Pemerintah Pusat Kucurkan Rp 20 Miliar Kembangkan Bandara Gatot Subroto

Chandra Iswinarno
Pemerintah Pusat Kucurkan Rp 20 Miliar Kembangkan Bandara Gatot Subroto
Bandara Gatot Subroto di Kabupaten Waykanan. [Antara]

Menurut Bupati Waykanan Raden Adipati Surya, kucuran anggaran melalui APBN 2020 digunakan untuk perbaikan landasan pacu.

Suara.com - Dukungan serius pemerintah pusat untuk pengembangan Bandara Gatot Subroto di Kabupaten Waykanan, Lampung terus direalisasikan. Keseriusan tersebut dengan dikucurkannya dana Rp 20 miliar yang berasal dari APBN.

Bupati Waykanan Raden Adipati Surya mengatakan sebelumnya di tahun 2019, pihaknya telah mendapatkan anggaran sebesar Rp 25 miliar untuk pengembangan infrastruktur bandara.

“Pengerjaan perbaikan tahun 2019 sudah hampir selesai, dan saat ini sedang dilakukan perbaikan landasan pacu dan lainnya,” kata Bupati Waykanan Raden Adipati Surya seperti dilansir Antara pada Rabu (13/11/2019).

Menurutnya, anggaran melalui APBN 2020 digunakan untuk perbaikan landasan pacu, sementara APBN 2019 digunakan untuk membangun sarana dan prasarana bandara, seperti perbaikan pengadaan pasokan listrik, pemadam kebakaran, gedung, dan lampu landasan.

Sementara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Waykanan membangun fasilitas seperti pagar sisi udara, akses masuk jalan dua jalur, radio menara, dan kantor Danlanud.

“Semoga pengerjaan pada tahun ini sudah selesai, dan tinggal penyelesaian tahun 2020, dan segera bisa beroperasi," kata Adipati.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa sampai saat ini masih dalam tahap penjajakan ke masing-masing maskapai untuk melayani penerbangan Waykanan -Jakarta atau Waykanan-Palembang.

"Sampai saat ini terus kami lakukan sosialisasi ke seluruh pihak maskapai, tetapi inginnya sistem carter, sedang Pemkab Waykanan hanya sanggup sistem blocking," katanya.

Menurutnya, sistem carter yang diinginkan oleh maskapai, sangat memberatkan Pemkab Waykanan karena biaya yang dikeluarkan mencapai ratusan juta rupiah.

Selain itu, Pemkab Waykanan hanya menyanggupi dengan sistem bloking seat karena biaya yang dikeluarkan tidak terlalu besar.

“Yang terbaru kita sudah berkomunikasi dengan maskapai Nam Air, tetapi mereka tetap pingin carter, dan kami dari Waykanan tetap ingin system blocking seat,” katanya

Adipati menjelaskan pesawat yang digunakan untuk penerbangan dari Jakarta-Waykanan-Palembang dan Palembang-Waykanan-Jakarta adalah ATR 72 .

“Bandara ini intinya sudah siap di buka, tetapi tinggal menunggu maskapai saja untuk bisa melayani penerbangan dari Waykanan,” katanya. (Antara)

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS