Ditanya Perannya Bela Rakyat, Gerindra Mendadak Singgung Tarif BPJS

Rendy Adrikni Sadikin, Rifan Aditya

Rabu, 09 Oktober 2019 | 12:27 WIB
Ditanya Perannya Bela Rakyat, Gerindra Mendadak Singgung Tarif BPJS
Ketum Gerindra Prabowo Subianto saat bergoyang poco-poco. (Suara.com/Ria Rizki).

Suara.com - Akun Twitter Partai Gerindra menjawab pertanyaan warganet saat ditanya apa perannya untuk membela rakyat. Cuitan tersebut diunggah akun @Gerindra pada Selasa (8/10/2019).

Gerindra menyinggung soal defisit dan kenaikan tarif BPJS Kesehatan saat ditanya warganet @TobatMukidi, "Apa peran Gerindra untuk membela rakyat?".

Gerindra menjawab, "Perihal BPJS Kesehatan mulai dari defisit hingga kenaikan tarif sudah berulang kali Pak Prabowo menyampaikan bahwa inti dari semua permasalahan itu adalah pengelolaan negara yang tidak baik. Sehingga keuntungan pengelolaan kekayaan alam nasional tidak tinggal dalam negeri."

Dia juga menyayangkan saran-saran dari Prabowo justru hanya ditertawakan.

"Setiap Pak Prabowo menyampaikan tentang kebocoran anggaran mencapai Rp 1.000 triliun, beliau selalu ditertawakan, namun kenyataannya benar itu yang terjadi dan akhirnya diakui dan diarasakan oleh Pemerintah saat ini," imbuh akun @Gerindra.

Gerindra menyinggung soal defisit dan kenaikan tarif BPJS Kesehatan saat ditanya terkait perannya membela rakyat. (twitter @Gerindra)
Gerindra menyinggung soal defisit dan kenaikan tarif BPJS Kesehatan saat ditanya terkait perannya membela rakyat. (twitter @Gerindra)

Partai politik berlambang kepala burung garuda ini juga mengaku bahwa saran yang diberikan ketua umumnya tidak didengar oleh pemerintah.

"Kita mengetahui defisit BPJS Kesehatan Rp 20 triliun, jelas itu adalah jumlah yang sangat kecil jika kita berhasil menstop kebocoran anggaran yang 1.000 Triliun tadi. Namun seperti biasa, masukan dan saran Pak Prabowo tidak pernah didengar oleh Pemerintah," tutup Gerindra.

Telah diketahui sebelumnya, pemerintah akan menerapkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan pada 1 Januari 2020 terhadap peserta non Penerima Bantuan Iuran (PBI) yakni dari sebelumnya Rp 80.000 menjadi Rp 160.000 untuk kelas I dan dari sebelumnya Rp 51.000 menjadi Rp 110.000 untuk kelas II.

Sementara untuk iuran kelas III diusulkan sebesar Rp 42.000 dari Rp 25.500.

baca juga

Kenaikan tarif BPJS Kesehatan merupakan kebijakan Puan Maharani semasa menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Ingin Kuasai Komisi dan AKD DPR, Incar Ini

Prabowo Ingin Kuasai Komisi dan AKD DPR, Incar Ini

News | Selasa, 08 Oktober 2019 | 12:30 WIB

Dapat Tawaran Pihak Istana, Prabowo Pertimbangkan Masuk Koalisi Jokowi

Dapat Tawaran Pihak Istana, Prabowo Pertimbangkan Masuk Koalisi Jokowi

News | Senin, 07 Oktober 2019 | 21:01 WIB

Gibran Maju Pilkada, Jubir Prabowo Komentar dan Unggah Buku Dinasti Rente

Gibran Maju Pilkada, Jubir Prabowo Komentar dan Unggah Buku Dinasti Rente

News | Senin, 07 Oktober 2019 | 19:25 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×