Siswi SMA Diskors Setelah Sebut Ada Pemerkosa di Sekolah

Reza Gunadha | Rifan Aditya | Suara.com

Kamis, 10 Oktober 2019 | 07:10 WIB
Siswi SMA Diskors Setelah Sebut Ada Pemerkosa di Sekolah
Aela Mansmann, siswi berusia 15 tahun Cape Elizabeth High School diskors setelah menyebut ada pemerkosa di sekolahnya. (Buzzfeed)

Suara.com - Aela Mansmann, siswi berusia 15 tahun Cape Elizabeth High School, Amerika Serikat diskors setelah menyebut ada pemerkosa di sekolahnya.

Siswi itu menulis catatan "Ada pemerkosa di sekolah kami dan kamu tahu siapa itu" dan menempelnya di kamar main sekolah.

"Jujur saya merasa sangat malu bahwa sekolah saya mengambil tindakan ini," kata Aela Mansmann.

Dilaporkan oleh Buzzfeed pada Selasa (8/10/2019), semuanya dimulai pada bulan September ketika Aela merasa sangat muak dengan jumlah kekerasan seksual dan pelecehan yang dihadapi teman-teman sekelasnya, tanpa ada konsekuensi bagi para pelaku.

Lalu Aela menempelkan catatan itu dengan temannya di kamar mandi sekolah. Segera setelah itu, lebih banyak siswa memposting catatan serupa dan berbicara tentang kisah kekerasan seksual yang terjadi.

Aela Mansmann, siswi berusia 15 tahun Cape Elizabeth High School diskors setelah menyebut ada pemerkosa di sekolahnya. (Buzzfeed)
Aela Mansmann, siswi berusia 15 tahun Cape Elizabeth High School diskors setelah menyebut ada pemerkosa di sekolahnya. (Buzzfeed)

Kemudian pada hari berikutnya, administrator sekolah memanggilnya ke kantor dan menginvestigasi catatan tempel tersebut.

"Selama tiga minggu, saya dan siswa lain diinterogasi. Mereka berjanji kepada kita semua siapa pun yang mencatat tidak akan mendapat masalah," kata Aela.

Aela diwawancarai tiga kali selama beberapa minggu, dan dia tidak pernah mendengar ada siswa dituduh melakukan pelanggaran seksual yang menghadapi konsekuensi.

Tetapi salah satu tersangka rupanya pergi ke administrator sekolah untuk melaporkannya, begitu menurut penjelasan Aela.

Pada hari Jumat, dia dipanggil ke pertemuan lain dengan administrator dan diberi tahu dia sedang diskors karena melanggar kebijakan anti-intimidasi sekolah. Selain dirinya sendiri, dua siswa lain diskors sebagai bagian dari penyelidikan catatan tempel, kata Aela.

Dalam sebuah wawancara dengan News Center Maine, Inspektur Donna Wolfrom mengatakan catatan itu menyebabkan kebingungan dan memiliki beberapa efek buruk pada siswa lain.

"Saya pikir ada cara untuk melakukannya, cara yang tepat untuk melakukannya, dan jika mereka melakukan dengan jalan yang tepat, saya pikir itu baik-baik saja," kata Wolfrom terkait tuduhan pelanggaran seksual.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PBB Krisis Keuangan Parah dan Terancam Tak Bisa Bayar Gaji Staf

PBB Krisis Keuangan Parah dan Terancam Tak Bisa Bayar Gaji Staf

News | Rabu, 09 Oktober 2019 | 15:29 WIB

Samuel Bunuh 93 Wanita, FBI Minta Bantuan Publik Identifikasi Korban

Samuel Bunuh 93 Wanita, FBI Minta Bantuan Publik Identifikasi Korban

News | Rabu, 09 Oktober 2019 | 06:30 WIB

Ibu Tukar Bayinya dengan Mobil Bekas, Baru Ketahuan Setahun Kemudian

Ibu Tukar Bayinya dengan Mobil Bekas, Baru Ketahuan Setahun Kemudian

News | Senin, 07 Oktober 2019 | 15:36 WIB

Terkini

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:41 WIB

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:38 WIB

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:33 WIB

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:34 WIB

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:00 WIB

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:50 WIB

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:38 WIB

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:31 WIB

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:20 WIB

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:01 WIB