KontraS Sebut Rakyat Tidak Butuh Pemekaran Provinsi Papua Selatan

Dwi Bowo Raharjo, Muhammad Yasir

Rabu, 30 Oktober 2019 | 17:26 WIB
KontraS Sebut Rakyat Tidak Butuh Pemekaran Provinsi Papua Selatan
Koordinator KontraS Papua, Sam Awom. (Suara.com/M. Yasir)

Suara.com - Koordinator KontraS Papua, Sam Awom, menilai wacana pemekaran wilayah provinsi Papua Selatan justru akan menimbulkan permasalahan baru. Awom menyebut rakyat Papua tidak membutuhkan kebijakan pemekaran wilayah tersebut.

Hal itu dikatakan Awom dalam diskusi publik Lokataru bertajuk 'Proyeksi Kebebasan Sipil di Periode Kedua Pemerintahan Joko Widodo' di Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (30/10/2019).

Mulanya, Awom mengungkapkan bahwasanya beragam persoalan di tanah Papua seperti pelanggaran HAM dan kesejahteraan yang banyak diprotes rakyat Papua merupakan bentuk kegagalan Presiden Joko Widodo alias Jokowi dalam memimpin selama lima tahun belakangan ini.

Kegagalan Jokowi di periode pertama itu, kata Awom, dinilai justru semakin diperparah dengan adanya wacana pemekaran wilayah provinsi Papua Selatan yang diyakini tidak akan menyelesaikan permasalah yang ada di bumi Cendrawasih.

"Di saat periode pemerintahan berikut Jokowi tidak membuat suatu kesimpulan kebijakan yang masif di Papua. Dia coba buat pemekaran wilayah di Papua yang justru akan membangun situasi yang lebih parah di Papua. Rakyat tidak membutuhkan itu," kata Awom.

Menurut Awom yang dibutuhkan rakyat Papua ialah adanya ruang demokrasi yang terbuka. Selain itu, adanya penuntasan terhadap kasus pelangggaran HAM di tanah Papua.

"Sudah disimpulkan oleh Tito sebagai Mendagri bahwa Papua Selatan akan jadi. Ini persoalan yang baru lagi. Kegagalan yang lebih rumit dibuat oleh pemerintahan Jokowi," ujarnya.

Lebih lanjut, Awom mengungkapkan bahwasanya tidak ada komitmen yang kuat dari pemerintahan Jokowi untuk betul-betul menyelesaikan persoalan di Papua. Apalagi, Awom mengkalim kekinian keterbukaan akses informasi di Papua masih dibatasi.

"Kami melihat tidak ada bentuk yang tepat, resolusi konflik yang harus dibangun di Papua. Kemudian tidak ada ruang yang tepat untuk mmbuka ruang demokrasi. karena semua dilarang," katanya.

baca juga

"Aksi tidak boleh, tidak boleh ada peliputan media internasional, tidak boleh ada segala macam. Justru mmbahayakan situasi di Papua. Justru membuat perlawanan masyarakat Papua itu lebih kuat," Awom menambahkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jokowi Minta Menteri Ekonomi Antisipasi Resesi Global

Jokowi Minta Menteri Ekonomi Antisipasi Resesi Global

Bisnis | Rabu, 30 Oktober 2019 | 16:36 WIB

Jokowi: Kita Pangkas Regulasi-regulasi Penghambat Investasi dan Ekspor

Jokowi: Kita Pangkas Regulasi-regulasi Penghambat Investasi dan Ekspor

News | Rabu, 30 Oktober 2019 | 16:01 WIB

Baru Saja Disambangi Presiden Jokowi, Begini Indahnya Laut Arafuru di Papua

Baru Saja Disambangi Presiden Jokowi, Begini Indahnya Laut Arafuru di Papua

Lifestyle | Rabu, 30 Oktober 2019 | 15:59 WIB

Disambangi Jokowi, Ini Cantiknya Sunset di Taman Kota Senja Kaimana

Disambangi Jokowi, Ini Cantiknya Sunset di Taman Kota Senja Kaimana

Lifestyle | Rabu, 30 Oktober 2019 | 15:54 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×