Kisah Pilu di Balik Anak Tukang Becak Dapat Appreciation Day 2019

Pebriansyah Ariefana, Welly Hidayat

Jum'at, 29 November 2019 | 07:33 WIB
Kisah Pilu di Balik Anak Tukang Becak Dapat Appreciation Day 2019
Anton Hendra Kusuma. (Suara.com/Welly Hidayat)

Suara.com - Anton Hendra Kusuma (20) Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang mendapatkan penghargaan sebagai Anak Program Keluarga Harapan (PKH) berprestasi tingkat Nasional dalam penghargaan 'Appreciation Day Tahun 2019'. Penghargaan itu diberikan oleh Kementerian Sosial di Makassar, Sulawesi Selatan, pada Kamis (28/11/2019).

Suara.com menemui Anton langsung. Anak Asenan tersebut berasal dari Desa Kormengan, Kabupaten Malang. Bapaknya, Asenan bekerja sebagai tukang becak di Malang hingga bisa menghidupi kedua anaknya. Adik Anton baru kelas 6 Sekolah Dasar (SD).

Anton anak muda berprestasi ini usai mendapat penghargaan dari Kementerian Sosial, menceritakan kisah awalnya. Yang di mana orang tuanya hanya sebagai tukang becak.

"Jadi latar belakang keluarga saya ini tukang becak. Bapak tukang becak, Ibuku hanya menjadi ibu rumah tangga," awal ucapan Anton usai mendapat penghargaan yang diberikan langsung oleh Menteri Sosial Juliari Batubara, di Makasar, Sulawesi Selatan.

Anton menyebut ketika masih anak-anak memang banyak tekanan, terkait dengan segi sosial keluarganya yang memang kekurangan.

"Nah, itu yang memacu saya memberikan yang terbaik terutama buat keluarga. Jadi cita cita saya ingin mengangkat derajat bapak ibu," ucap Anton

Anton memulai sejak dirinya Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kepanjen Malang, memang menyukai hobi menggambar, di mana Anton telah memiliki banyak sertifikat menggambar sampai pada tahun 2018.

"Di mulai dari SD sampai SMA. Saya memiliki hobi menggambar. Jadi total lebih dari sekitar 40-an sertifikat dari khusus menggambar," ujar Anton

Kemudian, sejak masuk SMA tersebut Anton memulai mengenal riset atau melakukan penelitian setelah disekolahnya mengambil jurusan MIPA, tahun 2018. Anton menyebut mulai dari sejak kelas satu SMA naik ke kelas dua, penelitian yang dilakukan Anton selalu gagal.

baca juga

"Saya mengenal penelitian itu ternyata lebih condong. Dimulai 2018. Itu saya mulai dari tahun 2016 sampai 2017, Dua tahun saya gagal," ujar Anton.

Anton pun terus berusaha dan tetap melakukan penelitian. Dirinya pun membuat alat yang terinspirasi dari tumbuhan Putri Malu.

Menurut Anton, alat itu diciptakannya untuk mendeteksi awal bila adanya peristiwa bencana alam Tornado. Di mana alat yang dibuatnya tersebut adalah Tornado Detector System.

Anton meengatakan doanya terjawab setelah di SMA kelas tiga. Dirinya berpartisipasi mewakili Indonesia pada tahun 2018 ke Korea Selatan dalam kejuaraan Expo Science Asia.

"Di tahun ketiga di SMA baru di jawab oleh Allah. Dan akhirnya lolos ke Korea selatan mewakili Indonesia di bidang art science," ungkap Anton

"Di Korea Selatan mendapatkan penghargaan special Award," tambah Anton.

Anton, setelah mendapat oenghargaan di Korea Selatan, prestasinya pun terus berlanjut pada Tahun 2019 Antin pun berangkat ke Abu Dhabi untuk pula mengenalkan alat pendeteksi bencana yang dibuatnya tersebut.

Menurut Anton, dalam acara penelitian Science di Abu Dhabi tersebut diikuti sekitar 2.150 peserta dari 68 Negara. Dimana, akan dipilih dari 100 peserta untuk dijadikan duta negara.

"Itu saya terpilih dari 100 peserta menjadi duta negara. Itu untuk mengikuti Konfrensi pemuda yang suka akan riset. Untuk bisa mengembangkan potensi riset atau memasarkan riset di negaranya masing-masing," ucap Anton

Selain itu, Anton juga menyebut mendapat materi pula dari NASA. Ketika maauk menjadi 100 peserta Scince di Abu Dhabi.

Anton mengaku mulai mendapat bantuan PKH itu sejak tahun 2018.

"Tapi kalau saya kenal PKH-nya tahun 2018. Mungkin kalau bapak ibu lama mungkin (terima PKH)," ujar Anton

Anton pun mengaku terispirasi menjadi peneliti dari suka menonton Youtube. Dia melihat seorang peneliti berumur 18 tahun asal Kanada membuat sistem sirkulasi udara agar virus tidak menyebar m di Pesawat Terbang.

"Akhirnya saya termotivasi. Dia umur 18 bisa seperti itu. Kenapa saya tidak. Dan akhirnya 2016 saya termotivasi 2 tahun. Tepat di usia 18 tahun pun saya bisa mewakili Indonesia," kata Anton

Anton yang sudah memiliki sejumlah prestasi dari penelitiannya hingga ke luar negeri. Namun, kata Anton ayahnya masih menjadi tukang becak hingga kini.

"Masih narik becak. Tapi, sekarang bukan becak kayu tapi motor. Jadi lebih mudah nggak harus ngayuh lagi tinggal gas aja. Respon masyarakat juga bagus dan lebih sering masyarakat naik becak motor," kata Anton

Anton pun mengaku senang setelah mendapat sejumlah prestasi dalam penelitiannya. Dirinya pun mengaku telah membelikan sebuah tempat duduk untuk dirumah dan motor yang dipakai ayahnya untuk becak motor.

Anton membelikan tempat duduk dirumahnya, lantaran keluarganya tidak punya tempat duduk. Dan kalau berkumpul dirumah selalu duduk dilantai.

"Sudah ngasih beli sofa dirumah buat bapak ibu. Karena dulu dirumah masih lesehan. Terus belum punya sepeda motor juga. Beli hasil nabung, beli sofa buat duduk. Berapa tahun lesehan terus kalau lebaran kan kasian bapak ibu," ucap Anton

Anton mengaku tak pernah puas akan terus membahagiakan kedua orangtuanya. Apalagi, Anton selalu mendapat pesan dari kedua orang tuannya tersebut.

"Jangan takut untuk gagal. Kalau kita direndahkan tinggikan harapanmu. Kalau kita ditinggikan rendahkan hatimu," tutup Anton pesan dari orang tuanya tersebut, sambil menutup wawancara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Becak Listrik Dilegalkan di DIY, Pengemudi Becak Motor Akan Ditindak Tegas

Becak Listrik Dilegalkan di DIY, Pengemudi Becak Motor Akan Ditindak Tegas

Jogja | Kamis, 28 November 2019 | 18:28 WIB

Tukang Becak Tanpa Identitas Ditemukan Tewas Bersimbah Darah

Tukang Becak Tanpa Identitas Ditemukan Tewas Bersimbah Darah

Jawa Tengah | Jum'at, 08 November 2019 | 13:58 WIB

Tukang Becak Bunuh PKL karena Rebutan Cewek, Mayatnya Ditinggal di Jalan

Tukang Becak Bunuh PKL karena Rebutan Cewek, Mayatnya Ditinggal di Jalan

Jatim | Jum'at, 04 Oktober 2019 | 16:03 WIB

Konflik Cinta Segitiga, Tukang Becak di Jombang Terancam Hukuman Mati

Konflik Cinta Segitiga, Tukang Becak di Jombang Terancam Hukuman Mati

Jatim | Kamis, 03 Oktober 2019 | 19:09 WIB

Salut, Driver Ojol Patungan Demi Bantu Tukang Becak di Bandung

Salut, Driver Ojol Patungan Demi Bantu Tukang Becak di Bandung

Otomotif | Selasa, 24 September 2019 | 16:10 WIB

Terkini

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

×