Soal Kasus Penusukan Wiranto, Polri: Tidak Ada Istilah Kecolongan!

Agung Sandy Lesmana | Yosea Arga Pramudita
Soal Kasus Penusukan Wiranto, Polri: Tidak Ada Istilah Kecolongan!
Menkopolhukam Wiranto saat dilarikan ke rumah sakit Pandeglang - foto istimewa

"...Jadi prosedur pengawalan dan pengamanan pejabat publik sudah ada pengamanan melekat yang istilahnya protektor pejabat tersebut," katanya.

Suara.com - Aparat kepolisian sedang mendalami kasus penusukan terhadap Menkopolhukam Wiranto di pintu gerbang alun-alun Menes, Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019). Polisi membantah telah kecolongan dalam peristiwa ini.

"Tidak ada istilah kecolongan," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri.

Dedi menjelaskan, pengamanan untuk pejabat publik sudah sesuai prosedur. Dalam hal ini, pejabat publik yang hendak bsrinteraksi dengan masyarakat sekitar adalah hal yang lumrah.

"Interaksi pejabat publik dengan masyarakat itu seperti itu, bersalaman, disapa, itu hal yang biasa. Barikade untuk pengamanan kan tetap melekat, ada Pamkatnya dekat sama beliau Panwal juga ada semua. Jadi prosedur pengawalan dan pengamanan pejabat publik sudah ada pengamanan melekat yang istilahnya protektor pejabat tersebut," katanya.

Wiranto ditusuk saat hendak pulang ke Jakarta usai menghadiri acara peresmian Gedung Kuliah Bersama di Universitas Mathla’ul Anwar yang beralamat di Kampung Cikaliung, Desa Sindanghayu, Kecamatan Saketi. Akibat aksi penyerangan itu, Wiranto disebut mengalami dua luka tusukan di bagian perut sebelah kiri.

Kini, Wiranto sudah dirujuk ke RSUD Gatot Subroto, Jakarta seusai sempat dirawat di RSUD Berkah, Pandeglang.

Dalam kasus penusukan ini, polisi telah meringkus Syahril Alamsyah alias Abu Rara dan istrinya, Fitri Andarian. Kini, pasutri yang sudah ditetapkan sebagai tersangka masih menjalani pemeriksaan di Polda Banten.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS