029 Berubah

Parliamentary Threshold Naik 5 Persen, Pengamat Sebut Kalkulasi Partai Menuju 2029 Berubah

News | Kamis, 17 September 2026 | 08:08 WIB

Review Cherophobia: Takut Bahagia Justru Menjauhkan Kita dari Kebahagiaan

Review Cherophobia: Takut Bahagia Justru Menjauhkan Kita dari Kebahagiaan

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 08:00 WIB

×