Disebut Pelanggar HAM, IKOHI Tolak Prabowo dan Wiranto jadi Menteri Jokowi

Agung Sandy Lesmana, Stephanus Aranditio

Jum'at, 18 Oktober 2019 | 16:16 WIB
Disebut Pelanggar HAM, IKOHI Tolak Prabowo dan Wiranto jadi Menteri Jokowi
Payan Siahaan, orang tua Ucok Siahaan, mahasiswa yang hilang dalam tragedi 1998. (Suara.com/Tio).

Suara.com - Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia (IKOHI) dan Amnesty International Indonesia (AII) secara tegas menolak isu masuknya Prabowo Subianto dan Wiranto ke dalam Kabinet Indonesia Kerja Jokowi periode 2019-2024.

Alasannya, kedua tokoh yang besar dari intitusi militer itu dianggap terlibat dalam kasus pelanggaran HAM masa lalu.

Sekjen IKOHI Zaenal Mutaqqin menegaskan eks Danjen Kopassus dan Panglima ABRI era Soeharto itu diduga sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas hilangnya beberapa aktivis demokrasi saat tahun 1998.

"Kami berharap walaupun proses politik saat ini memberikan sinyal yang kuat Prabowo Subianto akan dilibatkan, digandeng dalam instrumen kekuasaannya. Kami berharap presiden segera menyadari bahayanya jika melibatkan pelanggar HAM sebagai orang yang memiliki kebijakan dalam menjalankan roda kekuasan," kata Zaenal di Kantor Amnesty Internasional Indonesia, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (18/10/2019).

Menurutnya, di periode pertama kepemimpinan Jokowi saja tidak bisa mengusut kasus pelanggaran HAM berat masa lalu dengan Jaksa Agung M Prasetyo dari Partai Nasdem dan Wiranto yang juga terduga pelaku pelanggaran HAM berat, apalagi jika ditambah Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan.

"Jaksa Agungnya, Menkopolhukam tidak punya kehendak, sikap politik, keinginan menyelesaikan kasus penyelesaian masa lalu. Apalagi Menkopolhukam-nya sudah jadi pengetahuan umum sebagai salah satu pelanggar HAM," katanya.

Payan Siahaan, orang tua dari Mahasiswa Perbanas Ucok Siahaan yang hilang tahun 1998 juga mengaku khawatir dengan arah politik Jokowi saat ini yang perlahan membuka pintu untuk Prabowo.

"Saya mewakili keluarga orang hilang menginginkan agar atau mengingatkan Pak Jokowi bahwa 5 tahun pertama itu, kami tidak terlalu meminta atau masih bersabarlah," kata dia. 

"Artinya kan meskipun telah dijanji-janjikan kami sampai akhir periode pertama Itu kan belum ada kebijakan yang tuntas untuk mengatakan bahwa 13 orang yang hilang itu telah meninggal atau 13 orang yang hilang itu statusnya seperti apa," ucap Payan.

baca juga

Diketahui, kasus penghilangan orang secara paksa 1997/1998 tak pernah terselesaikan hingga kini, 21 tahun kemudian.

Keluarga korban masih terus menanti kejelasan keberadaan mereka yang masih hilang. Satu per satu orang tua korban meninggal tanpa pernah mendapatkan akses pada keadilan serta kepastian hukum terhadap anggota keluarga mereka.

Mereka diantaranya adalah ibunda Wiji Thukul, Tuti Koto (ibunda Yani Afri), Nurhasanah (ayah dan ibunda Yadin Muhidin), Paimin (ayahanda Suyat), Sahir (ayahanda Herman Hendrawan), Fatah (ayahanda Gilang), Misiati Utomo (ibunda Petrus Bima Anugerah) adalah sebagian orang tua korban yang selama hidupnya terus berjuang meraih keadilan dan menanti kembalinya anak-anak mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tolak jadi Menteri Jokowi, Hasto: Sudah Izin ke Bu Mega Jadi Sekjen Lagi

Tolak jadi Menteri Jokowi, Hasto: Sudah Izin ke Bu Mega Jadi Sekjen Lagi

News | Jum'at, 18 Oktober 2019 | 16:03 WIB

Ditanya Hari Terakhir Jadi Menteri, 5 Menteri Ini Ada yang Jawab Nyeleneh

Ditanya Hari Terakhir Jadi Menteri, 5 Menteri Ini Ada yang Jawab Nyeleneh

Bisnis | Jum'at, 18 Oktober 2019 | 15:11 WIB

Hari Terakhir Jadi Menteri, Menhub Berharap PRnya Bisa Diteruskan

Hari Terakhir Jadi Menteri, Menhub Berharap PRnya Bisa Diteruskan

Bisnis | Jum'at, 18 Oktober 2019 | 14:15 WIB

2 Kursi Menteri Ini Jangan Sampai Diisi Orang yang Salah, Akibatnya Fatal

2 Kursi Menteri Ini Jangan Sampai Diisi Orang yang Salah, Akibatnya Fatal

Bisnis | Jum'at, 18 Oktober 2019 | 11:37 WIB

Media Asing Sebut 7 Orang Ini Bakal Jadi Menteri Jokowi, Ada Nama Prabowo

Media Asing Sebut 7 Orang Ini Bakal Jadi Menteri Jokowi, Ada Nama Prabowo

Bisnis | Jum'at, 18 Oktober 2019 | 10:17 WIB

Sandiaga Menolak, Gerindra Berpeluang Sodorkan Kader Lain Isi Wagub DKI

Sandiaga Menolak, Gerindra Berpeluang Sodorkan Kader Lain Isi Wagub DKI

News | Kamis, 17 Oktober 2019 | 23:21 WIB

Sandiaga: Kosongnya Kursi Wagub DKI jadi Beban Prabowo

Sandiaga: Kosongnya Kursi Wagub DKI jadi Beban Prabowo

News | Kamis, 17 Oktober 2019 | 22:51 WIB

Terkini

QRIS BRI Permudah Transaksi UMKM, Pemilik Depot Yamie di Kutoarjo Ini Rasakan Manfaatnya

QRIS BRI Permudah Transaksi UMKM, Pemilik Depot Yamie di Kutoarjo Ini Rasakan Manfaatnya

Bri | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 05:17 WIB

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

×