Menkopolhukam Mahfud MD Akan Bahas Kasus HAM, Tak Janji Dituntaskan

Pebriansyah Ariefana, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 25 Oktober 2019 | 15:24 WIB
Menkopolhukam Mahfud MD Akan Bahas Kasus HAM, Tak Janji Dituntaskan
Acara sertijab Wiranto ke Mahfud MD di Kantor Menkopolhukam. (Suara.com/M Yasir).

Suara.com - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD yang belum lama menjabat kerap ditagih soal kasus pelanggaran HAM berat di masa lalu. Mahfud lantas menyatakan hal itu pasti akan dibahas.

Kasus pelanggaran HAM berat di masa lalu yang diminta untuk dituntaskan seperti kasus penculikan Aktivis Mei 1998, Trisakti 1998, kerusuhan Semanggi, dan Kasus Abepura Papua tahun 2000. Mahfud menyatakan pembahasan kasus pelanggaran HAM itu sudah beberapa kali dibahas.

"Pasti akan dibahas. Upaya upaya menuntaskan HAM masa lalu itu sudah dibahas. Dan saya kira dari waktu ke waktu sudah jadi pembahasan dan agenda," ujar Mahfud di kantor Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Jumat (25/10/2019).

Menurutnya pembahsan kasus pelanggaran HAM berat tidak bisa begitu saja dilakukan. Terlebih lagi jika hanya mementingkan kepentingan satu kelompok saja.

"Cuma kalau mau menuntaskan itu jangan diartikan harus sesuai dengan kehendak sekelompok orang," jelasnya.

Ia menganggap pengusutannya harus berdasarkan kepentingan bangsa dan negara. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini menyebut pembahasannya harus berdasarkan persetujuan semua pihak.

"Nanti kalau diselesaikan ada yang tidak setuju lalu dianggap tidak selesai, itu bukan hidup bernegara, cara preman namanya kalau gitu," pungkasnya.

Banyak pihak pesimis dengan pengusutan kasus HAM berat di masa lalu karena deretan purnawirawan kalangan TNI dan Polri menjadi bagian dari susunan Menteri pilihan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kabinet Indonesia Maju. Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) mengatakan hal itu menjadikan kabinet Jokowi suram.

Purnawirawan yang masuk kabinet tersebut di antaranya adalah Kepala Staf Presiden Moeldoko, Mendagri Tito Karnavian, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menhan Prabowo Subianto, Menkes Terawan Agus Putranto, dan Menag Fachrul Razi.

baca juga

Staf Divisi Pemantauan Impunitas KontraS, Dimas Bagus Arya Saputra menganggap beberapa di antaranya memiliki rekam jejak buruk di masa lalu. Khususnya keterlibatan dalam pelanggaran HAM berat.

"Akan sangat suram karena, satu figur-figur militer ini dan beberapa yang diangkat di Kabinetnya Pak Jokowi itu semuanya punya beberapa catatan, dan terutama Pak Prabowo," ujar Dimas di kantor KontraS, Jakarta Pusat, Kamis (24/10/2019) kemarin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mahfud MD Santai Banyak Pihak Tolak Prabowo jadi Menhan

Mahfud MD Santai Banyak Pihak Tolak Prabowo jadi Menhan

News | Jum'at, 25 Oktober 2019 | 14:35 WIB

Mahfud MD: Dulu Kantor Pemerintah kalau Punya Masjid Dianggap Aneh

Mahfud MD: Dulu Kantor Pemerintah kalau Punya Masjid Dianggap Aneh

News | Jum'at, 25 Oktober 2019 | 14:33 WIB

Prabowo jadi Menhan, Jokowi Dinilai Pupuskan Asa Keluarga Korban Kasus HAM

Prabowo jadi Menhan, Jokowi Dinilai Pupuskan Asa Keluarga Korban Kasus HAM

News | Kamis, 24 Oktober 2019 | 17:01 WIB

Prabowo Subianto Jadi Menhan, YLBHI: Noda Kelam dalam Sejarah Bangsa

Prabowo Subianto Jadi Menhan, YLBHI: Noda Kelam dalam Sejarah Bangsa

News | Kamis, 24 Oktober 2019 | 16:20 WIB

Mahfud MD Punya Kekuasaan Memveto Kebijakan Kementerian yang Berlawanan

Mahfud MD Punya Kekuasaan Memveto Kebijakan Kementerian yang Berlawanan

News | Kamis, 24 Oktober 2019 | 14:38 WIB

Terkini

Terjebak FYP Sampai Jam 1 Pagi? Ini Alasan Otakmu Gagal Berhenti Scrolling

Terjebak FYP Sampai Jam 1 Pagi? Ini Alasan Otakmu Gagal Berhenti Scrolling

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:45 WIB

Penjelasan KPU Soal Keabsahan Syarat Dokumen Gibran di Pemilu 2024

Penjelasan KPU Soal Keabsahan Syarat Dokumen Gibran di Pemilu 2024

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:38 WIB

Perang Harga Logistik Bikin Waswas, Menhub Kaji Tarif Minimum Angkutan Darat

Perang Harga Logistik Bikin Waswas, Menhub Kaji Tarif Minimum Angkutan Darat

Bisnis | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:37 WIB

Sustainability Tak Harus Rumit, Ini Cara Memulai Gaya Hidup Ramah Lingkungan dari Keseharian

Sustainability Tak Harus Rumit, Ini Cara Memulai Gaya Hidup Ramah Lingkungan dari Keseharian

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:11 WIB

KBRI Riyadh Minta WNI Waspada Usai Serangan Houthi Guncang Arab Saudi

KBRI Riyadh Minta WNI Waspada Usai Serangan Houthi Guncang Arab Saudi

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:08 WIB

Sindikat Narkoba Malang: Polisi Gulung 175 Tersangka, Sita Sabu Kiloan hingga 2 Ton Kimia

Sindikat Narkoba Malang: Polisi Gulung 175 Tersangka, Sita Sabu Kiloan hingga 2 Ton Kimia

Malang | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:07 WIB

Kondisi Keuangan Berubah, 4 Shio Ini Berpeluang Dapat Rezeki Setelah 10 Oktober 2026

Kondisi Keuangan Berubah, 4 Shio Ini Berpeluang Dapat Rezeki Setelah 10 Oktober 2026

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:05 WIB

Raja Malaysia Minta Sekolah Ditutup Jika Pencemaran Udara Kebakaran Hutan Makin Parah

Raja Malaysia Minta Sekolah Ditutup Jika Pencemaran Udara Kebakaran Hutan Makin Parah

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:03 WIB

Review Novel Burung-Burung Manyar: Saat Perang dan Sejarah Merenggut Tempat Kita Pulang

Review Novel Burung-Burung Manyar: Saat Perang dan Sejarah Merenggut Tempat Kita Pulang

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Karhutla Palangka Raya Meluas, 1.407 Hektare Lahan Terbakar

Karhutla Palangka Raya Meluas, 1.407 Hektare Lahan Terbakar

Foto | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:00 WIB

×