Eks Penasihat KPK: Jokowi Ditangkap Kalau Kalah di Pilpres 2019

Iwan Supriyatna, Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana

Selasa, 01 Oktober 2019 | 05:14 WIB
Eks Penasihat KPK: Jokowi Ditangkap Kalau Kalah di Pilpres 2019
Mantan Penasihat KPK Abdullah Hehamahua. (Suara.com/Novian)

Suara.com - Mantan Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abdullah Hehamahua mengungkapkan pernyataan mengejutkan soal Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hal tersebut ia sampaikan ketika berbicara dalam diskusi Islamic Lawyers Forum bertema "Revisi UU KPK perlemah pemberantasan Korupsi?"

Diskusi itu diselenggarakan oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pelita Umat pada Minggu (22/9/2019) di Jakarta.

Salah satu pernyataan Abdullah Hehamahua dalam acara tersebut berkaitan dengan nasib Jokowi jika kalah Pilpres 2019.

Abdullah Hehamahua mengaku kasihan pada Jokowi jika itu terjadi, karena kata dia, Jokowi akan ditangkap. Penyebabnya berhubungan dengan pembangunan insfrastruktur di berbagai daerah di Indonesia.

"Menjelang Pilpres 2019, saya katakan, secara pribadi saya kasihan sama Jokowi karena kalau dia tidak terpilih 2019, dia akan ditahan, akan ditangkap," katanya.

"Karena semua proyek pembangunan infrastruktur dari Aceh sampai Papua itu melanggar peraturan perundang-undangan karena dia menggunakan Keppres, tidak melakukan Undang-Undang," lanjut pria yang namanya dikenal saat menjadi korlap aksi massa sidang putusan Mahkamah Konstitusi (MK) ini, pada Juni lalu.

Abdullah Hehamahua juga melaporkan, menurut audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), selama tiga tahun berjalan, terdapat ratusan bukti pelanggaran dalam proyek infrastruktur.

"Kalau audit BPK dari 2015 sampai 2018 ada 400 lebih pembuktian pelanggaran, yang itu ada, saya lupa, 300 something triliun terhadap proses itu," ungkapnya.

baca juga

"Oleh karena itu maka, dia akan terpilih 2024, supaya dia tidak ditangkap 2019, tapi kan 2024, itu Undang-Undang Dasar menetapkan hanya sampai dua periode. Maka kemudian setelah 2024 dia tidak calon lagi, ditangkap, sehingga saya bilang, daripada lima tahun rugi negara, ya sudah dihentikan 2019 saja," tambah Abdullah Hehamahua.

"Karena itu ada wacana ada ditambah lagi dua tahun, sehingga nanti 2026 dia masih presiden," lanjutnya.

Belum ada tanggapan dari pihak terkait terhadap pernyataan Abdullah Hehamahua.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

LIVE: Suasana Terkini di Gedung DPR

LIVE: Suasana Terkini di Gedung DPR

Video | Senin, 30 September 2019 | 16:45 WIB

Masinton Sebut Jokowi Dikelilingi Amatir, Politikus Demokrat: Skenario Apa?

Masinton Sebut Jokowi Dikelilingi Amatir, Politikus Demokrat: Skenario Apa?

News | Senin, 30 September 2019 | 15:44 WIB

Tuntutan Tak Didengar, Ratusan Mahasiswa Merangsek Masuk ke DPRD NTB

Tuntutan Tak Didengar, Ratusan Mahasiswa Merangsek Masuk ke DPRD NTB

News | Senin, 30 September 2019 | 15:25 WIB

Sidang Gugatan Uji Materi UU KPK Dimulai, Ada 18 Penggugat

Sidang Gugatan Uji Materi UU KPK Dimulai, Ada 18 Penggugat

News | Senin, 30 September 2019 | 14:01 WIB

Puji Wagub Sumbar Datang ke Wamena, Tokoh Papua Sindir Presiden Jokowi

Puji Wagub Sumbar Datang ke Wamena, Tokoh Papua Sindir Presiden Jokowi

News | Senin, 30 September 2019 | 13:47 WIB

Terkini

BRIZZI x ARKIV Hadir di Blok M Hub, Saatnya Eksplor Seni, Kuliner, dan Berburu Hadiah

BRIZZI x ARKIV Hadir di Blok M Hub, Saatnya Eksplor Seni, Kuliner, dan Berburu Hadiah

Jabar | Senin, 21 September 2026 | 11:23 WIB

Changan Serahkan Nevo Q05 Perdana ke Konsumen Indonesia

Changan Serahkan Nevo Q05 Perdana ke Konsumen Indonesia

Otomotif | Senin, 21 September 2026 | 11:23 WIB

Media Singapura Sorot Tukang Becak hingga UMKM Sengsara karena Kebakaran Hutan Sumatra

Media Singapura Sorot Tukang Becak hingga UMKM Sengsara karena Kebakaran Hutan Sumatra

News | Senin, 21 September 2026 | 11:23 WIB

Membaca Karakter Amanda Rigby Berdasarkan Weton Senin Wage: Sifat, Karier, hingga Garis Rezeki

Membaca Karakter Amanda Rigby Berdasarkan Weton Senin Wage: Sifat, Karier, hingga Garis Rezeki

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 11:22 WIB

Tersangka Karhutla di Siak Ditangkap: Sempat Buron, Halangi Pemadaman demi Sawit

Tersangka Karhutla di Siak Ditangkap: Sempat Buron, Halangi Pemadaman demi Sawit

Riau | Senin, 21 September 2026 | 11:20 WIB

Jelajahi Blok M Hub Bareng BRIZZI ARKIV, Ada Kuliner, Seni, dan Hadiah Menarik

Jelajahi Blok M Hub Bareng BRIZZI ARKIV, Ada Kuliner, Seni, dan Hadiah Menarik

Jakarta | Senin, 21 September 2026 | 11:20 WIB

5 Mouse Gaming Wireless Murah dan Ringan, Cocok Buat Semua Game

5 Mouse Gaming Wireless Murah dan Ringan, Cocok Buat Semua Game

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 11:19 WIB

Serunya Seharian di Blok M Hub Bareng BRIZZI ARKIV, Kulineran hingga Berburu Hadiah

Serunya Seharian di Blok M Hub Bareng BRIZZI ARKIV, Kulineran hingga Berburu Hadiah

Lampung | Senin, 21 September 2026 | 11:17 WIB

Drakor What a Boss Wants Tayang November, Ini Daftar Pemain Utamanya!

Drakor What a Boss Wants Tayang November, Ini Daftar Pemain Utamanya!

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 11:16 WIB

Capres Wajib Didukung 2 Fraksi DPR, Pakar: Upaya Sistematis Bunuh Peluang Partai Kecil!

Capres Wajib Didukung 2 Fraksi DPR, Pakar: Upaya Sistematis Bunuh Peluang Partai Kecil!

News | Senin, 21 September 2026 | 11:15 WIB

×