Cerita Heroik Mama-mama Papua Selamatkan Warga Saat Rusuh di Wamena

Bangun Santoso | Suara.com

Senin, 30 September 2019 | 08:28 WIB
Cerita Heroik Mama-mama Papua Selamatkan Warga Saat Rusuh di Wamena
Warga mengungsi di Mapolres Jayawijaya saat terjadi aksi unjuk rasa yang berakhir rusuh di Wamena, Jayawijaya, Papua, Senin (23/9/2019). [ANTARA FOTO/Marius Wonyewun]

Suara.com - Cerita pilu mewarnai para pengungsi akibat kerusuhan yang terjadi di Wamena, Papua. Salah satunya adalah Nani Susongki, asal Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Ia adalah satu dari sekian banyak warga pendatang yang memilih mengungsi dari Kota Wamena usai dilanda kerusuhan pada 23 September 2019.

Wanita paruh baya yang sudah 17 tahun merantau ke Wamena itu mengaku selamat dari aksi kerusuhan karena pertolongan seorang warga asli setempat yang biasa disapa Mama Manu. Letak rumah Mama Manu di Wamena tepat berada di belakang rumah Nani.

“Kalau kami sembunyi di honai (rumah) Mama Manu. Kami disembunyikan di situ,” ujar Nani Susongki dilansir Jubi, Sabtu (28/9/2019), di Aula Lanud Jayapura yang dijadikan lokasi pengungsian sementara.

Ia menceritakan, sebelum aksi amuk massa terjadi di pusat Kota Wamena, sekitar pukul 07.30 waktu Papua (WP), anak perempuannya yang bekerja di salah satu toko gadget, menelponnya. Sang anak mengingatkan agar Nani tidak keluar rumah.

Tak berapa lama, informasi menyebar jika daerah Homhom sudah terbakar. Situasi di dalam Kota Wamena mulai bergejolak. Nani bersama beberapa anggota keluarganya meninggalkan rumah, menuju ke bagian belakang rumah. Dalam perjalanan, ia bertemu tiga orang yang memegang senjata tajam.

“Kami mundur pelan-pelan. Saya pikir bagian dari orang yang rusuh, ternyata mereka menolong kami. Mereka suruh kami masuk ke rumah Mama Manu. Hampir satu jam kami bersembunyi tak bersuara, bersama beberapa warga lain,” ujar wanita yang sehari-hari bekerja sebagai tukang pijat itu.

Saat Nani, keluarganya dan beberapa warga lain bersembunyi, sekelompok orang bersenjata tajam mendatangi rumah Mama Manu. Pemilik rumah berupaya melindungi warga yang berada dalam rumahnya.

Katanya, Mama Manu juga meminta massa tidak membakar mobil yang sehari-harinya dijadikan mata pencaharian suami Nani.

“Mama Manu bilang tolong jangan dibakar. Itu saya punya anak. Jangan bakar mobil nanti merembet ke rumah saya. Akhirnya massa meninggalkan lokasi. Kami sendiri sudah lemas, seperti tidak bisa berdiri lagi,” ucapnya kelu mengingat detik-detik massa mendatangi rumahnya.

Nani mengaku tidak pernah menyangka Mama Manu nekat berhadapan dengan sekelompok orang bersenjata tajam demi mempertahankan warga lain yang berlindung dalam rumahnya.

“Penduduk asli di sana, kalau kita baik sama mereka, pasti mereka juga baik sama kita,” kata Nani.

Setelah bersembunyi hampir satu jam, Nani Susongki dan beberapa warga yang berlindung di rumah Mama Manu dievakuasi polisi ke Polres Jawijaya. Setelah tiga hari di Polres, Nani bersama keluarganya memilih mengungsi ke Jayapura, dan berencana kembali ke kampung halaman.

“Mobilnya dan rumah kami tidak dibakar, akan tetapi hancur. Kami juga berterima kasih kepada AURI di Jayapura yang telah menampung kami dan memenuhi kebutuhan kami selama di sini,” ucapnya.

Pengungsi lainnya, Abdullah Sihanudin (40) yang sejak 2014 lalu merantau ke Wamena, sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek dan agen tiket pesawat mengatakan, saat demonstrasi pecah, istrinya terlebih dahulu telah menyelematkan diri bersama warga lain.

Ketika Abdullah bersama anak perempuannya yang masih balita akan menyelamatkan diri, ada yang bertanya kepada akan bersembunyi di mana. Ia pun menjawab mau bersemunyi sementara waktu di honai, hingga ada polisi yang menolongnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah Mengerikan Perantau di Wamena yang Diselamatkan Penduduk Setempat

Kisah Mengerikan Perantau di Wamena yang Diselamatkan Penduduk Setempat

News | Senin, 30 September 2019 | 08:20 WIB

Tak Punya Saudara di Wamena, Perantau Asal Jawa Timur: Saya Ingin Pulang

Tak Punya Saudara di Wamena, Perantau Asal Jawa Timur: Saya Ingin Pulang

News | Senin, 30 September 2019 | 07:39 WIB

Kerusuhan Wamena Makan Banyak Korban Jiwa, Gubernur Papua: Maaf Saudaraku

Kerusuhan Wamena Makan Banyak Korban Jiwa, Gubernur Papua: Maaf Saudaraku

News | Senin, 30 September 2019 | 06:37 WIB

Nasib 40 Pengungsi Pembantaian Wamena di Jatim Belum Jelas, Mau Kerja Apa?

Nasib 40 Pengungsi Pembantaian Wamena di Jatim Belum Jelas, Mau Kerja Apa?

Jatim | Minggu, 29 September 2019 | 19:16 WIB

40 Pengungsi Pembantaian Wamena Menangis Tiba di Surabaya

40 Pengungsi Pembantaian Wamena Menangis Tiba di Surabaya

Jatim | Minggu, 29 September 2019 | 17:36 WIB

Karyawan PLN Wamena Nyaris Mati Dibakar Massa: Pak Jokowi, Jangan Sepelekan

Karyawan PLN Wamena Nyaris Mati Dibakar Massa: Pak Jokowi, Jangan Sepelekan

News | Minggu, 29 September 2019 | 11:18 WIB

MUI Minta Pemerintah Tegas Usut Rusuh Wamena yang Tewaskan 33 Orang

MUI Minta Pemerintah Tegas Usut Rusuh Wamena yang Tewaskan 33 Orang

News | Minggu, 29 September 2019 | 09:21 WIB

Warga Kabupaten Wamena Sudah Bisa Akses Layanan Data Internet

Warga Kabupaten Wamena Sudah Bisa Akses Layanan Data Internet

News | Sabtu, 28 September 2019 | 22:36 WIB

Terkini

AHY Dorong Model Penataan Kampung Mrican Sleman Jadi Percontohan Nasional

AHY Dorong Model Penataan Kampung Mrican Sleman Jadi Percontohan Nasional

News | Jum'at, 24 April 2026 | 21:11 WIB

Benyamin Netanyahu Menderita Kanker Prostat

Benyamin Netanyahu Menderita Kanker Prostat

News | Jum'at, 24 April 2026 | 20:58 WIB

Nekat Olah Ikan Sapu-Sapu untuk Bahan Siomay, 5 Pria Diciduk Petugas Satpol PP

Nekat Olah Ikan Sapu-Sapu untuk Bahan Siomay, 5 Pria Diciduk Petugas Satpol PP

News | Jum'at, 24 April 2026 | 20:55 WIB

Tak Percaya Peradilan Militer, Pihak Andrie Yunus Tolak Hadiri Persidangan 29 April

Tak Percaya Peradilan Militer, Pihak Andrie Yunus Tolak Hadiri Persidangan 29 April

News | Jum'at, 24 April 2026 | 20:40 WIB

Modus Gila Debt Collector Tipu Ambulans dan Damkar Demi Tagih Utang, DPR: Harus Dipidana!

Modus Gila Debt Collector Tipu Ambulans dan Damkar Demi Tagih Utang, DPR: Harus Dipidana!

News | Jum'at, 24 April 2026 | 20:33 WIB

Isu Kas Negara Menipis Dibantah, Menkeu: Uang Kita Masih Banyak!

Isu Kas Negara Menipis Dibantah, Menkeu: Uang Kita Masih Banyak!

News | Jum'at, 24 April 2026 | 20:33 WIB

J.J Rizal Soroti Warisan Soeharto, Sebut Aktor Lama Masih Dominan

J.J Rizal Soroti Warisan Soeharto, Sebut Aktor Lama Masih Dominan

News | Jum'at, 24 April 2026 | 20:27 WIB

Klarifikasi JK Soal Ceramah UGM Dianggap Tak Nyambung, GAMKI Tegaskan Laporan Polisi Tetap Lanjut

Klarifikasi JK Soal Ceramah UGM Dianggap Tak Nyambung, GAMKI Tegaskan Laporan Polisi Tetap Lanjut

News | Jum'at, 24 April 2026 | 20:24 WIB

Lawan Stigma, Cerita Karyawan Difabel Pabrik HS: Dari Korban Bully Jadi Mandiri

Lawan Stigma, Cerita Karyawan Difabel Pabrik HS: Dari Korban Bully Jadi Mandiri

News | Jum'at, 24 April 2026 | 20:20 WIB

Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente

Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente

News | Jum'at, 24 April 2026 | 20:10 WIB