Pemerintah Didesak Usut Tuntas Kematian Aktivis Walhi Golfrid Siregar

Agung Sandy Lesmana, Ria Rizki Nirmala Sari

Kamis, 10 Oktober 2019 | 21:08 WIB
Pemerintah Didesak Usut Tuntas Kematian Aktivis Walhi Golfrid Siregar
Aktivis HAM dan Walhi Sumut meninggal dunia Golfrid Siregar meninggal usai dikabarkan hilang pada Rabu. (Foto: Istimewa)

Suara.com - Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pembela Hak Asasi Manusia (HAM) mendesak beberapa tuntutan yang mesti dilakukan pemerintah, kepolisian serta Komnas HAM untuk menguak penyebab kematian dari aktivis HAM dan pegiat Walhi Sumatera Utara (Sumut), Golfrid Siregar.

Tewasnya Golfrid disebut-sebut menambah daftar nama para pejuang lingkungan hidup dan HAM yang meninggal tak wajar, namun kasusnya belum pernah terbongkar.

Golfrad ditemukan Kamis 3 Oktober 2019 dalam keadaan sangat kritis akibat luka parah di bagian tempurung kepala. Ia meninggal dunia pada Minggu 6 Oktober setelah mendapatkan perawatan rumah sakit.

Keterangan yang disampaikan pihak kepolisian, Golfrid meninggal karena kecelakaan lalu lintas di flyover Jamin Ginting. Namun Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pembela HAM mencium kejanggalan lantaran tempat kejadian perkara malah berubah menjadi di underpass Titik Kuning.

"Kami menduga, almarhum bukan meninggal karena kecelakaan lalu lintas. Namun karena mengalami tindak kekerasan yang mengakibatkan kematian," tulis seluruh perwakilan Koalisi Masyarakat Sipil di Jakarta, Kamis (10/10/2019).

Masih tertanam di ingatan atas kasus kematian Yohanes Balubun, aktivis Masyarakat Adat Nusantara wilayah Maluku, yang kematiannya di 2016 diarahkan oleh aparat kepolisian akibat kecelakaan. Kemudian Direktur Eksekutif WALHI NTB Murdani juga pernah mengalami upaya pembunuhan di NTB dan hingga saat ini kasus itu belum juga terungkap.

Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pembela HAM juga menyoroti kekerasan yang berakhir dengan kematian tidak hanya menimpa Golfrid. Ada Indra Pelani, Salim Kancil, Yohanes Balubun dan Poroduka.

Banyaknya pegiat lingkungan hidup dan HAM yang kerap mengalami kekerasan namun minim perlindungan serta penyelesaian kasus, maka Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pembela HAM mendesak pemerintah untuk melakukan investigasi dengan segera dan tidak memihak atau memastikan bahwa suatu penyelidikan dilakukan dengan alasan yang masuk akal untuk percaya bahwa suatu pelanggaran terhadap HAM dan kebebasan telah terjadi dalam suatu wilayah jurisdiksinya.

Kemudian mereka pun mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas kematian Golfrid secara terbuka kepada publik untuk memastikan akuntabilitas dari proses penegakan hukum yang dijalankan.

baca juga

"Mengingat adanya conflict interest Polda Sumut, maka kami mendorong penanganan kasus ini diambilalih oleh Mabes Polri," ujarnya.

Selain itu, mereka juga mendesak pemerintah untuk segera mengeluarkan kebijakan yakni peraturan presiden yang bisa memastikan perlindungan bagi aktivis lingkungan hidup dan HAM. Serta mendesak pemerintah dalam menyusun kebijakan dan menjalankan program pembangunan, menempatkan perlindungan hak hidup rakyat dan keberlanjutan ekologis prasyarat utama.

Tidak lupa mereka pun mendesak Komnas HAM segera turun membentuk tim pencari fakta independen, karena peristiwa ini dialami oleh pembela lingkungan hidup dan hak asasi manusia.

"Kami juga mengajak publik luas untuk sama-sama mengawal proses penegakan hukum terhadap kematian Golfrid Siregar. Agar ke depan, tidak ada lagi nyawa yang hilang karena memperjuangkan hak-hak masyarakat dan lingkungan hidup," katanya.

Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pembela Hak Asasi Manusia (HAM) terdiri dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), KontraS, Amnesty International Indonesia, Human Rights Watch, Yayasan Perlindungan Insani, Greenpeace Indonesia, YLBHI, ELSAM, Kemitraan, Imparsial, KRuHA, LBH Pers, HuMa, JATAM, HRWG dan Solidaritas Perempuan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Demokrat Bentuk Tim Kecil Telisik Kematian Aktivis Walhi Golfrid Siregar

Demokrat Bentuk Tim Kecil Telisik Kematian Aktivis Walhi Golfrid Siregar

News | Rabu, 09 Oktober 2019 | 10:09 WIB

Aktivis Walhi Tewas Misterius, Polisi Periksa Istri sampai Satpam

Aktivis Walhi Tewas Misterius, Polisi Periksa Istri sampai Satpam

News | Selasa, 08 Oktober 2019 | 12:42 WIB

Barang Aktivis Walhi yang Meninggal Hilang, Polisi Lakukan Pendalaman

Barang Aktivis Walhi yang Meninggal Hilang, Polisi Lakukan Pendalaman

News | Senin, 07 Oktober 2019 | 20:56 WIB

Sempat Hilang, Walhi Temukan Kejanggalan Terkait Tewasnya Golfrid Siregar

Sempat Hilang, Walhi Temukan Kejanggalan Terkait Tewasnya Golfrid Siregar

News | Senin, 07 Oktober 2019 | 09:23 WIB

Aktivis Walhi Sumut Meninggal Dunia Usai Dikabarkan Hilang Sejak Rabu

Aktivis Walhi Sumut Meninggal Dunia Usai Dikabarkan Hilang Sejak Rabu

News | Senin, 07 Oktober 2019 | 04:48 WIB

Terkini

Tips Mengelola Keuangan Secara Cerdas dengan Aplikasi Digital

Tips Mengelola Keuangan Secara Cerdas dengan Aplikasi Digital

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Warna dan Motif Makin Berani, Gaya Fashion Kini Jadi Ruang Ekspresi Personal

Warna dan Motif Makin Berani, Gaya Fashion Kini Jadi Ruang Ekspresi Personal

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Mencetak Tak Lagi Cuma di Kertas, Tapi Juga Kemasan Estetik hingga Fashion Kustom

Mencetak Tak Lagi Cuma di Kertas, Tapi Juga Kemasan Estetik hingga Fashion Kustom

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:51 WIB

Belanja di Frestive Lebih Hemat dengan Cashback Rp100 Ribu dari BRI

Belanja di Frestive Lebih Hemat dengan Cashback Rp100 Ribu dari BRI

Bri | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:19 WIB

6 Bulan PP Tunas, Menkomdigi Ungkap Jutaan Akun Anak Sudah Ditindak

6 Bulan PP Tunas, Menkomdigi Ungkap Jutaan Akun Anak Sudah Ditindak

Video | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Semarak Oishi Matsuri 2026: Kuliner, Perencanaan Finansial, dan Privilese Spesial Barca BRI

Semarak Oishi Matsuri 2026: Kuliner, Perencanaan Finansial, dan Privilese Spesial Barca BRI

Bri | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Kematian Sutrimo Disebut Bukan Tindak Pidana, Pengacara Febrie: Jangan Ada Spekulasi

Kematian Sutrimo Disebut Bukan Tindak Pidana, Pengacara Febrie: Jangan Ada Spekulasi

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Cara Pre-Order iPhone 18 Series Ekstra Hemat Pakai BRImo

Cara Pre-Order iPhone 18 Series Ekstra Hemat Pakai BRImo

Bri | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:58 WIB

Pilihan Skincare Lokal Makin Beragam di Tengah Tren Beauty

Pilihan Skincare Lokal Makin Beragam di Tengah Tren Beauty

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:48 WIB

Beauty Routine Makin Personal, 100 Skincare hingga Fragrance Jadi Pilihan Konsumen 2026

Beauty Routine Makin Personal, 100 Skincare hingga Fragrance Jadi Pilihan Konsumen 2026

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:36 WIB

×